MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT
Orang Tua Angel.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Setelah meninggalkan kantor Mathias, orang tua Angel duduk dalam mobil dengan rasa malu. Om Angel yang menunggu di dalam mobil bingung melihat raut wajah Papa Angel yang duduk di sampingnya.


Mama Angel yang duduk di belakang bersama Angel tiba-tiba berteriak histeris, memukul dan menjambak rambut Angel yang duduk di sebelahnya dengan sekuat tenaga. "Kau yang membuat kami harus datang dari Makassar, karna mendengar semua kebohonganmu." Ucap Mama Angel, sambil memukul Angel dengan tangannya berulang kali.


Mama Angel tidak tahan dengan yang dirasakan hatinya. Sehingga tidak malu lagi dengan adik iparnya (Jefry) yang menatapnya dari depan dengan terkejut. Mama Angel merasa sangat malu mendengar apa yang dikatakan oleh Mathias. "Kau bilang Mathias meninggalkanmu, setelah tidur denganmu? Lalu tadi lelaki yang tidur denganmu itu, bernama Mathias juga?" Tanya Mama Angel yang emosi.


"Kau diberikan tempat tinggal gratis, dapat laki-laki yang baik, tetapi tidak bersyukur. Malah berbuat tidak senono di tempatnya. Aku benar-benar malu telah melahirkanmu." Ucap Mama Angel, sambil terus memukul dan menjambak Angel sampai tidak bertenaga lagi.


Suaminya yang duduk di depan tidak bisa berbuat apa-apa atau berusaha untuk mencegah yang dilakukan oleh istrinya terhadap Angel, anaknya. Papa Angel hanya tertunduk malu, mengingat semua yang dikatakan Mathias. Sebagai seorang laki-laki, beliau bisa mengerti kemarahan Mathias. Dari apa yang ditunjukan Mathias kepada laki-laki yang satunya, Papa Angel menarik kesimpulan, itu laki-laki lain lagi yang difoto Mathias.


Beliau tidak menyangka, anak yang disayang dengan menuruti semua keinginan dan percaya semua ucapannya bisa menipu orang tuanya dengan tidak merasa bersalah. 'Kami telah salah mendidiknya selama ini.' Ucap Papa Angel dalam hati dengan wajah tertunduk sedih.


"Siapa laki-laki yang ada di ponsel Mathias? Siapaaa...? Kau benar-benar telah melacurkan dirimu. Anak tidak tau maluuu..." Teriak Mamanya, dan kembali memukul dan menjambaknya. Angel tidak menjawab, hanya diam sambil memegang kepalanya yang mulai terasa sakit karena rambutnya ketarik.


"Mathias bukan meninggalkanmu setelah tidur denganmu, tetapi justru menangkapmu tidur dengan laki-laki lain. Aku yang datang memakinya saja merasa malu. Tetapi kau dengan tidak tahu malu membawa kami ke hadapannya." Ucap Mama Angel, dengan emosi yang meluap-luap.


Om Angel yang duduk diam dibalik stir mobil teringat pada kejadian sebulan lebih yang lalu, saat pagi-pagi Angel datang ke rumahnya dengan berantakan. Dia katakan tempat tinggalnya habis dirampok dan minta sementara tinggal di rumahnya. 'Angel telah menipu kami juga.' Om Angel membatin.


Sebenarnya Angel tidak menyangka reaksi orang tuanya seperti itu ketika mendengar apa yang dikatakannya. Dia mengatakan itu, hanya untuk meminta bantuan uang dari orang tuanya. Karena dia butuh tempat tinggal setelah di usir oleh Mathias.

__ADS_1


Dia juga membutuhkan pakaian, karena tidak bisa kembali lagi ke apartemen Mathias. Dia tidak menyangka orang tuanya langsung datang dari Makassar dan mengajaknya menemui Mathias dalam kemarahan mereka.


Dan apesnya lagi, bertemu dengan Erwin di tempat Mathias. Benar-benar apes... Padahal dia berencana setelah mendapat uang kiriman dari orang tuanya, dia akan menemui Erwin untuk meminta tolong.


Karena dia belum bisa beli ponsel baru untuk berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk Erwin. Karena dia tidak menghapal nomor telponnya. Orang tuanya dihubungi oleh Tantenya, sehingga dia mengarang cerita sedih kepada orang tuanya.


"Mama, sudaaa... Bukannya dia yang sakit, tetapi kau yang sakit. Biarkan dia menjalani hidupnya, dan biarkan Tuhan yang menghukumnya. Karena telah mempermalukan orang tuanya, berkali-kali lipat." Ucap Papa Angel dari depan, karena melihat istrinya mulai lemas.


Om Angel langsung membawa mobilnya keluar dari tempat parkir depan kantor Mathias. Beliau mulai mengerti persoalan yang terjadi dan tidak sampai hati, mau bertanya kepada kakak iparnya.


Angel masih diam, tidak melihat kondisi Mamanya yang sudah lemas. "Adik Jefry, tolong menepi di depan, aku mau pindah ke belakang." Ucap Papa Angel khawatir, ketika tidak mendengar suara istrinya lagi.


"Kau pindah ke depan, anak tidak berguna. Kondisi Ibumu saja, kau tidak peduli. Kalau tidak takut Tuhan, aku akan minta Om Jefry membiarkanmu di pinggir jalan." Ucap Papa Angel, sambil menarik Angel turun dari mobil untuk pindah duduk di depan.


Papa Angel mendekati istrinya dan mengosok istrinya dengan minyak kayu putih yang diberikan adik iparnya. "Tidak usah pikirkan... Dia sudah dibesarkan dengan semua kemampuan kita. Kalau dia memilih hidup seperti itu, biarkan dia menjalaninya." Ucap Papa Angel, sambil menggosok tengkuk istrinya yang hanya diam sambil air matanya mengalir.


"Biarkan dia sendiri yang tanggung akibat dari perbuatannya. Dia bukan anak kecil lagi yang harus dipukul, baru bisa mengerti telah lakukan kesalahan." Ucap Papa Angel sambil terus menggosok tengkuk istrinya.


Melihat itu, Om Angel mengambil air mineral yang ada di sampingnya dan memberikannya kepada Papa Angel untuk diberikan kepada Mama Angel.


Kemudian Om Angel menjalankan mobilnya lagi, sambil menggelengkan kepala, melihat sikap Angel. Tidak merasa menyesal, melihat kondisi kedua orang tuanya akibat perbuatannya.

__ADS_1


Angel sedang shock dengan kondisi yang terjadi di ruang kerja Mathias. Dia berpikir lain, ketika orang tuanya mengajak ke kantor Mathias. Dia berharap dengan kehadiran orang tuanya, Mathias mau bertemu dengannya. Agar dia bisa meminta Mathias mengembalikan ponsel dan tas yang berisi dokumen pribadinya.


Dia tidak menyangka Mamanya bisa bersikap kasar dengan memaki Mathias. Sehingga hilang peluang untuk mendapatkan barang berharganya. Terutama dia mau meminta tasnya, karena ada kunci mobil di dalamnya. Dia sudah memikirkan akan menjualnya untuk keperluan mencari tempat tinggal. Ternyata, ada Erwin dan telah memintanya. Pasti Mathias akan memberikannya kepada Erwin.


Semua yang dipikirkannya berantakan, membuat dia tidak memikirkan kondisi Mamanya sedang lemas. Karena dia sendiri bleeeng... Saat melihat Mathias dan Erwin ada dalam satu ruangan.


Melihat kondisi istrinya yang kurang baik, Papa Angel berpikir cepat. "Adik Jefry, tolong ke Rumah Sakit atau klinik yang terdekat dari sini, ya." Ucap Papa Angel, khawatir dengan kondisi istrinya.


"Tidak usah, Pa. Kita pulang ke rumah saja, aku mau minum teh panas dan istirahat saja." Ucap Mama Angel, sambil memegang tangan suaminya. Mendengar itu, Om Angel langsung menelpon istrinya di rumah untuk siapkan minuman panas untuk kakaknya. Supaya ketika mereka sampai di rumah, minumannya sudah bisa langsung diminum.


Setelah sampai di rumah, mereka telah disediakan minuman dan kue. Mama dan Papa Angel hanya minum dan masuk ke kamar mereka. Begitu pun dengan Angel, dia masuk ke kamarnya tanpa minum karena masih shock.


Melihat situasi yang tidak baik, Tante Angel mendekati suaminya. "Pa, apa yang terjadi? Apakah tidak bisa bertemu dengan Mathias?" Tanya Tante Angel, melihat wajah kakaknya yang tidak baik-baik saja.


"Aku tidak tau, mereka bertemu atau tidak. Karena aku hanya tunggu di mobil. Tetapi dari pembicaraan di mobil, sepertinya bertemu. Tetapi tidak seperti yang dikatakan Angel. Karena setelah dalam mobil, kakakmu memukul Angel. Nanti kau tanya saja kakakmu, supaya lebih jelas. Karena aku tidak tahu pastinya seperti apa." Ucap Om Angel, sambil meninggalkan istrinya.


Tante Angel duduk terhenyak, mendengar yang dikatakan suaminya. Karena baginya, sesuatu yang luar biasa telah terjadi jika kakaknya sampai memukul Angel. Karena ia tahu, kakaknya sangat menyayangi Angel.


Buktinya, ketika mendengar hal yang buruk terjadi dengan Angel, mereka berdua langsung terbang ke Jakarta untuk menolong Angel. Mereka mau meminta pertanggung jawaban Mathias.


~●○♡○●~

__ADS_1


__ADS_2