
...~•Happy Reading•~...
Setelah sarapan, Mathias membawa semua perlengkapan kantornya lalu memanaskan mesin motor sebelum berangkat kerja.
Ambar dan Juha mengatar dan memberikan salim kepadanya. Mathias mencium kening Ambar dengan suasana hati yang terasa sangat berbeda, sebelum naik ke motornya.
"Papathias, kenapa cium Mama?" Tanya Juha polos, karena melihat Mathias tiba-tiba mencium kening Mamanya. Ambar tersenyum malu mendengar apa yang ditanyakan Juha.
"Ooh. Papathias ngga boleh mencium Mama? Kalau begitu Papathias ambil lagi." Ucap Mathias asal, lalu mencium kening Ambar kembali. Ambar makin tersenyum malu dengan yang dilakukan Mathias.
"Oooh, boleh, boleh. Papathias bole mencium Mama." Ucap Juha, polos. Mathias dengan cepat mencium bibir Ambar, membuat Ambar langsung menutup mulutnya. Sedangkan Seni yang akan membuka pagar jadi terkejut.
"Juha, kau membuat Mamamu panen ciuman pagi ini." Ucap Mathias asal, tetapi tersenyum sendiri dengan yang diucapkannya.
"Sudah, Mas. Jalaannn... Jangan tanggapi dia lagi, bisa-bisa terlambat ke kantor." Ucap Ambar sambil mendorong pundak Mathias, agar cepat menjalankan motornya.
"Seni, sepertinya saya mendengar kau mengatakan sesuatu." Ucap Mathias, saat akan melewati Seni di pagar.
"Hanya keceplosan saja, Pak. Spontan uuhuuuiiii." Ucap Seni sambil tertawa. Mathias tersenyum sambil menurunkan kaca helm nya dan memberikan kode OK dengan jarinya kepada Seni. Hal itu membuat Seni makin tertawa senang melihat gaya majikannya yang baru. Sangat menyenangkan suasana di pagi hari.
Setelah Mathias berangkat kerja, Ambar dan Seni masuk ke rumah dengan tersenyum menurut rasa hati masing-masing. Juha pun masuk mengikuti mereka dan naik ke kamarnya.
"Seni, tolong antar Juha ke sekolah, ya. Ada yang mau Ibu kerjakan di rumah." Ucap Ambar, kemudian naik ke kamar Juha untuk persiapkan dia ke sekolah.
"Baik, Bu." Ucap Seni, dan segera ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Seni sudah bisa mengantar Juha bergantian dengan Ambar, jika Nyonya berhalangan.
Ambar selalu memakai ojol untuk mengantar Juha pergi dan pulang sekolah. Begitu juga dengan Seni, sehingga Juha akan ditunggu sampai pulang sekolah. Ambar mengambil cara yang praktis untuk Juha ke sekolah.
Setelah Seni dan Juha ke sekolah, Ambar mulai membersihkan kamarnya. Dia mengeluarkan semua pakaian Rulof dari dalam lemari dan dipindahkan ke kamar tamu yang ditempati Mathias. Sedangkan semua pakaian Mathias, Ambar pindahkan ke lemari pakaian di kamarnya.
__ADS_1
Setelah apa yang terjadi dengannya dan Mathias tadi malam, membuat dia telah menjadi istri yang sesungguhnya bagi Mathias. Sehingga Ambar berpikir, mereka tidak mungkin tidur terpisah lagi. Oleh sebab itu Ambar memindahkan semua perangkat mandi Mathias ke kamar mandi di kamarnya. Kemudiam dia memasukan semua pakaian Rulof ke dalam lemari di kamar tamu.
Setelah semuanya rapi, Ambar masuk ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Seni dan Juha pulang dari sekolah, karena dia akan ke rumah orang tua Mathias untuk menemani Ibunya. Dia akan makan siang menemani Ibu Mathias di rumahnya.
*((**))*
Di sisi yang lain ; Mathias telah sampai di kantor dan Bagas telah menunggunya. "Selamat pagi, Pak. Ada yang mau bertemu dengan bapak dan mengharapkan bisa bertemu hari ini." Ucap Bagas, sambil mengikuti bossnya dari belakang.
"Siapa yang mau bertemu dengan saya, Bagas?" Tanya Mathias, setelah duduk di meja kerjanya.
"Beliau bernama Pak Heru, Pak. Katanya pernah berbicara dengan bapak pada saat acara Pak Erwin." Ucap Bagas, menjelaskan. Karena itulah yang dikatakan asistennya.
"Ooh, iyaa. Saya bertemu dengannya malam itu. Saya mengira itu hanya ucapan ramah tamah dalam sebuah pertemuan." Ucap Mathias, mengingat salah seorang rekan bisnis Erwin yang bertemu dengannya tadi malam.
"Beliau mau bertemu dengan saya di mana?" Tanya Mathias, karena menyadari apa yang diucapkannya malam itu adalah serius.
"Mereka belum memutuskan, Pak. Beliau menunggu kepastian dari bapak. Mau adakan pertemuan di mana, kita tinggal memberi tahukan mereka" Ucap Bagas, mengingat ucapan asistennya Pak Heru.
'Ternyata Erwin tidak mengada-ada, mengatakan Pak Heru adalah rekan bisnisnya yang sangat sukses.' Ucap Mathias dalam hati, ketika membaca Profil dari Pak Heru.
Mathias mengambil ponselnya untuk reservasi. "Sari, aku mau reservasi tempat untuk lunch privat." Ucap Mathias, saat Sari merespon panggilannya.
"Lunch kapan dan untuk berapa orang?" Tanya Sari, terkejut saat melihat Mathias menghubunginya. Karena sudah lama mereka tidak bertemu.
"Lunch hari ini dan untuk empat orang. Aku mau adakan pertemuan dengan client di tempatmu." Jawab Mathias, mengingat dia akan pergi bersama Bagas dan mungkin juga Pak Heru akan membawa asistennya.
"Baik, aku akan siapkan untukmu." Ucap Sari dan mengakhiri pembicaraan mereka. Sari senang sekali, karena jika Mathias adakan pertemuan di tempatnya, berarti dia tidak sedang menangani kasus TQ.
Setelah berbicara dengan Sari, Mathias menuju ruang kerja Bagas. "Bagas, tolong hubungi mereka, kita akan bertemu hari ini di Ayam Baqcot untuk Lunch." Ucap Mathias.
__ADS_1
"Baik, Pak. Saya akan segera hubungi mereka dan memberitahukan hasilnya kepada bapak." Ucap Bagas, yang mengerti maksud bossnya.
Beberapa saat kemudian, Bagas menyampaikan kepada Mathias, semuanya sudah OK. Pak Heru akan datang bertemu dengan mereka.
Menjelang makan siang, Mathias dan Bagas menuju Ayam Baqcot Restaurant untuk bertemu dengan clientnya. Mereka datang terlebih dahulu, sebelum kedatangan Pak Haru, untuk mempersiapkan pertemuan.
Saat tiba di restaurant, Sari telah menunggu untuk mengantarkan mereka ke tempat yang telah diresesvasi. Begitu juga dengan kedatangan Pak Heru. Karena Mathias telah menunjukan foto client yang akan bertemu dengannya kepada Sari.
Kedatangan Pak Heru disambut hangat oleh Mathias dan Bagas yang telah menunggu. Mathias mempersilahkan mereka duduk dan memberikan kode kepada Sari untuk menyiapkan makan siang.
Setelah selesai makan siang, Pak Heru menyampaikan maksud pertemuannya kepada Mathias dan Bagas. "Pak Mathias, trima kasih mau bertemu dengan kami. Saya mau menggunakan jasa anda untuk membantu permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusaahaan saya di Cikarang. Saya sangat mengharapkan, Pak Mathias mau menerima dan dapat membantu saya." Ucap Pak Heru, berharap.
"Apakah Pak Heru bisa memberikan garis besar permasalahannya? Jadi saya bisa memutuskan sekarang untuk pertemuan berikutnya." Ucap Mathias. Bagas segera mengeluarkan note untuk mencatat. Demikian juga dengan asisten Pak Heru.
"Baik Pak Mathias, begini...." Ucap Pak Heru, dan mulai menyampaikan garis besar permasalahan hukum yang sedang di hadapi oleh perusahaannya. Mathias menyimak dengan serius, semua yang dikatakan oleh Pak Heru.
Begitu juga dengan Bagas dan asisten Pak Heru, mereka mencatat semua yang perlu dicatat. Setelah mendengar semua masalah hukum yang sedang dihadapi oleh Pak Heru dan perusahaannya, Mathias menerima untuk menangani kasus perusahaan Pak Heru.
"Trima kasih, Pak Mathias. Saya akan menyiapkan semua dokumen yang terkait dengan permasalahaan dan menghubungi Pak Mathias." Ucap Pak Heru lega, karena Mathias mau membantunya.
"Baik, kami tunggu kesiapan dokumen terkait dan kita akan bertemu lagi." Ucap Mathias, kemudian memberikan kode kepada Sari untuk membawa bill. Melihat itu, Pak Heru memberikan kode kepada asistennya untuk membayar makan siang mereka.
Setelah itu, Pak Heru dan Mathias saling memberikan salam perpisahaan, kemudian Pak Heru keluar dari restaurant dengan hati yang senang. Karena Mathias telah bersedia membantu menyelesaikan masalah hukum yang sedang dihadapinya.
"Sari, nanti aku datang lagi untuk berbincang-bincang denganmu. Karena sekarang aku harus kembali ke kantor." Ucap Mathias, saat Sari mendekati meja mereka. Dia ingin menyampaikan secara pribadi kepada Sari bahwa dia telah menikah dengan Ambar.
"Baik, aku tunggu kabarnya. Sukses, ya." Ucap Sari senang, sambil mengepalkan tangannya untuk menyemangati Mathias. Mereka jarang bertemu, tetapi selalu saling mensupport terutama untuk karier masing-masing.
Kemudian Mathias dan Bagas kembali ke kantor untuk membicarakan perkembangan terbaru kasus yang akan ditangani.
__ADS_1
......~●○♡○●~......