Melanggar Janji

Melanggar Janji
Ingin membahagiakan


__ADS_3

Malik menyambut para tamu yang hadir. Ia berbincang dengan rekan-rekan sang ibu yang juga teman-teman Adrian.


Di sana, Adrian pun tengah berbincang ria bersama teman-teman sejawatnya. Ia meninggalkan Angel yang duduk entah di mana. Sedangkan Alika dan Fariz tengah bermain bersama sepupu-sepupunya yang lain yang seusianya. Lalu, para orang tua pun berbincang ria di sudut yang lain.


Angel duduk sendiri di tengah keramaian pesta itu. Ia hanya memandang langit yang gelap dengan di sinari bintang-bintang kecil. Ia sengaja mengasingkan diri di luar gedung itu. Kepalanya terasa pusing jika berada di keramaian. Oleh karena itu, ia memilih duduk di sana.


Malik tahu itu. Ia tahu bahwa Angel tidak menyukai keramaian dan pesta. Sedari tadi sosok Angel tak pernah luput dari pandangannya. Malik selalu meperhatikan wanita itu.


“Kamu tidak enak badan?” Tanya Malik yang ikut duduk di samping Angel.


Sontak Angel langsung menoleh dan berdiri. Ia ingin meninggalkan Malik, karena khawatir ada orang yang melihat mereka duduk berduaan.


“Mau kemana?” Malik langsung mencekal tangan Angel.


“Lepas, nanti ada yang lihat.” Ucap Angel ketus.


“So what? Paling kamu di ceraikan Adrian dan itu bagus.”


Angel mengeryitkan dahinya.


“Jangan ganggu aku! Jangan buat aku menderita lagi!” Angel memutar pergelangan tangannya, hingga berhasil terlepas dari cekalan itu.


Angel masih kesal dengan Malik yang tidak terlihat batang hidungnya sejak dua tahun yang lalu. bahkan pria itu tidak datang untuk menolongnya di hari pernikahan. Padahal Angel tidak tahu, bahwa Malik berusaha menggagalkan pernikahan itu, walau akhirnya tetap terlambat.


“Kali ini aku tidak akan membiarkanmu menderita sendirian, Bee.” Ucap Malik sembari menatap punggung Angel yang semakin lama semakin hilang dari hadapannya.


Angel menghampiri Hendra dan Radit.


“Ayah, nanti pulang bersama Papa dan Mama lagi ke Bandung?” Tanyanya.


Hendra mengangguk. “Iya, Sayang, karena besok ayah masih banyak urusan. Stok bahan makanan di restoran akan datang besok.”


“Oh, gitu. Angel kira ayah akan mampir menginap di tempat Angel.”

__ADS_1


“Iya, lain waktu Ayah akan ajak Enin menginap di rumah Adrian.” Kata Hendra.


“Iya, dong. Ndra. Itu harus. Sudah lama sepertinya kamu tidak menginap di sana.” Sahut Radit.


Hendra pun mengangguk.


“Sayang, kamu sakit?” Tanya Radit yang melihat banyak bulir-bulir keringat di kening Angel.


Memang kebetulan kepalanya agak sedikit pening, saat melihat kehadiran Malik. Dadanya pun berdetak tak karuan.


“Iya, pa. Sedikit pusing.” Jawab Angel.


“Ya sudah, kamu pulang saja duluan. Nak. Nanti Alika dan Fariz biar papa yang antar sebelum kembali ke Bandung. Karena sepertinya mereka masih asyik bermain di sana dengan saudara-saudaranya.” Tunjuk Radit ke arah Alika dan Fariz.


Angel pun ikut melihat anak-anak kecil yang sedang berkerumun melihat ikan-ikan besar di kolam buatan yang berada dekat dengan pintu masuk.


“Kalau begitu biar saya saja yang mengantar kakak ipar. Kebetulan saya juga harus kembali ke apartemen karena ada beberapa berkas penting yang belum saya selesaikan.” kata Malik yang tiba-tiba menawarkan diri.


Angel membulatkan matanya. Ia terkejut, karena Malik benar-benar sangat berani. Pasalnya semua keluarga hanya tau bahwa mereka baru saling mengenal hari ini.


“Ya, Pa.”


“Ini, Angel pusing. Dia mau pulang duluan dan kebetulan Malik juga ada urusana dan mau kembali ke apartemennya. Kamu tidak masalah Malik mengantarkan Angel pulang?” Tanya Radit.


Adrian dengan cepat mengangguk. “Iya tidak maslaah, lagi pula di sini masih banyak teman-temanku. Biar nanti aku dan anak-anak pulang belakangan.”


“Kamu tidak apa-apa kan di antar Malik?” Tanya Adrian pada Angel.


Sedangkan Hendra hanya mengeryitkan dahinya. ia terkejut melihat sikap Adrian yang lebih mementingkan bersama teman-temannya di banding menjaga istrinya yang sedang kurang sehat.


“Baiklah, kami pamit.” Malik menyalami dan mencium punggung tangan para orang tua itu, termasuk Adrian. Angel pun melakukan hal yang sama.


“Ayah, hati-hati pulangnya nanti.” Kata Angel sembari mencium pipi sang ayah.

__ADS_1


“Iya kamu juga jaga kesehatan ya.” Imbuh Hendra.


Angel tersenyum dan mengangguk. Ia pun berpamitan pada Adrian dan mencium punggung tangan suaminya tanpa berkata apapun. Walau Malik adalah adik sepupunya, tapi suami yang baik tidak akan menyerahkan istrinya pada orang lain.


Malik berjalan lebih dulu, lalu Angel mengikutinya dari belakang. Setelah berada di luar gedung, Malik sengaja menunggu langkah Angel agar mereka dapatt berjalan beriringan.


“Kenapa kamu tidak bilang kalau Adrian kakak sepupumu? Mengapa kamu tidak pernah katakan bahwa Papa Radit adik ibumu? Kenapa, Hah?” Tanya Angel bertubi-tubi, lalu ia kembali melanjutkan langkahnya setelah berhenti sejenak dan meluapkan apa yang ada di kepalanya sedari tadi.


Malik menahan lengan Angel. “Kamu tidak pernah bertanya, Bee. Kamu juga tidak pernah bilang kalau kamu di jodohkan oleh ayahmu. Kalau aku tahu itu, aku tidak akan mengulur waktu untuk meminangmu.”


“Halah, bulsit. Semua sudah terlambat.” Kesal Angel, lalu menarik tangannya dari cekalan Malik.


Malik kembali mengejar Angel dan membalikkan tubuhnya. “Aku akan buktikan sekarang, Bee. Walau kamu tidak akan percaya di hari itu aku juga datang, tapi terlambat.”


“Iya, kamu memang selalu terlambat, jika itu tentang aku. Kamu memang tidak pernah menomorsatukan aku dari dulu. Kamu memang tidak mencin..”


Seketika Malik membungkam bibir Angel dengan bibirnya. Ia ******* paksa bibir Angel yang beraromakan strawberry.


“Hmm...” Angel memukul dada Malik dan berusaha untuk menyudahi pangutan itu.


“Kamu gila, hah? Aku kakak iparmu.”


“Persetan dengan statusmu. Sebut saja aku pebinor, perebut bini orang. Aku akan mengambilmu dari Adrian. Aku tahu kamu tidak bahagia di sisinya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi. Walau nantinya semua keluargaku akan menghujat dan meninggalkanku. Aku tidak perduli, karena yang aku ingin hanya kamu.”


“Gila.” Angel langsung masuk ke dalam mobil Malik dan duduk di kursi sebelah supir.


Malik tersenyum, ia pun ikut ke dalam dan menoleh ke arah Angel. “kamu semakin cantik, Bee.”


“Jalan!” Ucap Angel dengan ketus.


“Iya, tuan putri, kalo marah kenapa semakin cantik ya.” Kata Malik lagi, membuat Angel ingin sekali mengulas senyum. Namun ia tahan dan tetap merengutkan bibirnya.


Sebelumnya, di waktu bertemu dengan Angel yang sedang tertidur di apartemennya kala itu, Malik terbangun karena alarm ponselnya yang mengingatkan untuk kembali pulang ke Singpura. Di perjalanan, ia menaiki taksi online dan tiba-tiba taksi online yang ia naiki itu di tabrak oleh mobil dari belakang. Keadaan mobil online itu sedikit lebih parah dari mobil yang menabraknya itu. Malik tahu betul pemilik plat mobil kendaraan yang menabrak taksi online yang ia naiki. Mobil itu adalah mobil Adrian yang tengah di bawa oleh supirnya yang bernama Mang Asep. Mobil Adrian hanya tergores sedikit

__ADS_1


Malik memberikan uang yang cukup banyak pada taksi online itu untuk memeperbaiki mobilnya. Ia juga memberikan uang yang cukup untuk Mang Asep agar segera memperbaiki mobil majikannya sehingga tidak terlihat bahwa mobil itu pernah bertabrakan. Namun, Malik meminta satu permintaan. Mang Asep di jadikan informan untuk memberitahu kepadanya apa yang di lakukan Angel sehari-hari. Malik juga selalu bertanya pada Mang Asep bagaimana Adrian memperlakukan wanitanya itu. Ia sungguh lega, karena selama dua tahun, Adrian tak pernah menyentuh istrinya. Walau sampai Adrian menyentuh Angel pun, Malik tetap akan menerima wanita yang ia cintai itu dengan tangan terbuka dan mengambilnya kembali serta membahagiakannya.


__ADS_2