
...~•Happy Reading•~...
Di sisi yang lain ; Richo sedang tidur, karena kondisi tubuhnya sedang kurang sehat. Sehingga seharian dia hanya tinggal di kamar kost untuk beristirahat.
Tiba-tiba pintu kostnya diketuk berulang kali karena tidak sabaran. Richo bangun perlahan dan berjalan ke pintu untuk membukanya untuk mengetahui siapa yang datang.
Richo sangat terkejut melihat Angel berdiri di depan pintu kamar kostnya. "Apa yang sedang kau lakukan di tempat ini, di jam segini?" Tanya Richo, melihat Angel berdiri dengan tas di tangan di waktu sudah lewat tengah malam dan hampir Subuh.
"Minggir dulu, aku mau masuk dan istirahat, karena sebentar lagi aku ambruk. Dan jangan tanya, karna sekarang aku sedang tidak ingin berbicara. Kalau berbicara, aku bisa memukulmu." Ucap Angel, sambil mendorong Richo supaya minggir agar dia bisa masuk ke kamar kost.
"Apa kau tidak tau, kita tidak bisa tidur di sini bersama? Dan sekarang aku ngga bisa kemana-mana, karna sedang tidak sehat." Ucap Richo, yang merasa tubuhnya yang belum pulih sepenuhnya.
Angel tidak menanggapi komplain Richo, dia tetap duduk di tempat tidur. Karena dia sendiri dalam kondisi yang tidak baik dan sangat mengantuk, sehingga dia kepingin tidur.
Melihat itu, Richo tidak bisa berkata-kata. Karena jika Angel sudah dalam mode seperti itu, susah untuk dibilangin. "Baiklah, kau tidur di sini. Nanti pagi baru kita berbicara. Aku akan ke tempat temanku." Ucap Richo, sambil mengambil dompet dan ponselnya lalu keluar kamar meninggalkan Angel yang sedang kesal dan mengantuk
Dalam perjalanan ke tempat kost temannya yang tidak jauh dari tempat kostnya, Richo terus berpikir. 'Apalagi yang sudah dilakukan Angel atau apa yang sudah dilakukan Barra kepada Angel?' Tanya Richo dalam hati.
'Padahal sebelumnya, Angel bilang senang bersama Barra, kenapa tiba-tiba dia kabur darinya hampir Subuh begini?' Richo berpikir dan bertanya terus dalam hati.
'Pagi-pagi aku harus kembali ke tempat kost dan berbicara dengan Angel. Jangan sampai Barra mencarinya dan terjadi hal yang tidak diinginkan.' Ucap Richo lagi dalam hati.
Setelah tiba di kamar kost temannya, dia mengetuk pintu dan memanggil nama temannya. Ketika temannya membuka pintu, Richo langsung masuk karena dia sudah tidak tahan rasa kantuk dan ingin tidur.
Saat masuk ke kamar temannya, dia terkejut. Ternyata temannya tidak sendiri, ada seorang wanita sedang tidur. "Sorry. Aku mengganggu, karna Angel tiba-tiba datang. Aku ingin tidur sejenak, karna badanku belum pulih." Ucap Richo, saat temannya melihat tidak mengerti atas kehadirannya yang tiba-tiba.
Temannya segera mengambil kasur lipat dan memberikannya kepada Richo agar bisa tidur di kamarnya. Sedangkan dia kembali naik ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu.
__ADS_1
Tempat kost temannya bebas, tidak ada aturan seperti aturan yang berlaku di tempat kost Richo. Jadi dia bisa membawa wanita untuk tidur di tempat kostnya kapan saja dia mau.
Sebenarnya Richo ingin pindah ke tempat kost temannya, mengingat Angel sering datang tiba-tiba ke tempat kostnya. Tetapi dia sering batal pindah karena lingkungan dan tempat kost temannya tidak sebagus dan senyaman tempat kostnya.
Richo memejamkan mata dengan terpaksa, agar bisa tidur. Dia harus cepat pulih, karena Angel sedang bermasalah. Kalau tidak, dia bisa terlibat masalah karena Angel.
Saat pagi tiba, Richo bangun dan meninggalkan tempat kost temannya. Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kamarnya tidak berAC, sehingga sangat panas. Kipas angin yang ada di kamar temannya hanya kecil dan tiga orang dalam kamar membuat suhu ruangan makin panas.
Richo membuka kamar kostnya, ternyata tidak dikunci oleh Angel, dan langsung masuk. Melihat Angel sedang tidur dengan nyenyak, Richo menjadi kesal. Dia segera mengunci pintu dan naik ke tempat tidur dan ikut tidur di samping Angel.
Richo tidak perduli lagi tentang peraturan yang berlaku. Karena yang ada dipikirannya hanya ingin tidur dengan nyenyak.
Setelah beberapa waktu tertidur, Richo terbangun karena tendangan Angel. Dia bangun dengan kesal, dan duduk di tepi tempat tidur. Dia langsung memukul kaki Angel dengan keras, kemudian keluar mencari makan.
Karena perutnya sudah lapar dan waktu menunjukan tidak untuk sarapan lagi, Richo langsung makan makanan yang berat seperti untuk makan siang. Dia mencari obat di mini market dan langsung meminumnya.
Saat sampai di tempat kostnya, Angel sudah bangun dan mandi. "Mana sarapanku? Apa kau tidak pergi cari sarapan?" Tanya Ambar kesal, saat melihat Richo kembali dengan tangan kosong.
"Pergi cari sendiri makanmu. Apa kau tidak lihat waktu? Sekarang bukan lagi waktunya sarapan. Sana keluar cari makan siang." Ucap Richo, kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Dia sengaja tidak membeli makanan untuk Angel, agar Angel bisa keluar cari makan dan dia bisa tidur sejenak selama Angel keluar cari makan.
Mendengar yang dikatakan Richo, Angel mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Dia terkejut melihat waktu, hampir jam 11.00 siang. Dia mengambil tas kecilnya dan langsung keluar kamar sambil menutup pintu dengan kesal.
Richo tidak memperdulikan Angel yang sedang kesal. Karena dia hanya ingin meneruskan tidurnya yang terganggu akibat perbuatan Angel.
Tidak lama kemudian, Angel kembali dan membangunkan Richo. Hal itu membuat Richo terkejut dan marah. "Apakah kau tidak tidak bisa lihat, aku ini lagi tidak sehat dan harus beristrihat?" Ucap Richo kesal, kemudian bangun dan duduk di tempat tidur.
__ADS_1
"Sekarang bilang apa maumu dan keluar dari kamar kost ini." Ucap Richo yang sudah emosi.
"Ini juga tempat kostku, karna aku yang membayarnya." Ucap Angel, lantang. Mendengar yang dikatakan Angel, Richo makin emosi.
"Kapan kau membayarnya? Sejak kau tidak tinggal di sini, aku yang membayarnya." Ucap Richo, sambil melihat Angel dengan tajam.
"Tapi uangnya, dari aku. Memangnya kau ada kerja apa sampai ada uang?" Tanya Angel tidak mau kalah. Mendengar itu, Richo berdiri dan mencekik lehernya.
"Kau bilang itu uang darimu? Lalu kau bisa hidup enak itu, siapa yang mencarinya untukmu? Apa kau tiba-tiba dapat bertemu dengan para laki-laki kaya itu?" Tanya Richo kalap, sambil terus mencengkram leher Angel.
Angel memukul tangan Richo dengan keras agar bisa melepaskan tangannya dari lehernya. Richo melepaskannya dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Kalau itu maumu, sekarang tinggal di sini dan urus sendiri hidupmu. Jangan coba-coba mencariku, aku akan mematahkan lehermu." Ucap Richo, sambil turun dari tempat tidur dan mengambil handuknya untuk mandi.
Saat Richo sedang mandi, Angel mulai sadar dan berpikir. Kalau Richo meninggalkannya bisa gawat, apalagi dia sedang kabur dari Barra.
Hal itu membuat dia merubah sikapnya, saat Richo keluar dari kamar mandi. "Richo, soriiii. Tadi aku masih emosi karena perlakuan Barra. Jadi aku melampiaskan padamu." Ucap Angel pelan, dan menunjunkan rasa bersalah agar Richo mau memaafkannya.
"Memangnya apa yang Barra lakukan padamu, sampai kau lupa diri dan berlaku kurang ajar kepadaku?" Tanya Richo yang mulai surut emosinya.
"Pertama-tama dia baik, aku dibiarkan tinggal di apartemennya dan memanjakanku. Tetapi beberapa waktu belakangan ini, dia sering datang dengan teman-temannya ke apartemen dan mabuk-mabukan." Ucap Angel, mulai menceritakan.
"Yaaa, itu apartemennya. Jadi biarkan saja dia kumpul dengan teman-temannya. Mengapa kau merasa terganggu dengan kehadiran teman-temannya?" Tanya Richo, tidak mengerti dengan tindakan Angel.
"Kalau dia hanya mabuk-mabukan dengan teman-temannya aku tidak perduli. Tetapi dia membiarkan teman-temannya mengerjaiku." Ucap Angel menunjukan sedang emosi dan mulai menangis agar Richo mempercayai yang diceritakannya.
Richo hanya diam tidak bisa berkata-kata mendengar yang dikatakan Angel. 'Kalau yang dikatakan Angel benar, Barra sudah keterlaluan. Tetapi aku harus berbicara dengan Barra.' Ucap Richo dalam hati. Kemudian dia mengganti bajunya dan keluar meninggalkan Angel.
__ADS_1
...~●○♡○●~...