
~•Happy Reading•~
Mathias telah bangun pagi, berolah raga ringan di dalam cabinnya, sebelum beraktivitas. Setelah mandi dan berpakaian kerja, dia hanya minum air mineral hangat. Kemudian keluar cabin menuju ruang kerjanya. Dia mencoba tidak mengingat peristiwa yang baru dialaminya. Pengkhianatan Angel membuatnya, berpikir lagi tentang kisah percintaannya yang miris dan menyakitkan.
Selama hampir 2 tahun ini, dia berusaha menjaga dirinya dan juga Angel, agar berpacaran pada rel yang benar. Karena dia berpacaran bukan hanya untuk bermain-main atau iseng. Apalagi usianya sudah lebih dari 30 tahun. Sehingga ketika berpacaran dengan Angel, dia menjalaninya dengan serius. Karena melihat sikap Angel, dia berpikir Angel wanita yang baik.
Sehingga apa yang dilakukan oleh Angel merupakan pukulan yang berat baginya sebagai seorang laki-laki. Dia telah merencanakan untuk membangun rumah tangga bersama Angel. Mathias percaya semua yang dikatakan Angel. Memang selama ini, dia belum bisa memenuhi apa yang diinginkan Angel. Tetapi dengan berkembang kariernya sebagai Advokad, dia tahu lambat laun kehidupan ekonominya makin lebih baik.
'Ternyata ada wanita yang hatinya tidak secantik wajahnya. Kecantikan wajah jika tidak dibarengi dengan hati yang baik, bisa mencelakai orang lain. Terutama laki-laki bodoh yang tergiur pada kecantikan paras.' Mathias membatin, kesal dan marah terhadap dirinya sendiri.
Untuk mengurangi kegeraman hatinya, Mathias berdiri di depan jendela dan menarik krey untuk melihat lalu lintas di jalan raya yang mulai padat. Dia merenungi semua yang terjadi dan dialaminya. 'Hidup ini seperti sebuah kendaraan yang sedang melaju di jalan raya. Harus terus berjalan, walaupun ada hujan deras atau sedikit insiden, agar bisa sampai ke tempat tujuan.' Mathias membatin dengan rahang mengeras.
'Jika terjadi sesuatu, jangan menghentikan kedaraan dengan tiba-tiba, karena itu akan membuat kecelakaan atau tabrakan beruntun. Entah kita yang celaka atau mencelakai orang lain.' Mathias berpikir dalam diam.
'Aku mungkin tidak berarti bagi Angel, sehingga dia dengan gampang menghianatiku. Tetapi ada orang yang memerlukan bantuanku. Aku masih memiliki tanggung jawab kepada orang yang mempercayakan persoalan untuk dibantu.' Mathias mengingatkan dan menyemangati dirinya supaya terus berjuang.
Mathias menurunkan krey jendela dan duduk di kursi kerjanya. Kemudian dia mengeluarkan laptop dan dokumen yang ada dalam tas kerjanya untuk mulai bekerja.
Ketika melihat ponsel dan dompet Angel dan teman laki-lakinya yang ada dalam tas kerjanya, dia teringat peristiwa yang terjadi. 'Biarkan mereka mengurusnya sendiri.' Ucap Mathias dalam hati, dengan kesal dan memasukannya kembali ke dalam tas, tanpa berusaha melihatnya.
Dia menyiapkan semua dokumen perkara yang sedang di tanganinya. Tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk. "Masuuuk... Ada apa Bagas?" Tanya Mathias, saat Bagas telah masuk ke dalam ruang kerjanya.
__ADS_1
"Selamat pagi, Pak. Tadi saya dihubungi oleh asisten Pak Erwin Senjaya. Beliau ingin bertemu dengan bapak hari ini untuk makan siang. Apakah saya bisa mengiyakan permintaannya? Menurutnya ada permasalahan perusahaannya yang memerlukan bantuan hukum dari bapak." Ucap Bagas, menjelaskan.
"Boleh... Kau buat janji dengannya, dan beri tahu saya tempatnya. Untuk kerja sama, tunggu saya bertemu dengannya baru diputuskan." Ucap Mathias, karena dia ingin mengalihkan perhatiannya dari persoalan percintaannya yang kandas.
"Baik, Pak... Saya keluar sebentar untuk membeli sarapan untuk bapak." Ucap Bagas, dan segera meninggalkan ruang kerja Mathias. Dia tahu, bossnya belum sarapan. Setelah ditinggal Bagas, Mathias mencari berita tentang orang yang bernama Erwin Senjaya dan mempelajari siapa sebenarnya calon clientnya.
Ketika mengetahui calon clientnya, Mathias bersemangat untuk bekerja lagi. Masih ada orang yang memerlukan bantuan dan menganggapnya berarti.
Beberapa saat kemudian, Bagas kembali membawa roti dan kopi instant panas untuk sarapan Mathias. "Pak, sarapan ini dulu. Nanti agak siang baru saya pesan makanan yang agak berat. Hanya ini yang saya temukan di mini market sebelah." Ucap Bagas.
"Iyaa, trima kasih. Letakan saja di meja itu, nanti saya makan." Ucap Mathias sambil menunjuk meja tamu dengan wajahnya.
Bagas tahu, bossnya sedang sedih atas hubungannya dengan Angel. Karena mereka telah berhubungan cukup lama dan bossnya sangat menyayanginya. Selama ini, biarpun bossnya lagi sibuk tetapi kalau Angel memerlukan bantuannya, bossnya selalu mengutamakannya.
'Kadang-kadang bossnya mengorbankan keperluan kantor, jika Mba' Angel minta dibeliin sesuatu. Baik itu baju, tas atau sepatu. Katanya untuk menunjang kariernya, karier ular tangga.' Bagas membantin dan tersenyum mengingat ucapan bossnya.
Kemudian Bagas menghubungi asisten Pak Erwin untuk memastikan yang diucapkannya lewat telpon tadi. Setelah mendapatkan kepastian, Bagas kembali ke ruang kerja Mathias.
Mathias yang sedang sarapan mendengar ketukan di pintu. "Masuk... Bagaimana, Bagas?" Tanya Mathias setelah Bagas masuk ke ruangannya. Dia meletakan roti di tangannya, karena mau berbicara dengan Bagas.
"Saya sudah menghubungi asisten Pak Erwin, Pak. Beliau ingin bertemu dan makan siang dengan bapak di DC Restaurant Vip." Ucap Bagas, dan Mathias mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Baiklah... Nanti tolong kau periksa dokumen beberapa kasus ini dan datain, ya. Kasus mana yang harus didahulukan penanganannya." Ucap Mathias, sambil menyerahkan tumpukan data kasus.
Menjelang waktu makan siang, Mathias mengendarai motor sportnya menuju DC Restaurant Vip untuk bertemu dengan Erwin Senjaya. Mereka akan melakukan pertemuan bisnis dan makan siang di sana.
Sebelum bertemu dengan Erwin, Mathias telah mengetahui siapa sebenarnya client yang akan ditemuinya. Erwin Senjaya adalah seorang pengusaha muda yang sudah memiliki perusahaan yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.
Saat tiba di Restoran, Erwin telah menunggunya bersama asistennya. "Thank u, Pak Mathias." Ucap Erwin, sambil berdiri menyambut kedatangan Mathias dengan hati senang, karena Mathias mau bertemu dengannya.
"Sama-sama, Pak Erwin." Ucap Mathias, sambil menyambut salam hangat dari Erwin dan duduk di kursi depannya. Kemudian Erwin mempersilahkan pelayan untuk menyajikan menu makan siang mereka.
Setelah selesai makan siang, Erwin menyampaikan maksud pertemuannya dengan Mathias. "Pak Mathias, saya memerlukan bantuan anda untuk menangani perkara perusahanku yang ada di Surabaya." Ucap Erwin, sambil menjelaskan permasalahan hukum yang sedang dihadapinya di Surabaya.
"Baik, Pak Erwin. Nanti saya akan mempelajari kasusnya. Mungkin saya perlu ke Surabaya untuk memastikan semua yang berhubungan dengan kasusnya." Ucap Mathias setelah mendengar permasalahan perusahaan Erwin.
"Baik, saya akan menyiapkan semua akomodasinya. Pak Mathias katakan saja kapan akan berangkat ke Surabaya, nanti Asisten saya akan menyiapkan semua keperluan Pak Mathias di sana." Ucap Erwin senang, karena Mathias mau menerima kasus perusahaannya. Dia sudah mendengar kehebatan Mathias dalam membela kasus-kasus yang ditanganinya. Beberapa rekan bisnis merekomendasikannya sebagai pembela dalam kasus perusahaannya.
"Baik, Pak Erwin. Saya akan menindak lanjuti hasil pertemuan ini dan nanti asisten saya akan menghubungi asisten Pak Erwin. Tolong anda persiapkan semua dokumennya, dan berikan kepada asisten saya. Agar saya bisa putuskan, kapan waktunya ke Surabaya." Ucap Mathias kepada asisten Erwin dan pamit untuk berpisah. Karena ada kasus TQ yang harus ditanganinya.
Kemudian mereka berpisah di depan DC Restsurant Vip. Erwin Senjaya terkejut melihat Mathias meninggalkan tempat parkir dengan motor sportnya. 'Benar-benar seorang pria yang menarik dan keren.' Ucap Erwin, mengagumi Mathias dalam hatinya.
~●○♡○●~
__ADS_1