Melanggar Janji

Melanggar Janji
Obsesi itu bukan cinta


__ADS_3

Kesekoan harinya lagi. Malik dan Angel bersiap untuk kembali ke Jogja. Hari ini, Angel meminta izin untuk tidak mengajar dan akan di ganti di jadwal kosongnya.


Sebelum ke bandara, Malik memang sengaja akan mampir ke rumah sakit tempat Adrian bekerja. Malik dan Angel pamit, setelah Faisal dan kedua adiknya berangkat terlebih dahulu untuk melakukan aktifitas rutin.


“Ma, terima kasih untuk semuanya.” Kata Malik pada Rini.


‘Iya, Malik. Mama senang bisa melakukan sesuatu untukmu.”


“Maaf, jika selama ini sikap Malik kurang baik sama Mama.”


“Tidak masalah, Mama mengerti, sangat mengerti.” Rini tersenyum.


Kemudian, bergantian pada Angel. Rini memeluk tubuh menantunya itu dan menasehatinya. “Keberhasilan seorang suami tercipta karena wanita yang ada di sampingnya. Keberhasilan itu bukan hanya sejauh mana si suami berhasil dalam hal keuangan, tetapi juga berhasil dalam membina hubungan keluarganya dengan seimbang dan harmonis.”


“Iya, Ma. Terima kasih.” Angel mengangguk di pundak ibu mertuanya.


****


Di rumah sakit, Angel duduk di kantin menunggu suaminya. ia memang sengaja tidak ikut Malik menjuju ruangan Adrian. Biarlah masalah mereka di selesaikan dengancara lelaki. Angel memilih diam dan menunggu di sini. Angel sengaja duduk di tempat duduk paling pojok. Ia tak ingin ada yang mengenalinya di sini. walau tak banyak teman Adrian yang kenal dengan Angel, si mantan istri yang menceraikan suaminya karena selingkuh dengan mantan kekasihnya.


“Angel.” Panggil Farah hingga menengok jelas di depan wajah Angel.


“Eh. Dokter Farah.” Angel yang pernah menajdi pasiennya pun sangat mengenali Farah.


“Lagi apa?” Tanya Farah yang ikut duduk di depan Angel.


“Hmm..” Angel ragu untuk memulai pembicaraan dengan Farah.


Sementara di dalam rumah sakit, Malik berdiri di depan pintu ruangan Adrian. Ia sudah bertanya jadwal Adrian dan kebetulan pagi ini, kakak sepupunya itu tidak ada jadwal bedah.


Tok Tok


Malik mengetuk pintu itu.


“Masuk.”


Perlahan Malik pun membuka pintu itu. Mata Adrian membulat saat mendapati sosok pria yang sangat ia benci tengah berdiri di hadapannya.


“Ngapain lu kesini?” Sontak Adrian mengalihkan pandangannya tadi ke arah berkas-berkas yang saat ini tengah ia kerjakan.


“Maafin gue, Bang.” Kata Malik.


“Gak perlu. Basi.” Jawab Adrian.

__ADS_1


“Gue ke sini cuma mau kasih lu ini.” Malik meletakkan undangan pernikahannya di meja Adrian.


“Ngapain? Lu mau pamer?” Tanya Adrian ketus.


“Bang gue sangat menghormati lu. Lu adalah orang yang selalu ngertiin gue. Makanya gue ke sini untuk anter undangan ini langsung. Lu adalah orang pertama yang menerima undangan ini, Bang.”


“Gue tahu kalian udah nikah.” Ucap Adrian.


“Bang, gue juga tahu sebenarnya lu tuh ga cinta sama Angel. Lu cuma merasa ga rela kalau dalam hal ini gue yang menang, karena gue selalu ada di bawah lu. Jangan bohongi diri lu sendiri, Bang. Cinta adalah cinta, mengasihi dan menyayangi. Bukan sebuah obsesi, karena cinta bukan untuk menang tapi kenyamanan.”


Adrian termenung. Ia pun berpikir apa iya selama ini ia memang tak mencintai Angel, tapi merasa tidak terima karena telah di kalahkan adik sepupunya yang selalu mngekorinya itu? Cinta adalah kenyamanan dan kenyamanannya saat ini adalah Farah. Apa ia mencintai Farah sejak dulu? Bahkan sejak pertama kali mereka bertemu saat keduanya masih sama-sama belum menikah dan KOAS di wilayah yang sama? Tapi saat itu, mereka telah sama-sama memiliki kekasih. Entahlah.


“Ini buat lu. Semoga hubungan kita bisa baik seperti dulu. Permisi.” Malik hendak pergi, sebelum Adrian menyuruhnya untuk duduk.


“Malik.” Panggil Adrian yang sudah berdiri.


Malik yang hendak membuka pintu untuk keluar itu pun menoleh lagi ke belakang. Ia melihat Adrian yang sudah berjalan menghampirinya.


Tiba-tiba, Adrian memeluk tubuh adik sepupunya itu. Malik pun langsung membalas pelukan itu.


“Maaf, Bang.”


“Lu bener. Kenyamanan gue ada bersama wanita lain yang sekarang sedang proses cerai dengan suaminya.”


“Gue jadi pebinor, sama seperti lu. Dan sekarang dia sedang proses cerai. Mungkin setelah masa idahnya selesai. Gue langsung lamar dia.”


Sontak Malik tersenyum lebar. “Seriously?’


Malik terkejut, ini suata hal yang besar dan menggemparkan dunia keluarga besar Hamish. Pasalnya Adrian yang berpredikat good boy dan selalu berprestasi, ternyata bisa menjadi anak nakal.


Keduanya pun tertawa.


Adrian mengantar Malik hingga ke kantin. Di sana Adrian melihat Farah yang tengah asyik berbincang dengan Angel. Kedua wanita cantik dengan usia yang berbeda itu tertawa hingga cekikikan. Adrian masih enggan bertemu Farah, entah mengapa setelah kejadian malam itu, Farah pun seperti menghindarinya.


Adrian mengeyitkan dahinya. dalam benaknya apa Farah menceritakan semua yang terjadi pada mereka? Atau Angel tengah menceritakan keburukannya?


“Lik, gue anter lu sampe sini.” Kata Adrian.


“Lah, lu ga mau ketemu Angel dulu.” Jawab Malik.


“Ga usah.”


Malik pun melihat arah mata Adrian yang sedang melihat ke arah Farah.

__ADS_1


“Oh, jadi wanita itu yang membuat lu nyaman.” Ledek Malik.


“Udah gue balik ke ruangan, masih banyak kerjaan yang belum di kerjakan.” Adrian kembali membalikkan tubuhnya.


“Ah, cemen banget lu, Bang. Lama-lama jadi duda lapuk lu.” Teriak malik saat Adrian sudah berjalan lagi menuju ruangannya. Adrian hanya melambaikan tangannya ke atas tanpa menoleh lagi ke arah Malik.


Malik menggeleng dan tersenyum.


“Hai.” Sapa Malik, setelah berada di antara Angel dan Farah.


“Kak. Udah ketemu Mas Adrian? Gimana?” tanya Angel antusias.


“Beres.”


“Beres? Mas Adrian udah baik sama kamu?” Angel bertanya lagi.


“Iya dong.”


“Alhamdulillah.” Angel mengusap dadanya.


“Ini Siapa?” Tanya Malik pada Angel.


“Ini dokter Farah, Kak. Dokter kandungan yang dulu pernah meriksa aku.”


“Oh.” Malik menganggukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat, Farah pun demikian.


“Baiklah, kalau begitu saya duluan ya, Dok.” Ucap Angel dan Farah pun ikut bangkit.


“Hati-hati, Ngel. Senang bertemu denganmu.” Ucap Farah.


“Sama-sama, Dok. Saya juga senang bertemu Dokter.”


Sesampainya di mobil. Malik bertanya pada istrinya. “Kalian ngobrolin apa aja sih? Seru bener.”


“Ada deh, urusan wanita pokoknya.”


“Aku tahu, pasti kamu lagi nanya ke dokter itu bagaimana nyenengin suami di ranjang kan?”


Angel memukul lengan suaminya. “Mulai deh mesumnya kambuh.”


Malik menggelitiki sang istri. “Kangen, Bee. Selama di rumah Papa, Nay sama Aira gangguin mulu. Kita hampir tak bisa berduaan dan iya iya.”


“iya iya, Apa?” Tanya Angel.

__ADS_1


“Ada deh, urusan pria pokoknya.” Jawab Malik ambigu, membuat Angel semakin kesal.


__ADS_2