Melanggar Janji

Melanggar Janji
Menanti kehadiran Malik Junior


__ADS_3

Di Jogja. Kedua insan yang masih tergolong pengantin baru ini, tengah berbaring di satu ranjang. Sudah hampir dua minggu lebih Malik dan Angel menyandang status suami istri dan selama itu pula mereka menjadi warga baru di kota ini.


“Kak, belum tidur?” Tanya Angel, yang membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.


Ia melihat Malik yang tengah asyik memainkan game di ponselnya.


“Belum, Bee.” Jawab Malik dengan pandangan yang tetap pada layar ponsel itu.


“Ah, sial lu Jo.” Ucap Malik yang tengah mabar dengan Jo sahabatnya.


Jika libur, Jo mmang sering mengajak Malik untuk bermain game bersama di tengah malam. Lalu, Angel memajukan tubuhnya untuk tidur di dada suaminya. Malik pun membuka tangannya dan memeluk sang istri, kemudian ia kembali melanjutkan bermain game dengan kepala Angel yang berada di dekapannya.


“Gue kalahin, lu Jo.” Ucap Malik yang terdengar jelas di telinga Angel.


Angel merasa tidak di perhatikan, karena Malik asyik sekali dengan dunianya. Namun, Angel tak mau melarang suaminya. ia pun sengaja menggesek-gesek miliknya pada milik sang suami yang berada di bawahnya.


Milik Malik terasa berbeda dari sebelumnya. Yang punya pun melirik ke arah sang istri.


“Kamu ngapain, Bee?” Tanya Malik tersenyum.


“Ngga ngapa-ngapain.” Jawab angel dengan tubuh yang tak bisa diam.


“Memang kamu sudah bersih?” Tanya Malik lagi, tapi kali ini ia langsung meletakkan ponselnya dan meraba bongkahan bagian tubuh belakang Angel yang mudah sekali ia jangkau, karena posisi Angel saat ini yang sedang tengkurap memeluk dadanya.


“Sudah bisa, Bee?” Tanya Malik sumringah.


Angel pun mengangguk. “Tadi siang aku sudah keramas.”


Malik langsung memutar tubuh sang istri, hingga Angel terkungkung di bawahnya. Ia memajukan wajahnya untuk mencium bibir ranum sang istri. Tapi, tiba-tiba ponselnya Malik berdering.


“Angkat dulu, kak.” Kata Angel.


“Biarin aja.” Malik menghiraukan suara yang berasal dari ponselnya itu.


Lagi-lagi, Angel memintanya untuk megangkat telepon itu. Akhirnya, dengan malas Malik meraih ponsel yang ia letakkan sembarang, tapi berada tak jauh di sampingnya.


“Halo.”


“Lik, lu kok udahan sih mainnya. Gue hampir menang tuh.” Suara Jo menggema hingga Malik menjauhkan ponsel itu dari telinganya.


“Gue sibuk, lain kali main lagi.”


“Halah sibuk apa sih lu? Bukannya Angel lagi tidur.”


“Angel bangun dan ngajakin bikin Malik Junior.” Jawab Malik, sengaja membuat sahabatnya iri.


“S*al lu. Rese.” Di sana, Jo mengumpat sejadi-jadinya.


Sedangkan Malik dan Angel hanya tertawa. Lalu, menutup telepon itu.

__ADS_1


“Cariin temen kamu istri dong.” Ucap Angel.


“Pengennya sih, tapi sama siapa ya?”


“Hmm... Rumi.”


“Rumi pacarnya Joni, Bee. Kasihan nanti dia nangis.”


“Tapi Joni ga jelas, kalau dia serius harusnya nikahin dong, jangan di pacarin terus.”


“Kamu kesel sama Joni, apa nyindir aku dulu, Bee?” Tanya Malik dengan senyum menyeringai.


“Emang merasa tersindir?” Angel balik bertanya dengan wajah innocent.


Malik mencubit ujung hidung Angel. “Gemes.”


Mereka pun tertawa.


“Tapi sekarang, kamu suami terbaikku, Kak.”


“Masa' sih.” Ledek Malik dengan senyum yang lebar.


Angel mengangguk dan langsung ******* bibir tebal Malik. Ia membuka mulutnya dan ingin memakan bibir tebal suaminya. namun, Mulut Malik pun langsung terbuka, hingga kedua lidah mereka saling berbelit dan mencari kenikmatannya sendiri.


Kemudian, Malik melakukan aksinya lebih dalam, menggigit setiap bagian yang ia sukai, dan terjadilah penyatuan untuk kesekian kalinya.


****


Pagi ini, Angel terbangun lebih dulu. Ia tak lagi bisa tidur saat Malik memintanya kembali bercinta setelah sholat subuh.


“Sayang, bangun.” Angel mengelus pipi yang di penuhi bulu-bulu halus itu.


“Hei.’ Angel kembali menepuk pipi Malik, tapi yang punya tetap tak bergeming.


Lalu, Angel memajukan wajahnya dan menempelkan bibirnya. Namun, Malik malah ******* bibir itu, tangan kanan Malik yang tertindih tubuh Angel pun sengaja menekan leher Angel agar ciuman mereka berlangsung lama.


“Mmphh.. ternyata kamu sudah bangun.” Ucap Angel tersenyum.


Tangan kiri Malik terangkat untuk mengusap saliva yang tersisa di bibir Angel.


Malik membalas senyum itu. “Kamu kok sudah bangun.”


“Tadi ga bisa tidur lagi, jadi aku ke dapur aja buatin sarapan.”


Malik pun bangun dan menggeser tubuhnya hingga bersandar pada dinding tempat tidur. Angel juga ikut menegakkan tubuhnya.


“Aku siapkan air hangat ya.” Ucap Angel. Tapi Malik menahan tangan Angel dan menciumnya berkali kali.


Sungguh ternyata menikah itu nikmat sekali. Kebutuhan biologis tersalurkan, kebutuhan sehari-hari pun di siapkan. Alangkah bodohnya pria-pria di luar sana yang menyia-nyiakan istrinya, pikir Malik.

__ADS_1


“Bee. Terima kasih ya.”


“Untuk?” Tanya Angel bingung.


“Untuk semuanya. Untuk cinta dan pengabdianmu padaku.”


Angel tersenyum. Lalu, menunduk. Ia mengecup kening Malik dan meninggalkannya untuk menyiapkan air hangat di kamar mandi. Namun, Malik masih menggenggam tangan itu dan menciumnya, hingga bibir Angel terus mengulas senyum.


Angel menunggu suaminya mandi sambil menonton berita infotainment.


Ceklek


Malik keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tengah duduk di sofa.


“Kamu sudah rapih, Bee?” Tanya Malik dan Angel pun mengangguk.


Angel menghampiri suaminya da membantu mengeringkan rambut malik dengan handuk kecil. Angel yang tidak lebih tinggi dari Malik, meminta sang suami untuk duduk di meja rias.


“Bee. Minggu depan kita ke Jakarta.”


“Oh, ya. Asyik.” Ucap Angel senang. Ia memang rindu sekali dengan kelaurga bibinya dan Enin.


“Boleh mampir ke Bandung? Aku mau ke makam ayah.” Ucap Angel lagi.


Malik mengangguk dan berkata lagi, “Sepertinya kita akan berangkat dari hari jumat, Bee. Karena sore nya kita harus fitting baju.”


Angel menghentikan gerakkannya yang tengah memijat lembut kepala Malik. “Fitting?”


Malik pun membalikkan tubuhnya. “Iya, Papa dan Mama Rini menyiapkan resepsi untuk kita bulan depan.”


“Di jakarta?” Tanya Angel lagi. Ia tak menyangka pernikahannya akan di gelar mewah lagi. Tadinya ia pikir tidak akan ada resepsi setelah menikah.


Malik menganggukkan kepalanya. “Papa banyak relasi dan keluarga. Jadi beliau ingin memperkenalkanmu sebagai anggota keluarga baru kami. Beliau bersikukuh untuk mengadakan resepsi ini.”


“Kamu tidak keberatan kan, Bee?” Tanya Malik.


Angel menggeleng. “Tapi bagaimana dengan Mama Berlin? Dia ibu kandungmu, aku juga ingin hubungan kalian baik.”


Malik memeluk pinggang istrinya dan bersandar pada dada sang istri. “Nanti juga akan baik, kalau waktunya sudah memungkinkan, kita datang menemui Mama.”


Ia tersenyum menengadahkan wajahnya untuk menatap wajah Angel. Lalu, Angel pun tersenyum. “Aku selalu berdoa, semoga semua orang yang pernah merasa tersakiti, memaafkan apa yang kita lakukan dan semuanya baik lagi.”


“Aamiin, aku juga menginginkan hal itu.” Malik memeluk perut Angel.


“Apalagi kalau di sini ada Malik junior, pasti hati mama akan luluh.” Kata Malik lagi sembari mengelus perut itu.


“Semoga, bulan depan aku sudah tidak menemukan masa periodeku lagi.” Jawab Angel.


“Aamiin.”

__ADS_1


__ADS_2