MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT
Keluarga Angel.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Setelah orang tua Angel berada di dalam kamar,  Mama Angel langsung duduk di atas tempat tidur sambil tertunduk. "Pa, kita kembali ke Makassar sekarang saja. Karena kalau melihat anak itu, darahku mendidi." Ucap Mama Angel, setelah tenaganya mulai pulih.


"Baiklah. Kau isi saja semua baju-baju itu dalam koper, aku akan pesan tiket." Ucap Papa Angel menyetujui, karena beliau merasakan hal yang sama. Mereka perlu waktu untuk mencerna semua yang terjadi dengan tenang.


"Papa jangan berikan uang satu sen pun untuk dia, biarkan dia belajar atur hidupnya sendiri. Karena selama ini, kita selalu menuruti saja semua yang dikatakannya." Ucap Mama Angel, tegas dan Papa Angel mengangguk setuju.


"Sekarang aku baru bisa berpikir, kita tidak pernah menyaring semua ucapan dan permintaannya yang kadang tidak masuk akal. Pantesan dia dengan mudah membohongi kita." Ucap Mama Angel lagi.


"Ada anak yang tidak tau menghargai kasih sayang orang tua, yaa." Ucap Mama Angel, heran.


"Ada tuu.,, anak kita... Kau mau biarkan dia tetap tinggal di rumah ini? Aku sudah malu terhadap Adik Jefry." Ucap Papa Angel, karena berpikir Om Angel pasti mendengar dan mengetahui perbuatan Angel.


"Aku akan bicara dengan adikku, supaya jangan membiarkan dia tinggal di rumah ini. Aku juga sangat malu terhadap Adik Jefry. Biarkan dia sendiri yang meminta pertanggung jawaban laki-laki yang membuat dia mengkhianati Mathias." Ucap Mama Angel, kemudian terduduk di tempat tidur dan memeluk perut suaminya yang sedang berdiri, lalu mulai menangis.


"Kalau mengingat Mathias, hatiku sangat sedih. Dia telah datang ke rumah kita dan dia seorang lelaki yang baik. Mengingat kata-katanya, Angel telah sangat menyakitinya." Ucap Mama Angel terisak. Papa Angel mengelus punggung istrinya dengan mata berembun.


Papa Angel merasakan hal yang sama jika mengingat Mathias. Mereka pernah duduk bersama di meja makan sambil berbincang-bincang tentang banyak hal yang dikerjakan Mathias atau dirinya.


"Sudahlaah... Jangan dipikirkan lagi, nanti kita sakit. Rapikan semua baju-baju kita, setelah beli tiket aku akan bicara dengan Adik Jefry. Apakah bisa mengantar kita ke bandara. Kau bicara dengan adikmu mengenai Angel, jangan biarkan dia di sini." Ucap Papa Angel tegas, sambil melepaskan pelukan istrinya untuk mengambil ponselnya


Mama Angel merapikan semua bawaan mereka ke dalam koper, menghapus air matanya dan keluar dari kamar untuk mencari adiknya. Ketika melihat adiknya sedang di dapur, Mama Angel mengajaknya duduk di meja makan. "Enna, kami sekarang mau pulang ke Makassar." Ucap Mama Angel, dan adiknya langsung terkejut.

__ADS_1


"Kakak mau pulang sekarang? Kakak baru tiba kemaren, sudah mau balik lagi?" Tanya adiknya tidak rela, karena masih kangen dengan kakak dan kakak iparnya.


"Iyaa, Enna. Karena kalau kakak terus di sini, kakak bisa masuk Rumah Sakit. Jadi lebih baik kami pulang." Ucap Mama Angel. Adiknya menatap Mama Angel dengan wajah tidak mengerti.


Ketika melihat wajah adiknya, Mama Angel menyadari Om Angel belum menceritakan peristiwa yang terjadi kepada istrinya. "Begini, Enna, tadi kami sudah ke kantor Mathias....." Mama Angel menceritakan semua yang terjadi di kantor Mathias.


Adiknya menatap Mama Angel dengan melongo, seakan-akan tidak percaya mendengar yang diceritakan kakaknya. Tante Angel sangat terkejut, Angel bisa melakukan hal yang sangat memalukan seperti itu. Bu Enna jadi teringat kejadian sebulan lebih yang lalu. Pagi-pagi Angel datang ke rumahnya dalam kondisi berantakan. Dia mengatakan tempat tinggalnya habis di rampok. 'Aku jadi mengerti sekarang.' Ucapnya dalam hati.


"Jadi sekarang kami mau pulang. Kakak minta darimu dan suami, tidak boleh membiarkan Angel tinggal di rumah ini. Apa pun alasannya, usir dia keluar dari rumah ini." Ucap Mama Angel tegas, karena beliau tahu adiknya baik hati.


"Dan kalian jangan berikan uang untuknya. Biarkan dia yang pergi sendiri minta tanggung jawab laki-laki yang bersamanya itu. Dia telah membuang Mathias untuk laki-laki itu, jadi biar dia rasakan perbuatannya." Ucap Mama Angel, tegas.


"Kami terlalu memanjakan dia selama ini, semoga dengan bantuanmu, dia bisa menyadari kesalahannya. Tutup mata dan telinga, kalau dia ada datang ke rumahmu. Kami juga akan bicara dengan Adik Jefry, agar bisa membantumu. Tidak memberikan pertolongan kepada anak itu." Ucap Mama Angel marah, hingga tidak mau menyebut namanya.


"Apakah Adik Jefry bisa mengantar kami ke bandara?" Tanya Mama Angel.


Tante Angel segera ke dapur untuk melihat masakan dan menyajikan makanan yang sudah dimasaknya di atas meja makan. Kemudian ke kamar untuk mencari suaminya.


Pa... Mari makan dulu dengan kakak, karena mereka mau pulang ke Makassar. Apakah Papa bisa mengantar mereka ke bandara?" Tanya Tante Angel, saat melihat suaminya sedang menonton TV sambil berbaring di kamar.


"Apakah mereka mau kembali ke Makasar sekarang?" Tanya suaminya terkejut, lalu bangun dan berdiri.


"Iyaa, Pa. Mereka tidak mau melihat Angel. Kakak bisa sakit, karena darahnya naik. Yang dibilang Papa itu benar, tadi Kakak sudah cerita. Nanti baru aku ceritakan detailnya setelah mereka berangkat." Ucap Tante Angel.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku ganti baju agar bisa mengantar mereka." Ucap suaminya, segera mematikan TV dan turun dari tempat tidur.


"Baik. Kami tunggu Papa di meja makan, yaa." Ucap Tante Angel, dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Di sana sudah ada kedua orang tua Angel yang sedang menunggu mereka.


"Kak, mari kita makan dulu. Mas Jefry bisa mengantar Kakak ke bandara." Ucap Tante Angel, setelah melihat suaminya masuk ke ruang makan.


"Ma, usahakan makan biar sedikit, jangan sampai sakit di jalan. Ingat kesehatanmu juga." Ucap Papa Angel, melihat istrinya tidak berselerah makan.


"Iyaa, Pa." Ucap Mama Angel, sambil mengambil piring dengan mata berembun. Hatinya sangat sedih mengingat telah berlaku kasar kepada Mathias. Beliau tidak mau memikirkan Angel, karena tekanan darahnya akan naik.


"Adik Jefry, nanti tolong Enna, jangan berbaik hati terhadap anak itu. Biarkan dia nikmati hidup yang dipilihnya." Ucap Mama Angel, menguatkan hatinya.


"Ennaaa... Setelah kami berangkat ke bandara, kau panggil dia dan suruh keluar dari rumah ini, sebelum Adik Jefry kembali dari bandara. Kakak minta dengan sangat, kalian berdua jangan membantu dia. Biarkan dia menyelesaikan sendiri persoalan yang ditimbulkannya." Ucap Mama Angel, Om dan Tante Angel mengangguk mengerti.


Sebenarnya mereka tidak keberatan Angel tinggal di rumahnya. Karena ada banyak kamar kosong di rumahnya. Tetapi mengingat apa yang dilakukan Angel, mereka setuju dengan tindakan orang tua Angel.


Saat ini, Om Angel sudah pensiun dan anak-anaknya jarang di rumah. Jadi dengan adanya Angel, rumah tidak terlalu sepi. Putri mereka yang pertama sudah menikah dan mengikuti suaminya tinggal di Surabaya. Karena suaminya bekerja di sana.


Anaknya yang kedua laki-laki belum menikah, tetapi bekerja di Cikarang. Jadi paling pulangnya di akhir pekan atau saat libur. Sedangkan anak laki-laki yang bungsu masih kuliah di Jogja, jadi jarang pulang ke rumah.


Tante Angel bersyukur anak perempuannya sudah menikah. 'Jika hal yang dialami oleh Kakak terjadi padaku, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi denganku. Mungkin bisa langsung di ICU, mengingat sakit jantungku.' Ucap Tante Angel dalam hati.


"Kakak. Yang sabar, yaa. Ingat kesehatan, kakak juga. Kita saling mendoakan, supaya bisa kuat menghadapi semua ini." Ucap Tante Angel sambil memeluk kakaknya yang akan berangkat ke bandara. Hatinya sangat sedih melepaskan kakaknya dalam kondisi yang tidak baik.

__ADS_1


Tidak terasa, mereka menangis dalam diam sambil berpelukan. Suami mereka juga duduk diam menunggu di mobil, karena mereka pun merasa sedih.


~●○♡○●~


__ADS_2