Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Berbagi Cinta: Antara Kita


__ADS_3


" Wah gambar Aunty cantik sekali...!" Ayu berjingkat kaget karena tiba-tiba ada suara riang anak kecil di sebelahnya.


" Eh... Cantik, sama siapa kamu di sini sayang ?" Ayu melihat ke seluruh taman siapa tau ada Bu Nawang di sekitar sana.


" Rara ke sini sama Papa, tuh..!" jawab Naura menunjuk ke arah seorang lelaki dewasa yang terlihat sedang memperhatikannya tidak jauh dari sana.


Ayu tersenyum lalu mengangguk samar sebagai tanda sapaan kepada lelaki yang di sebut Papa oleh Naura.


" Aunty...Aunty gambar itu boleh buat Rara ga ?" tanya Naura menunjuk gambar yang baru saja Ayu buat.


" Cantik mau gambar ini ?" tanya Ayu memperlihatkan gambarnya pada Naura.


Naura langsung mengangguk semangat.


Ayu tersenyum senang melihat Naura yang sangat antusias pada gambarnya.


" Eumm... kasih gak ya..?" Ayu mengetuk-ngetuk jari telunjuknya seakan sedang berpikir.


" Aunty... " rajuk Naura menggoyang-goyangkan lengan Ayu.


" Hahaha..... Baiklah, ini buat cantiknya Aunty " Ayu akhirnya memberikan gambar itu pada Naura.


" Asiiikkk.... Makasih Aunty, Rara sayang Aunty...muach " riang Naura sampai melompat-lompat sambil memeluk kertas bergambar itu lalu di akhiri dengan mencium pipi Ayu.


Ada rasa hangat yang menjalar di dalam relung hatinya saat mendapat perlakuan seperti itu dari anak sekecil Naura.


" Rara, Ayo sayang kita sudah di tunggu Nenek " lelaki yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka mengusap puncak kepala Naura sayang.


Saking senangnya memperhatikan Naura Ayu sampai tak sadar kalau lelaki tadi sudah berada di dekatnya.


" Ayo Aunty ikut sama Rara..!" Ajak Naura menarik lengan Ayu.


" Maaf sayang Aunty gak bisa, Aunty lagi di tunggu suami Aunty di luar " tolak Ayu halus.


" Yaah... " lemas Naura.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita keluar bareng saja, kebetulan Nenek nya Naura juga nungguin di luar kok " lelaki itu menyarankan.


" Baiklah kalau begitu "


" Yeay...! Ayo Aunty..!" Naura langsung berteriak kegirangan dan menarik tangan Ayu untuk berjalan bersama.


Sampai di parkiran, ternyata Radit juga sedang berada di sana, Radit melihat kalau Ayu keluar sambil menggandeng seorang anak kecil, dengan seorang lelaki di bekangnya.


Hati Radit langsung memanas, melihat Ayu terlihat tersenyum cerah bersama dengan mereka.


Dengan cepat Radit langsung menghampiri Ayu dan menarik tangan Ayu dengan Kasar, sampai Ayu sedikit terhuyung dan hampir jatuh.


Untung saja Naura langsung di tahan oleh Papanya, jadi dia tidak ikut terbawa oleh tarikan Radit.


"Woi ! jangan Kasar dong loe jadi orang...!" sentak Papa Naura tidak terima dengan perlakuan Radit.


"Apa loe hah..?! Ini urusan gue sama dia !" teriak Radit


"Sudah ... sudah! Apa sih kalian? Di sini tuh ada anak-anak." Ayu menyela perdebatan antara dua lelaki dewasa itu.


Papanya naura langsung diam dan memilih untuk menggendong Naura.


"Ayo..!" sarkas Radit menarik Ayu kedalam mobil mereka.


BRAK...


Radit membanting pintu mobil dengan keras.


"Oh, jadi ini alasan kamu gak mau aku ajak istirahat hah?" bentak Radit beralih pada Ayu


"Gara-gara mau ketemu lelaki itu, iya?!" murka Radit dengan mata yang sudah memerah.


"Enggak Bang, kita cuma kebetulan ketemu tadi, Nenek dari anak itu adalah langganan butik aku, dan anak itu pernah di ajak ke butik beberapa hari yang lalu." jelas Ayu.


"Gak usah banyak alesan kamu, bilang aja mau buat aku cemburu kan, pake senyum-senyum segala!" tuduh Radit menunjuk wajah Ayu.


"Astagfirullah...Bang, aku gak kayak gitu, Abang juga tau kan aku gimana? Aku gak mungkin ngelakuin itu Bang" bantah Ayu dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bagi aku komitmen adalah nomor satu, gak pernah terpikirkan sedikitpun sama aku, untuk mengkhianati rumah tangga kita Bang." lirih Ayu.


Ayu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, tak mampu lagi menahan tangisnya.


Radit terdiam melihat istri pertamanya menangis tersedu di hadapannya.


Perlahan Radit mengulurkan tangannya menyentuh pundak bergetar milik Ayu.


"Maaf," ucap Radit penuh penyesalan.


Dia terlalu cemburu hingga dirinya dikuasai oleh cemburu buta nya.


Radit membawa Ayu kedalam pelukannya berusaha menenangkan nya.


Tadi Radit berencana untuk menyusul Ayu. Karena belum juga kembali dan ponselnya juga tidak bisa di hubungi.


Tapi ternyata, mereka malah bertemu di parkiran dan berakhir salah paham seperti ini.


"Maafin Abang Ay, Abang terlalu cemburu tadi melihat kamu tersenyum kepada lelaki lain," jelas Radit sambil mengelus-elus punggung Ayu.


'Melihat aku tersenyum kepada lelaki lain saja kamu sudah seperti ini Bang, lalu bagaimana aku yang harus melihatmu bermesraan dengan wanita lain, di depan mata ku sendiri?' gumam miris Ayu dalam hati.


Mereka berdua cukup lama dalam keadaan berpelukan, sampai dering ponsel milik Radit menyadarkan kedua suami dan istri itu dari rasa damai.


Ayu merasa ada sedikit kehilangan dalam dirinya ketika Radit melepaskan pelukan hangatnya.


"Tidur?" gumam Radit melihat Ayu yang telah memejamkan matanya rapat.


Ternyata itu adalah telpon dari Mala yang menanyakan keberadaan Radit.


Radit mengusap puncak kepala Ayu yang tertutup hijab sebelum akhirnya keluar dari mobil sambil terus berbicara dengan Mala.


Ayu membuka matanya setelah memastikan Radit sudah jauh, Ayu menatap sendu kepergian Radit.


'Apakah seperti ini rasa sakit harus berbagi...?'


__ADS_1


__ADS_2