MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT
Mulai Bersama.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Mathias menerima kunci dari tangan Ambar dan menyimpannya di dalam tas kerjanya. "Mari aku antar pulang, karna aku harus kembali ke kantor. Nanti sore atau malam kalau sudah pulang kerja, aku akan kasih tau jika mau ke rumah." Ucap Mathias menjelaskan, dan Ambar mengangguk mengerti.


Setelah Ambar duduk di atas motor dan Mathias merasa Ambar telah duduk dengan baik, dia menjalankan motornya dengan pelan keluar dari tempat parkir kantor catatan sipil ke jalan raya. Mathias menjalankan motornya dengan kecepatan normal menuju komplek perumahan mereka.


Ketika hendak masuk gerbang komplek, Mathias memperlambat motornya. "Mas, aku turun di mini market itu saja, karna mau beli roti untuk Juha." Ucap Ambar, mengingat permintaan putranya, saat melihat mini market.


Mathias langsung menuju ke tempat parkir mini market yang dimaksud oleh Ambar. Ketika Mathias telah menghentikan motor, Ambar segera turun dan melepaskan helm nya dan memberikannya kepada Mathias.


"Jacketnya tolong dibawa pulang saja." Ucap Mathias, saat melihat Ambar hendak menyerahkan jacket kepadanya.


"Ooh, iyaa. Mas ke kantor saja, ini masih siang mereka tidak bisa macam-macam." Ucap Ambar, saat melihat Mathias hendak menunggunya.


"Baiklah. Hati-hati jalan pulang nanti." Ucap Mathias, mengerti yang dimaksudkan Ambar.


"Iyaa. Mas juga hati-hati, jangan ngebut lagi." Ucap Ambar, dan Mathias mengangguk. Dia menjalankan motornya pelan keluar dari mini market menuju jalan raya.


Sepeninggal Mathias, Ambar buru-buru masuk ke mini market untuk mencari yang diperlukan. Setelah selesai membeli semua yang diperlukan, Ambar berjalan pelan menuju rumahnya. Mendekati rumah, Ambar menghubungi Seni.


📱"Seni, tolong bawa kunci pagar dan tunggu Ibu di depan pagar, ya. Ini Ibu sudah mau dekat ke rumah." Ucap Ambar, saat Seni merespon panggilannya.


📱"Baik, Bu." Ucap Seni, dan Ambar mengakhiri pembicaraan mereka. Seni mengambil kunci dan keluar menunggu Nyonyanya di depan pagar. Tidak lupa Seni memperhatikan jalanan di depannya. Dia merasa orang yang tadi datang bertanya tentang Nyonyanya ada di seberang jalan. Karena samar-samar dia mengingat motornya.


Seni segera membuka pagar, saat melihat Ambar sudah di depan pagar. Seni kembali mengunci pagar, saat Ambar telah masuk ke halaman rumah.


Ketika selesai kunci pagar, Seni melihat orang yang di seberang jalan telah menjalankan motornya dan pergi. Seni mengambil kantong belanjaan dari tangan Nyonyanya dan sama-sama masuk ke dalam rumah.


"Seni, Juha sudah bangun?" Tanya Ambar, saat mereka sudah dalam rumah.

__ADS_1


"Sudah Bu, tapi masih main di kamar. Mau saya panggilkan, Bu?" Tanya Seni.


"Jangan dulu, Seni. Ibu mau mandi, baru naik menemuinya." Ucap Ambar sambil membawa Jacket Mathias ke kamarnya.


Melihat jacket Mathias, Ambar segera mandi. Dia teringat ucapan Mathias yang mau tidur di rumahnya. 'Aku harus segera membersihkan kamar, karna sudah lama tidak dipakai.' Ucap Ambar dalam hati, sambil masuk ke kamar mandi.


"Bu, ini saya sudah buatkan teh. Minum dulu, mumpung masih panas. Nanti sudah bertemu Juha, Ibu lupa minum." Ucap Seni, mengingatkan Ambar, saat hendak naik ke kamar Juha.


"Iyaa, Seni. Trima kasih. Tolong duduk di sini sebentar, ada yang mau Ibu bicarakan denganmu." Ucap Ambar, mengingat akan kehadiran Mathias.


"Begini, Seni. Ada masalah sedikit membuat tadi Ibu sudah menikah. Nanti sore atau malam, suami Ibu akan datang." Ucap Ambar pelan. Seni terkejut mendengar yang dikatakan Nyonyanya.


"Ibu belum bisa bicarakan sekarang alasan mengapa Ibu menikah, nanti suatu saat kau akan tau. Ibu memberitahukanmu, agar jangan sampai kau terkejut dan berpikiran negatif ketika beliau datang." Ucap Ambar, dan Seni hanya diam mencoba mengerti.


"Sekarang, Seni tolong bantu Ibu untuk membersihkan kamar yang itu, ya. Karna beliau akan tidur di situ." Ucap Ambar sambil berdiri menuju kamar tamu di lantai bawa.


"Bu, ambil saja penutup tempat tidur dan yang lainnya. Nanti saya yang menyapu dan mengepel semuanya. Saya juga akan bersihkan kamar mandi." Ucap Seni bersemangat, karena dia merasa ada orang lelaki dalam rumah, mengingat ipar Nyonyanya yang tidak sopan.


Setelah mereka selesai bersihkan kamar, Ambar menyalahkan AC dan menggantung pengharum ruangan yang dibelinya di mini market. Beberapa saat kemudian Ambar mematikan AC dan keluar dari kamar.


Ambar naik ke kamar Juha untuk memandikannya. "Ayoo, Juha. Mari kita turun untuk makan roti. Ibu sudah beli roti pesananmu." Ucap Ambar, setelah Juha berpakaian. Juha tertawa senang sambil mengikuti Mamanya turun dan duduk di meja makan.


"Ini roti untuk Juha dan Mba' Seni, ya. Sambil Juha makan, Mama mau kasih tau. Nanti ada yang datang tinggal di sini untuk jaga kita, namanya Om Mathias." Ucap Ambar menjelaskan kepada anaknya.


"Om Mathias, polisi ya, Ma." Tanya Juha.


"Bukan, Juha. Om Mathias itu pengacara. Nanti Mama tunjukan seperti apa kerjanya pengacara. Mama minta, Juha sopan dan nurut sama Om Mathias, ya." Ucap Ambar, sambil mengusap kepala Juha.


"Iyaa, Ma." Ucap Juha, sambil makan roti. Mendengar penjelasan Ambar tentang suaminya kepada Juha, Seni sedikit mulai mengerti.

__ADS_1


Sore menjelang malam, Ambar mengirim pesan kepada Mathias. "Mas, nanti makan malam di rumah, ngga?" Pesan Ambar kepada Mathias. Ketika membaca pesan Ambar, Mathias tidak membalas pesannya, tetapi menelponnya.


📱"Alloo Ambar. Karena aku baru kembali dari luar kota, jadi nanti malam aku akan makan dengan Ibu di rumah. Nanti setelah Ibu istirahat, baru aku ke rumahmu." Ucap Mathias, saat Ambar merespon panggilannya.


📱"Iyaa, Mas. Ngga papa. Aku hanya nanya, takutnya mau makan di sini, biar kami menunggu." Ucap Ambar pelan. Karena dia berpikir, bagaimna pun mereka sudah menikah.


📱"Sebentar lagi aku sudah pulang, tetapi langsung ke rumah Ibu dulu. Nanti di rumah, aku akan menghubungimu." Ucap Mathias.


📱"Iyaa, Mas. Hati-hati!" Ucap Ambar, dan Mathias mengakhiri pembicaraan mereka.


Setelah selesai telpon dengan Mathias, Ambar keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Dia melihat isi kulkas dan lemari masih belum diisi dengan banyak keperluan hari-hari.


Ambar berpikir, sekarang dia sudah bisa menyiapkan keperluan hari-hari. Karna keluarga Alm. Rulof sudah tidak bisa berlaku seenaknya lagi, saat datang ke rumah ini.


Selama ini, Ambar hanya beli keperluan hari-hari hanya untuk satu atau dua hari, karena khawatir keluarga Alm. Rulof datang dan membawanya. Karena kalau mereka datang dan ada di rumah, Ambar tidak enak untuk melarangnya.


"Seni, tolong siapkan perlengkapan makan dan makan malam untuk kita, ya. Ibu akan panggil Juha." Ucap Ambar, setelah semua masakan telah matang.


"Iyaa, Bu. Apakah siapin piring untuk bapak juga?" Tanya Seni, mengingat pembicaraan dengan Nyonyanya tadi.


"Ngga, Seni. Untuk kita saja, Pak Mathias tidak makan malam di rumah." Ucap Ambar pelan, kemudian menuju kamar Juha.


Setelah makan malam, Ambar menemani Juha belajar dan bercerita di kamar. Kemudian meninggalkan kamar setelah Juha tidur. Saat tiba di kamarnya, ada pesan masuk dari Mathias.


"Ambar, aku mau ke rumah." Pesan dari Mathias. Kemudian Ambar menuju kamar tamu untuk menyalahkan AC, agar Mathias datang kamarnya sudah nyaman untuk istirahat.


Tidak lama kemudian, terdengar pintu pagar dibuka dan bunyi ketukan di pintu. Ambar teringat, dia lupa mengangkat kunci pintu. Dia segera membuka pintu dan Mathias berdiri di depan pintu. "Maaf, Mas. Aku lupa mengangkat kunci pintu." Ucap Ambar, dan Mathias mengangguk mengerti sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


~●○♡○●~

__ADS_1


__ADS_2