
...~•Happy Reading•~...
Mathias menggendong Ibunya turun dari mobil dan mendudukannya di kursi roda yang telah disediakan suster. Kemudian mendorong Ibunya sepanjang tempat parkir menuju ke gedung kantornya.
Semua tamu yang melihat Mathias telah datang, segera turun dari mobil dan memdekati Mathias dan keluarganya. Mathias tersenyum senang melihat kehadiran mereka. Dia tidak menyangka, acara pindah kantornya begitu meriah.
Sari mendekati Bu'denya, salim dan mencium pipinya. Kemudian dia memberikan gunting kepada Bu'denya untuk menggunting pita sebelum masuk ke lobby gedung kantor.
Saat melihat kondisi Lobby, Mathias kembali terkejut, karena di dalamnya sudah ada kursi yang ditata rapi untuk tempat duduk semua yang hadir. Ada juga meja panjang sebagai tempat prasmanan. Mereka akan makan siang bersama sebagai rasa syukur, bisa memiliki kantor yang baru. Semua menu makan siang disiapkan dari Ayam Baqcot Restaurant.
Mathias langsung mencium pelipis Ambar yang ada di sampingnya. Karena dia tahu, semuanya disiapkan istrinya, dibantu Sari dan Bagas.
Yang dipikirkan Mathias benar adanya. Ambar telah bekerja sama dengan Sari dan Bagas. Jadi walaupun dia hanya di rumah, semua disiapkkan oleh Sari dan Bagas. Sehingga yang terjadi benar-benar merupakan kejutan bagi Mathias.
Semua yang hadir menikmati welcome drink yang telah disediakan oleh Sari. Karyawannya memberikan Jus jambu merah yang segar untuk semua yang hadir.
Mathias mendekati Sari dengan hati yang senang dan mencium pipinya sekilas, karena khawatir dandanannya rusak. "Kau cantik sekali dengan kain dan kebaya ini." Ucap Mathias, kagum melihat tubuh Sari berbalutkan kebaya dan kain.
"Ssstttt... Ini karnamu, aku harus mengenakan ini. Kalau tidak, Ambar tidak akan memakai Ayam Baqcot sebagai menu makan siang ini." Bisik Sari, tersenyum.
"Apakah aku cocok mengenakan ini?" Tanya Sari, sambil memutar tubuhnya. Mathias menjawab dengan mengangguk dan memberikan tanda jarinya, OK.
"Untuk membuktikannya, mari kita tanyakan kepada yang baru datang ini." Ucap Mathias, melihat Erwin mendekati mereka. Sari langsung mencubit lengan Mathias.
"Pak Erwin, apa pendapat anda melihat gadis berkebaya di sampingku ini?" Tanya Mathias dengan wajah tersenyum. Sedangkan Sari hanya bisa memukul lengan Mathias, malu.
Erwin yang mendapat pertanyaan itu terkejut, tetapi memperhatikan gadis yang dimaksudkan Mathias. "Anda Bu Sari dari Ayam Baqcot Restaurant?" Tanya Erwin, yang hampir tidak mengenal Sari karena sangat berubah.
"Naah... Benar, kan. Pak Erwin hampir tidak mengenalmu." Ucap Mathias menggodanya.
"Iya, benar. Anda berubah dan sangat cantik dengan balutan pakaian ini. Sangat pas dan cocok." Ucap Erwin, sambil mengangkat jempolnya. Mathias langsung tertawa melihat Sari yang salah tingkah.
"Pak Erwin, aku tinggal sebentar." Ucap Mathias, karena telah melihat kode dari Ambar yang memanggilnya.
__ADS_1
"Tante Sari, bisakah Juha meminta jus lagi." Tanya Juha yang datang mendekati Sari dan Erwin.
"Boleh, sayang. Sebentar, ya... Itu, Juha ke Om yang sedang memanggil Juha. Nanti Juha ambil jus di sana." Ucap Sari, sambil menunjuk karyawan yang telah mengerti kode yang diberikan Sari.
"Sepertinya Juha mengenal anda dengan baik?" Tanya Erwin, karena baru tahu kalau Ambar telah memiliki seorang anak.
"Iya, Pak. Karena saya hadir saat acara pemakaman Papanya." Ucap Sari, menjelaskan.
"Oooh... Bu Ambar ditinggal mati, suaminya?" Tanya Erwin dan Sari mengangguk mengiyakan. Erwin langsung melihat ke arah Mathias, karena makin mengaguminya.
"Saya tinggal sebentar ya, Pak Erwin. Eehh... Kalau bapak mau ikut juga boleh, karna kami mau buat kejutan untuk Pak Mathias." Ucap Sari, setelah melihat kode dari Ambar.
Tidak lama kemudian, Ambar bersama Juha dan Sari mendorong meja berisi kue ulang tahun ke hadapan Mathias sambil bernyanyi. Semua yang hadir berdiri dan bernyanyi mengikuti mereka.
Setelah meniup lilin, dia memotong kue dan memberikan kue pertama untuk Ibunya yang melihatnya dengan bangga dan mata berembun. Mathias mencium kepala Ibunya dengan sayang. Kemudian dia memotong kue berikutnya dan memberikan kepada Ambar sambil memeluknya dan membisikan "Thank u."
Setelah itu, kuenya dipotong-potong dan dibagikan ke semua yang hadir. Kemudian mereka mengucapkan selamat ulang tahun untuk Mathias. Karena mereka tidak menyangka kalau Mathias berulang tahun juga. Mathias sampai tidak bisa berkata-kata mendapatkan kejutan dari keluarga dan teman-temannya.
Ambar yang melihat Ibu mertuanya mulai cape', mendekati Mathias. "Mas, tolong gendong Ibu untuk istirahat sejenak, di sofa ruangan itu." Ucap Ambar, sambil menunjuk salah satu ruangan di lantai dasar.
Saat tiba waktu makan siang, Bu Titiek tetap makan di ruangan tempatnya beristirahat. Sedangkan yang lain makan siang bersama dengan hati yang senang, ikut merasakan kebahagiaan Mathias dan keluarga.
Selesai makan siang dan semua yang hadir telah meninggalkan gedung kantor barunya, termasuk Sari dan karyawannya. Mathias mengumpulkan semua karyawannya di ruang kerjanya. Mathias sangat senang dengan interior baru ruangannya.
"Hari ini, kita kerja sampai di sini dulu. Besok baru kita masuk dan kerja seperti biasanya. Terima kasih untuk semua yang telah membantu istri saya menyiapkan acara ini. Besok kita semua akan bertemu di sini, karena besok baru kita mengatur penempatan ruangan dan tempat kerja." Ucap Mathias, mengingat kantor lamanya.
Dia menyalami semua karyawannya satu persatu diikuti oleh Ambar dan Juha. Kemudian Mathias memeluk Bagas dengan sayang, karena telah menjadi asistennya yang sangat membanggakan.
Mathias mengajak pulang keluarganya. Sisanya diserahkan kepada Bagas bersama security untuk menutup kantornya. Karena Ibunya mulai cape' yang sudah berbaring di salah satu sofa di ruang kerja di lantai dasar.
Baginya, sudah lebih dari cukup kejutan yang diterimanya hari ini. Sopir mengantar mereka pulang ke rumahnya untuk beristirahat.
Sepanjang sore, Mathias hanya bisa bersyukur untuk semua yang dialaminya sepanjang hari. Terutama untuk kehadiran Ibu dan istrinya di acara pembukaan kantor barunya.
__ADS_1
Setelah makan malam, dia duduk nonton TV bersama Ambar dan Juha di pangkuannya untuk mengisi waktu bersama keluarganya. Tiba-tiba Juha berteriak. "Mama... Itu Om Richo ada di TV." Ambar yang sedang menceritakan kepada Mathias apa yang dilakukannya bersama Bagas dan Sari, jadi terkejut dan langsung melihat TV.
"Astagaaa. Dia bersama wanita itu." Ucap Ambar, yang menyadari siapa yang bersama Richo dan sedang di kantor Polisi. Mathias langsung menggendong Juha ke kamarnya, agar tidak mendengar lebih jauh tentang Richo.
Sekilas melihat saja, Mathias telah tahu. Mereka sedang bermasalah dengan hukum. Oleh sebab itu, dia tidak mau Juha mendengarnya. Karena bagaimana pun, Richo adalah Om nya.
Tetapi dia tahu, Ambar ingin mengetahui berita tentang Richo dan Angel. Sehingga dia membiarkan Ambar mengikuti beritanya. Sedangkan dia membawa Juha ke kamar dan menemaninya tidur.
Setelah Juha tidur, Mathias turun dan mendapati Ambar sedang duduk diam di depan TV. "Tidak usah dipikirkan. Kita tidak bisa mengatur perilaku setiap orang. Walaupun itu saudara kita sendiri." Ucap Matias sambil duduk di samping Ambar dan mengelus punggungnya pelan.
"Sekarang yang bisa kita lihat dan katakan, masing-masing berada di tempat yang menjadi pilihannya. Tuhan memberikan akal dan pikiran agar bisa berpikir, saat menentukan pilihan." Ucap Mathias lagi, sambil terus mengelus punggung Ambar.
"Iyaa, Mas. Terima kasih telah memilihku menjadi istrimu." Ucap Ambar, sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Mathias.
"Bukan aku saja yang memilih, tetapi kau juga ikut memilih. Jika kau tidak memilihku apakah kita bisa seperti ini?" Ucap Mathias, lalu mencium kepala Ambar yang sedang bersandar di bahunya.
"Iyaa, Mas..." Ucap Ambar, lalu memeluk Mathias dengan hati membuncah.
"Sekarang, tidak usah memikirkan akibat dari pilihan mereka. Tetapi yang harus kau pikirkan, akibat dari pilihanmu." Ucap Mathias, lalu menggendong Ambar masuk ke kamar.
...~●○♡○●~...
Sebentar, Mas. Ada yang mau aku katakan kepada mereka yang telah bersama kita." Ucap Ambar, tersenyum.
🙆♀️Ambar...: "Untuk semua di luar sana, trima kasih telah bersama kami dan menyemangati kami. Kalau ada tindakan atau ucapan kami yang buruk, jangan disimpan di hati dan ditiru, ya. Semoga ada banyak cinta di luar sana untuk kalian semua."
***Silahkan, Mas katakan sesuatu***
🙋♂️Mathias...: "Trima kasih untuk semua yang telah memberikan banyak cinta kepada kami. Semoga hanya ada parasit di lingkungan kami. Tetapi jika ada parasit di lingkungan kalian, bertahan dan berjuanglah. 🙏🏻 Kiranya Tangan Tuhan Yang Kuat mau menolong kalian semua.😇❤
💑 Kami mohon maaf, kalian tidak bisa mengikuti kami ke dalam. Karna kami akan menggelar perkara untuk pembuatan adiknya Juha. 😄😍
🙏🏻Jadi... Tetaplah di luar sana dan tetaplah jaga kesehatan hati♡.
__ADS_1
🙏🏻Ingatlah selalu... *Apa yang kau inginkan orang lain lakukan untukmu, lakukanlah itu untuk mereka* C u ...👨👩👧👦
...~●○♡○●~Ending~●○♡○●~...