MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT
Tidak Kebetulan.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah Mathias tiba di kantor yang baru, dia terkejut. Karena kantornya benar-benar hidup, seperti kantor yang sesungguhnya. Tidak kusam dan suram, seperti saat ditinggalkannya tadi.


"Kalian apakan gedungnya, sampai terlihat seperti sudah ada orang yang  berkantor?" Tanya Mathias, saat turun dari motor dan Ambar mendekatinya.


"Kami bekerja seperti yang Mas minta dan di bantu orang-orang baik." Ucap Ambar sambil memeggang tangan Mathias, menuju pintu utama gedung.


"Mas, tutup mata ya. Aku akan menuntun Mas. Kalau aku bilang angkat kaki, angkat kaki ; buka mata, buka mata, ya." Ucap Ambar, dan Mathias melihatnya dengan serius. Ambar juga mengangguk dengan serius.


Mathias mengikuti yang dikatakan Ambar, Bagas telah berdiri di pintu utama gedung. Mereka telah merencanakan untuk membuat surprise untuk Mathias, ketika melihat lantai utama sudah rapih bersih dan cliiing.


Ambar terus memegang tangan Mathias dan Mathias tetap menutup mata untuk tidak mengecewakan istrinya. Setelah dekat pintu utama, Ambar meminta Mathias angkat kaki. Mathias mengikutinya, dengan banyak tanya di kepalanya.


"Sekarang buka matanya, Mas. Creeeng ... creeeeng." Ucap Ambar sambil membuka tangan kanannya, isyarat untuk Mathias melihat lobby utama yang sudah cliiiing.


Melihatnya, Mathias sangat terkejut. Dia langsung memeluk istrinya dengan erat sambil mencium kepalanya, lamaaa. Dengan mata berembun dia melihat seisi lobby yang diluar pemikirannya.


Mathias melepaskan pelukannya dan memeluk Bagas karena telah membantu dirinya dan Ambar. "Jangan menciumku, Pak. Nanti kepalaku yang ternoda." Ucap Bagas, membuat Mathias melepaskan pelukannya dan meninju pundaknya. Semua yang ada dalam lobby tertawa mendengar yang dikatakan Bagas.


"Ooh iyaa, Mas. Ini bapak-bapak yang membantu kami pindah-pindahkan perabot dan bersih-bersih. Dulunya karyawan Pak Benny ; security, OB dan CS." Ucap Ambar memperkenalkan orang-orang yang telah membantu mereka.


Mathias mengangguk mengerti, dan yang diperkenalkan juga mengangguk hormat. "Bagas, apakah ruanganku sudah bisa dipakai?" Tanya Mathias, serius.


"Sudah bisa, Pak. Tetapi Ibu bilang mau diganti kursi dan kray dulu." Ucap Bagas, menjelaskan.


"Tetapi kalau aku pakai sekarang bisa, kan." Tanya Mathias, masih serius.


"Bisa, Pak. Tinggal nyalakan AC saja." Jawab Bagas, yang belum mengerti maksud bossnya.

__ADS_1


"Ok, mari bapak-bapak ikut saya." Ucap Mathias serius, lalu naik tangga ke ruang kerjanya. Karena lift belum bisa digunakan, Mathias mau diperiksa lagi sebelum di gunakan.


Orang-orang yang membantu mengikuti Mathias tanpa mengerti. Pak Benny memberikan isyarat agar mereka mengikuti saja, karena pikirnya Mathias akan memberikan upah untuk bantuan mereka membersihkan gedung.


Tidak lama kemudian mereka turun dan langsung menyalami dan memeluk Pak Benny. Ambar dan Bagas jadi terkejut melihat yang mereka lakukan, juga dengan Pak Benny.


"Ada apa?" Tanya Pak Benny melihat mata mereka yang berembun. Tiba-tiba ponsel Bagas berbunyi.


📱"Bagas... Kau dan Bu Ambar naik ke ruanganku, yaa." Ucap Mathias, saat Bagas merespon panggilan bossnya.


📱Baik, Pak. Kami naik sekarang." Ucap Bagas, lalu Mathias mengakhiri pembicaraan mereka.


"Ayo, Bu. Kita diminta naik ke ruangan bapak." Ucap Bagas kepada istri bossnya. Ambar memberikan kode kepada Pak Benny agar menunggunya. Pak Benny mengangguk dan mempersilahkan Ambar untuk naik saja.


Setelah tiba di ruangan, Mathias sedang melihat ke jalanan. Dia sangat menyukai kantornya. Dia berbalik ketika mengetahui Ambar dan Bagas telah masuk ke ruangannya.


"Kalian duduk dulu, ada yang mau aku bicarakan. Setelah melihat kondisi gedung ini, dan kalian sudah merapikannya dengan baik, sisanya nanti kita pikirkan sambil jalan." Ucap Mathias serius, saat mereka telah duduk di sofa dalam ruang kerjanya.


"Mereka berempat tadi akan bekerja dengan kita. Nanti setelah ini, minta mereka membawa CV tetapi tidak perlu jadwalkan interview. Tadi saya sudah interview mereka dan telah menerima mereka untuk bekerja di sini." Ucap Mathias masih serius.


"Sedangkan untuk kerja mereka hari ini, Ambar bayar saja sesuai hatimu." Ucap Mathias, sambil melihat Ambar. Bagas dan Ambar jadi mengerti, kenapa mereka berempat turun dan memeluk Pak Benny. Ternyata mereka telah diterima bekerja oleh Mathias.


Tiba-tiba Bagas dan Ambar berdiri bersamaan dan memeluk Mathias. "Apa yang kalian lakukan.?" Tanya Mathias terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ambar dan Bagas.


"Bapak tidak tau apa yang sedang kami lakukan? Biasanya bapak yang paling tau, karna suka sosorrr. Tadi bapak lakukan apa untuk kami? Yaa itu balasan sosorannya." Ucap Bagas, sambil tersenyum.


"Tolong siapkan bayaran untuk mereka, dan Bagas nanti turun bicara dengan mereka. Sementara minta nomor ponsel mereka, agar jika perlu dengan mereka kau bisa menghubungi mereka." Ucap Mathias, detail. Bagas mengangguk mengerti yang dimaksudkan bossnya.


"Bagas, ada punya amplop? Aku tidak membawa, karna tidak menyangka ada yang akan datang membantu kita." Ucap Ambar kepada Bagas, karena dia hendak mengisi uang untuk yang bantu.

__ADS_1


"Tenang saja, Bu. Saya memiliki kotak doraemon." Ucap Bagas, sambil tersenyum lalu mengambil kotak amplop dari dalam ranselnya dan memberikannya kepada Ambar.


Ambar menerimanya dengan hati yang lega dan mulai berpikir tentang cara kerja Bagas yang menyiapkan segala sesuatu untuk semua kemungkinan.


"Trima kasih, Bagas. Ngga enak kalau dikasih tanpa amplop. Dan tempat ini jauh dari warung kecil." Ucap Ambar, yang sudah tenang. Karena dia memikirkannya dari tadi, masa pesan lewat online hanya untuk sekotak amplop.


Kemudian mereka bertiga turun ke lantai dasar. Pak Benny langsung mendekati Mathias dan mengucapkan terima kasih. Karena keempat mantan karyawannya telah diterima bekerja oleh Mathias.


"Iyaa Pak Benny, sama-sama. Saya juga minta trima kasih telah mengajak mereka kemari untuk membantu kami. Sehingga tempat ini sudah seperti kantor yang sesungguhnya." Ucap Mathias, merasa senang. Karena sekaligus mendapat karyawan yang sedang mereka butuhkan.


"Iyaa, Pak Mathias. Mereka tadi juga sangat terharu bisa bekerja lagi di sini. Mereka masih mau bekerja dengan saya, tetapi mereka tidak bisa ikut saya. Karna usaha saya yang baru tidak di sini, tetapi di Jawa Timur." Ucap Pak Benny menjelaskan dan Mathias mengangguk mengerti.


"Oooh, semoga usaha baru bapak di sana bisa sukses dan jangan gampang percaya orang lagi. Kalau ada apa-apa, hubungi saya saja. Saya akan senang hati membantu seperti sebelumnya." Ucap Mathias, sambil menyalami Pak Benny.


"Trima kasih, Pak Mathias. Sukses juga untuk pekerjaan dan kantor baru bapak." Ucap Pak Benny, terharu.


"Bagas, sudah minta nomor telponnya? Biar kita bisa pulang. Nanti besok kembali lagi untuk melihat yang kurang. Bapak-bapak bisa membawa data dirinya besok ke sini, dan berikan saja sama Mas Bagas." Ucap Mathias, setelah selesai bicara dengan Pak Benny.


"Iyaa, Pak. Ini sudah hampir selesai, kalau bapak mau pulang duluan, silahkan. Nanti saya matiin lampu dan kunci pintunya." Ucap Bagas, khawatir bossnya sedang buru-buru.


"Ngga papa. Kami tunggu agar bisa pulang sama-sama." Ucap Mathias yang tidak mau meninggalkan Bagas sendiri.


"Pak, kami yang matikan lampu dan AC saja, karna biasa melakukan." Ucap mantan security Pak Benny kepada Mathias.


"Ooh iyaa, trima kasih. Tolong dimatiin semua ya, nanti besok baru kita bicarakan lagi." Ucap Mathias senang melihat kesigapan calon security kantor barunya.


Setelah semuanya selesai, mereka semua keluar di halaman depan kantor yang juga sebagai tempat parkir. Kemudian Bagas mengunci pintu dan menyerahkan kuncinya kepada bossnya.


Ambar mendekati mereka berempat dan memberikan amplop yang sudah disediakannya. Begitu juga dengan Pak Benny, Ambar memberikan amplop karna sangat berterima kasih untuk bantuannya.

__ADS_1


Walaupun ditolak oleh Pak Benny, tetapi Ambar mendesaknya untuk harus menerimanya. Mathias memberikan isyarat kepada Pak Benny untuk menerimanya karena telah membantu dalam banyak hal dan yang telah sabar menunggunya menyelesaikan semua.


...~●○♡○●~...


__ADS_2