Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Eps.31 Pertunjukan


__ADS_3

...Happy Reading...


...🦅...


"Saya mempunyai sedikit kejutan untuk kalian berdua."


Prok ....


Seluruh lampu ruangan pesta itu mati.


Jerit dari para wanita yang ketakutan akibat tempat pesta yang tiba-tiba saja gelap pun terdengar.


"Edo, ada apa ini?" Alisya tampak panik dan ketakutan.


"Tidak apa-apa, Nona cukup diam dan tetap berada di dekat saya," ucap Edo menenangkan.


Prok ....


Tepukan tangan kedua, memperlihatkan sebuah layar monitor besar di atas panggung.


"Selamat menyaksikan!" ucapnya sebelum tepukan tangan ke tiga.


Prok ....


Sebuah foto beberapa remaja berbaju seragam sekolah menengah pertama terpampang nyata di sana.


Semua orang tampak mengerutkan keningnya dengan foto tersebut.


Detik berikutnya sebuah video pendek seorang gadis remaja bersama lelaki paruh baya.


"Kamu berikan obat ini pada mereka bertiga, setelah itu biarkan anak buahku yang membereskannya."


Semua orang menatap Tuan Suseno dengan penuh tanda tanya.


Citra yang tak lain adalah, anak dari Tuan Suseno langsung membolakan matanya, melihat video rekaman yang sedang berputar.


Kemudian, Video itu menunjukan orang-orang berpakaian hitam sedang membawa Agra dan kedua sahabatnya, ke dalam ruangan yang berbeda dalam keadaan tak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian seorang wanita masuk dan merebahkan dirinya di samping Agra, hingga bergaya seakan mereka berdua sedang tidur bersama.


"Apa ini? Kenapa semua ini bisa terjadi?" Tuan Suseno tampak kalangan kabut ketika satu kecurangannya di ketahui banyak orang.


Gerald, Viana dan Fandy membolakan matanya, melihat video yang sangat mengejutkan itu.


Video kembali bergulir, kini yang terlihat adalah dua orang lelaki paruh baya yang sedang duduk berdua di sebuah ruangan yang di yakini adalah kantor salah satu dari mereka.


"Hahaha ... Bagaimana Tuan Gerald yang terhormat? Apa kamu mau kelakuan menjijikan anak kamu tersebar luas?"


"Keputusan ada di tanganmu. Bila kamu tidak mau aku menyebar luaskan foto ini, maka kamu harus merelakan proyek kali ini jatuh ke tanganku!"


Terdengar suara Tuan Suseno, sedang mengancam lelaki paruh baya di depannya.


Gerald Ainsley, ayah kandung dari Agra dan Fandy itu ikut terbawa dalam video tersebut.


Video terus berjalan, menunjukan berbagai bukti kecurangan yang di lakukan oleh Tuan Suseno.


"Ini semua tidak benar! Ini semua fitnah!" Tuan Suseno berteriak histeris.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain suara para tamu yang membicarakan video itu, terdengar memenuhi ruangan.


"Apa yang di lakukan oleh bos kamu, Ed?" tanya Alisya mulai merasa ketakutan.


"Ini hanya sebagian kecil dari pertunjukan malam ini."


Tiba-tiba saja suara Agra terdengar di belakang Alisya.


"Kenapa kamu mengacaukan pesta ini? Itu tidak sopan!" ucap Alisya mengerinyitkan keningnya.


"Ini semua adalah urusanku dengan mereka, urusanmu segera menyusul." ucap Agra, menyunggingkan sebelah bibirnya tajam.


Setelah video berakhir, lampu ruangan itu kembali menyala hingga terang benderang.


Para tamu kini asik membicarakan tentang video tersebut, dengan tatapan tidak suka pada Suseno.


"Ternyata selama ini dia meraih kesuksesan dengan cara curang."


"Iya, di balik pamor yang baik dan dermawan, dia menyembunyikan semua kebusukannya."


"Kejam sekali dia, sampai memfitnah anak remaja, demi memenangkan sebuah proyek. "


"Aku sama sekali tidak menyangka, dia bisa melakukan hal seperti itu."


"Bahkan dia menggunakan anak perempuannya, untuk menjalankan rencananya,"


"Kira-kira sudah berapa orang yang menjadi korban kejahatannya ya?"


Berbagai macam perbincangan terdengar, di setiap perkumpulan para tamu undangan.


Lelaki tampan itu hanya tersenyum meremehkan, sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Tenanglah, Tuan. Ini baru permulaannya, pertunjukan akan segera di mulai!" desis Agra, dengan ekspresi datar.


"Brengsek! Dasar bocah sialan!" umpat Suseno merangsek ingin memukul Agra.


Namun dengan cepat Edo menghadang dan melindungi tuannya.


"Siapa kamu? Jangan halangi aku! Penjaga, tangkap orang itu!" teriak Suseno.


Akhirnya perkelahian antara pengawal asli yang di miliki oleh Suseno dan para anak buah Agra terjadi.


Sebagian anak buah Agra yang lain, mengamankan para tamu, untuk bergeser ke tempat yang lebih aman.


"Ssshh ... tidak baik terlalu mengumbar nafsu, Tuan. Jangan sampai para tamu tau kebusukanmu," Agra hendak berdiri, namun tangannya langsung di cekal oleh Alisya.


Agra menatap mata gadis di sampingnya dalam, menyalurkan kekutan agar dia berani berdiri di belakangnya.


Alisya merasakan itu, perlahan keberaniannya bangkit. Kembali duduk tegap, dengan tangan keduanya saling bertaut.


'Sejak awal aku sudah memutuskan untuk mempercayakan hidupku padanya, maka tidak ada salahnya bila aku melakukan itu sekali lagi,' ucap Alisya dalam hati.


Agra berdiri bersama dengan Alisya di sisinya.


Semua tamu kini menjadikan mereka pusat perhatian, dengan bisik-bisik yang masih saja memenuhi ruangan pesta tersebut.


"Sagara, tega kamu fitnah aku dan keluarga aku ... hiks!"

__ADS_1


Agra memutar bola matanya jengah, melihat drama yang sedang di perankan oleh Citra.


"Kalau kamu gak terima aku pacaran sama laki-laki lain, seharusnya kamu jangan seperti ini, hiks." air mata buaya telah menetes dan membasahi wajah wanita itu.


Menunduk dalam untuk menyembunyikan senyumnya, karena mendengar mulai ada kata simpati untuknya.


"Ck ...." Agra berdecak kemudian menarik pinggang Alisya yang berdiri di sampingnya.


"Dari awal aku tidak pernah tertarik dengan model murahan sepertimu! Jangan mimpi."


"Lagi pula, untuk apa aku menginginkan wanita sepertimu, bila di sampingku sudah ada wanita yang lebih segalanya bila dibandingkan denganmu!"


Agra tersenyum lembut pada gadis yang berada di dalam pelukannya, dan langsung di balas senyum kaku oleh Alisya.


Citra mengepalkan kedua tangannya, wajahnya memerah menahan amarah, dirinya merasa sangat malu dan terhina oleh setiap kata yang terlontar dari mulut berbisa, milik lelaki di hadapannya.


"Ah, Tuan. Aku mempunyai kejutan selanjutnya," ucap Agra, beralih kembali pada Suseno yang sudah terduduk lemas bersama dengan sang istri.


Prok ....


Kembali tepukan tangan itu, mengejutkan ketiga orang di sana.


Tiba-tiba saja, ada banyak kertas dokumen yang turun dan berterbangan di seluruh ruangan pesta tersebut.


Ternyata itu adalah salinan bukti korupsi Suseno, selama menjabat sebagai salah satu petinggi negara.


Semua kejadian itu, disiarkan langsung oleh beberapa wartawan yang sudah di bayar oleh Agra.


"Bagaimana, Tuan? Bagaimana rasanya bila keluarga dan semua yang kamu perjuangan hilang dalam sekejap?!" tanya Agra.


Matanya memerah menatap lelaki paruh baya di depannya dengan penuh amarah. Di kelilingi pertarungan dari semua anak buahnya.


Genggaman tangannya terasa sangat mengerat. Alisya membalas, memberi kekuatan untuk lelaki yang sudah seminggu lebih ini tinggal bersamanya.


Gerald berjalan maju menghampiri Agra, di belakangnya Viana dan Fandy mengikuti.


"Anakku ... maafkan Papah, Nak." Gerald berujar setelah dia berdiri di dekat Agra.


"Ja-jadi ... kamu anak ingusan itu?!" tanya Suseno.


Agra mengerinyai.


"Ternyata ingtanmu sudah sangat berkurang ya, Tuan Suseno. Sampai tak bisa mengingat wajah anak yang telah kamu buat menderita, bahkan hampir mati," ungkap Agra.


Semua orang di sana tampak mengalihkan pandangannya pada lelaki itu.


Viana, wanita paruh baya itu bahkan sudah menangis tersedu di dalam pelukan Fandy.


Dor ....


...🌿...


...🌿...


...TBC...


Terima kasih yang masih mau sabar menunggu aku up🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2