
...Happy Reading...
...🦅...
Di luar ruangan Agra, Livia menghembuskan napas kasar berulang kali, salah satu tangannya mengusap bagian dada yang masih sedikit terasa sesak.
Berada di ruangan dengan sepasang suami istri yang sedang kasmaran, membuatnya merasa serba salah. Ia merasa seperti seorang tukang intip, kemesraan orang lain.
Setelah berhasil menguasai diri dan meredam detak jantungnya, ia kembali menegakkan tubuhnya, menghembuskan napas, sebelum berjalan menuju ke ruangan Edo.
“Ekhm!” Berdehem, untuk menormalkan lagi raut wajahnya, saat melihat para sekretaris Agra sedang memperhatikannya.
Berjalan dengan langkah tegas, seolah tak terjadi apa-apa dalam dirinya barusan.
Tok ... tok ... tok ....
Mengetuk pintu ruangan Edo yang berada tak jauh dari ruangan Agra.
“Masuk!”
Gadis bodyguard itu membuka pintu perlahan, setelah mendengar sahutan dari dalam.
“Permisi, Edo. Aku mengantar makan siang dari Nona Alisya untuk kamu,” ucapnya dengan bahasa asing.
Lelaki yang menjabat sebagai asisten pribadi Agra itu langsung mendongakkan kepalanya, mengalihkan pandangan pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
“Ah, Livia. Taruh saja di sana, nanti biar aku makan setelah menyelesaikan ini,” ucap Edo, menunjuk meja kecil di salah satu sudut kantornya. Setelahnya dia kembali fokus pada benda di hadapannya.
Livia mengangguk samar, lalu menaruh kotak bekal di tangannya pada atas meja.
“Kalau begitu aku permisi.”
Membungkuk sekilas sebelum berjalan kembali ke arah pintu.
“Hem.” Edo hanya bergumam, tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop di depannya.
Livia memutuskan untuk menunggu di mobil, sambil mengistirahatkan tubuhnya. Ia batu saja datang tadi malam dari luar negeri dan harus bekerja pagi ini. Itu semua membuat tubuhnya merasakan cukup lelah.
.......
Waktu terus berlalu begitu saja, semuanya berjalan seperti biasa, Agra yang sibuk dengan semua pekerjaan di perusahaan dan organisasinya, juga Alisya yang sudah mulai disibukkan dengan belajar mengelola perusahaan bersama dengan livia.
Ya, gadis itu juga ikut dilatih seperti Edo sewaktu mendampingi Agra dahulu. Karena selanjutnya Livia akan menjadi Asisten pribadi Alisya.
__ADS_1
Agra juga sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia, dia hanya akan pergi ke markas utama di negara Andrew saat ada sesuatu yang mendesak. Selebihnya ia mempercayakan semua itu pada salah satu kepercayaan Andrew.
Bahkan perlahan ia mulai memindahkan segala pusat pengendalian organisasi Black Eagle ke Indonesia, hanya saja mungkin pabrik pembuatan dan perakitan senjata masih dilakukan di sana.
Menurutnya terlalu berisiko jika ia langsung memindahkan semuanya ke sini, apa lagi di sini mereka belum mendapat tempat yang pas, bahkan untuk membangun markas yang lebih besar.
Selama ini ia memilih membawa anak buahnya yang sudah terlatih untuk membantunya di sini. Dia sudah tidak bis mengandalkan Max saja, sedangkan pekerjaan mereka semakin banyak.
Apa lagi sekarang dia juga menarik Livia yang notabene adalah salah satu orang yang dipercaya untuk melakukan pengawasan dan pengiriman secara langsung, untuk menjaga istrinya dan mendampingi ke mana pun wanita kesayangannya itu pergi.
Dia tidak mungkin mengenalkan istrinya pada dunia hitam apa lagi terlibat, biarkanlah wanita itu tetap bersikap seperti istri pada umumnya, yang hanya mengetahui kalau Agra adalah seorang wakil presdir, bukan Agra seorang ketua organisasi mafia.
Seperti saat ini, Livia tengah mengantar Alisya yang tengah berbelanja bulanan di salah satu mall terbesar.
“Livia, apa kamu tidak mau membeli sesuatu?” tanya Alisya saat ia sedang memilih berbagai jenis sayuran.
“Tidak, Nona,” ucapnya, sambil menerima sayur bayam merah dari lengan Alisya, kemudian menaruhnya di keranjang belanja yang ia dorong.
“Sudah berapa kali aku bilang, jangan memanggilku nona jika tidak ada Agra, apa kamu tidak mengerti?” ucap gemas Alisya, sambil melirik ke arah sisinya yang sedang terdapat banyak orang.
Sudah beberapa kali ia melarang Livia untuk memanggilnya nona, tetapi, ternyata gadis itu cukup keras kepala dan membuatnya pusing. Sungguh, dirinya sebenarnya malu bila dipanggil seperti itu di tempat umum. Padahal menurutnya mereka bisa bersikap sebagai teman atau bahkan kakak adik pun ia tak keberatan.
Namun, semuanya tidak bisa terjadi, karena Livia lebih memilih patuh pada suaminya, daripada dirinya sendiri. Menyebalkan memang, tetapi mungkin itulah cara kerja Agra dan para anak buahnya.
Ia juga melihat bagaimana Agra yang cukup dekat dengan Edo dan Max, tetapi mereka tetap saja memanggilnya tuan.
“Dengan panggilan itu, mereka akan tetap ada dalam batasannya, itu juga mengingatkan mereka kalau kita itu adalah atasannya, yang harus selalu di hormati dan di utamakan dibanding yang lain.”
Terdengar cukup arogan dan Bossy memang, tetapi, ia tahu Agra pasti memiliki alasan dari semua peraturan yang telah diterapkan.
Walau begitu ia tetap saja merasa kesal bila Livia memanggilnya nona. Apa lagi di tengah keramaian, karena itu semua pasti akan menjadi perhatian orang di sekitarnya.
“Maaf, Nona,” ucap pelan Livia.
Alisya hanya mendengus kesal, memilih untuk kembali fokus pada sayuran di depannya, tanpa menghiraukan orang yang sedang mencuci pandang padanya saat ini.
Livia langsung bersikap tegas, menegakkan tubuhnya, dan menatap tajam orang-orang yang berani memperhatikan Alisya.
Mereka berjalan di area super market lebih dari satu jam, Alisya yang memang senang senang berada di luar, tampak menikmati setiap kegiatan belajanya.
Livia selalu mengikuti langkah Alisya ke mana pun melangkah, gadis itu juga bisa melihat beberapa anak buah Agra yang mengawasi mereka dari jauh.
“Livia, bagaimana kalau kita mampir dulu ke kafe, sepertinya itu akan menyenangkan,” ajak Alisya, setelah mereka keluar dari area super market.
Livia mengangguk, lalu memberi kode kepada salah satu anak buah Agra yang tidak jauh darinya, untuk membawa semua belanja ke dalam mobil.
“Mari, Nona Alisya,” ucapnya, setelah selesai berbicara dengan anak buahnya Agra.
Alisya mengaguk, lalu berjalan terlebih dahulu menuju Kafe yang masih berada di mall tersebut. Livia langsung mengikuti langkah Alisya dengan pandangan mengedar, waspada.
Beberapa saat kemudian, keduanya sudah berada di dalam sebuah kafe, Alisya dan Livia bahkan sudah memesan menu dan kini mereka sedang menunggu.
__ADS_1
Getar ponsel Alisya yang berada di atas meja, mengalihkan perhatian keduanya yang sedang mengobrol santai.
“Halo, Kak,” sapa Alisya.
“Halo, sayang. Kamu lagi di mana?” tanya Agra begitu mendengar suara istrinya.
“Aku sedang di kafe, baru aja selesai belanja bulanan sama Livia,” jawab Alisya, dengan senyum sumringah di wajahnya.
“Hem, aku juga sedang berada di Mall, baru saja selesai pertemuan dengan klien. Di mana kamu sekarang, biar aku menyusul,” ucap Agra. Ia yang sedang berjalan keluar dari sebuah restoran bintang lima, tampak mengedarkan pandangannya mencari sang istri.
“Ah, aku sudah menemukanmu, sayang,” sambungnya lagi, saat matanya menemukan sosok yang ia cari.
Livia langsung berdiri dan membungkuk hormat saat melihat kedatangan Agra.
“Selamat datang, Tuan,” ucapnya.
Agra mengangguk samar sebagai jawaban. Beralih menuju kursi yang tadi di duduki oleh Livia dan duduk tepat di hadapan Alisya.
Sedangkan Livia memilih berdiri di samping Edo.
“Kalian berdua boleh pergi,” perintah Agra. Ia sedang ingin menikmati waktu berdua dengan Alisya.
“Baik, Tuan. Kami berdua permisi” ucap Edo, sekaligus mewakili Livia.
Setelah itu keduanya memilih tempat duduk lumayan jauh dari keberadaan Agra dan Alisya, tetapi, masih bisa melihat dan mengawasi keselamatan dua orang itu.
Promo lagi ya, dari salah satu karya keren temen literasi aku, jangan lupa mampir😊
Author: Santi Suki
Judul: Ayu sang penakluk
Blurb:
Ayu gadis belia yang suka rebahan dan menonton anime sambil ngemil. Kurangnya gerak membuat tubuh Ayu menjadi gendut. Karena tubuhnya yang besar dia dijuluki "Baby Hui". Saat menghadiri pesta ulang tahun Aries–orang yang disukainya, Ayu dipermalukan di sana, sehingga berjanji akan membalas dendam kepada semua orang yang suka membully dan menghinanya.
Dengan bantuan dan dukungan dari Aprilio, hanya dalam waktu dua Minggu berat badan Ayu turun dari 80kg menjadi 45kg. Penampilan Ayu pun berubah menjadi cantik, langsing dan singset. Membuatnya menjadi incaran para kaum Adam.
Leo salah satu Pangeran Kampus menjadi panik karena kini banyak laki-laki yang suka kepada Ayu. Maka dia pun berbagai cara untuk mendapatkan cinta Ayu.
Setelah berhasil membalas kepada orang yang sudah membully dan menghinanya dahulu, kini Ayu memutuskan untuk mencari cinta sejatinya. Dia dilema harus memilih antara Aries si cinta pertamanya, Leo si Pengagum Rahasia, atau Aprilio yang selalu bersamanya sejak kecil di saat suka maupun duka.
Pilihan Ayu ternyata membuatnya harus banyak melakukan perjuangan dan pengorbanan. Siapakah yang dipilih oleh Ayu?
...🦅...
...🦅...
...TBC...
Maaf kemarin aku gak up, dikarenakan ada acara keluarga di liar kota. terima kasih semuanya🙏😊
__ADS_1