Melanggar Janji

Melanggar Janji
Kemarahan Malik


__ADS_3

Angel menyandarkan kepalanya di dada Malik, sembari keduanya berbaring di ranjang.tangan Angel berputar-putar di dada itu, sementara Malik masih asyik memainkan ponselnya. Angel terkungkung di dekapan sang suami yang masih fokus pada layar ponselnya.


“Bee, geli.” Ucap Malik yang merasakan tangan angel tengah berputar di dadanya.


“Kak.” Panggil Angel pada Malik.


Ia ingin sekali mengatakan, bahwa ada seorang pria menyebalkan yang sering mendatanginya di kampus. Setelah pertemuannya dengan Rega di kantin teknik waktu itu, ternyata Rega sering makan siang di kantin fakultas tempat Angel mengajar, fakultas administrasi publik yang dulu di kenal dengan nama fakultas ilmu sosial. Angel berusaha menghindari Rega dengan tak lagi makan di kantin. Ia memilih memasak dan membawa bekal, agar bisa makan di dalam ruang dosen. Tapi, ternyata Rega memasuki ruang dosen itu dengan alasan ingin bertemu salah satu dosen di sana karena ada keperluan.


“Hmm.” Jawab Malik dengan masih fokus pada ponselnya.


“Kamu sibuk ya? Main game?” Tanya Angel menoleh ke ponsel suaminya.


“Ngga, aku lagi bales whatsappnya Joni untuk persiapan pertemuan besok dengan klien.”


“Oh, aku kira kamu lagi main game sama Kak Jo.” Ucap Angel.


Malik pun menyudahi kegiatannya dengan ponsel itu. ia menaruh ponselnya di nakas yang berada persis di sampingnya.


“Kok cemberut.” Malik menggoda Angel dengan mencubit ujung hidungnya yang mancung.


“Sebel kalo kamu lagi asyik main hape. Aku di cuekin.”


“Siapa sih yang nyuekin istri cantik seperti ini.” Ledek Malik lagi sembari mngeratkan pelukannya.


Angel tertawa dan mengeratkan juga pelukannya. “Gombal.”


Malik pun ikut tertawa.


“Kak.”


“Hmm.”


“Aku mau share. Tapi kamu jangan marah dulu ya.” Kata Angel.


“Apa sih, kok sepertinya serius.” Malik menatap wajah sang istri.


“Kamu ingat ga, pria di mall yang minta kenalan sama aku waktu itu dan kamu marah, terus langsung narik aku.”


Malik berpikir, kemudian mengangguk. “Kamu ketemu dia lagi? Di mana? Dia gangguin kamu?” Tanya Malik bertubi-tubi dengan raut wajah yang mulai emosi.


Malik merenggangkan pelukannya dan menegakkan tubuhnya.


“Tenang, Sayang. Jangan marah dulu!” Angel mengusap dada suaminya.


“Oke.” Malik berusaha tenang dan mendengarkan istrinya yang hendak bicara.


“Pria itu ternyata dosen juga.” Kata Angel.


“Apa dia dosen di kampusmu? Ga bener. Itu bahaya.”


“Kak. Dengerin dulu. Aku belum selesai bicara.”


“Oke.” Malik menarik nafasnya kasar.

__ADS_1


“Dia dosen teknik, jauh dari fakultas aku. Tapi beberapa hari yang lalu aku di ajak Mirna makan di kantin teknik dan bertemu dia. Terus sekarang dia jadi suka muncul di fakultas aku.”


“Wah ngajak ribut dia. Ajak aku ketemu dengannya.” Malik semakin menegakkan tubuhnya.


“Untuk apa?” Tanya Angel.


“Untuk kasih pelajaran lah.”


“Aku ga tau dia ke fakultas aku emang beenran ada urusan sama dosen yang lain atau hanya alibi untuk bertemu denganku. Tapi dia tahu kok, kalau aku udah nikah.”


“Laki-laki kalo ada maunya seperti itu, Bee. Itu pasti alibi dia buat ketemu kamu. Lelaki brengsek kalau suka sama cewek, ga peduli status cewek itu udah nikah apa belum.” Jawab Malik dengan emosi.


Angel tertawa. “Berarti kamu brengsek? Kan kamu juga tau waktu itu aku statusnya istri orang.” Ledek Angel.


“Itu lain cerita.” Jawab Malik lirih dan tidak lagi emosi.


“Tapi aku suka kok sama pria brengsek yang ini.” Angel memeluk Malik.


Lalu, mengecup bibir suaminya dan **********.


Malik pun membalas pangutan itu. mereka berciuman dengan durasi yang cukup lama.


“Nakal.” Kata Malik setelah Angel melepas pangutannya.


Angel tersenyum. Kemudian, ia membuka bajunya.


“Kak, buat Malik junior lagi yuk!”


Malik tersenyum menyeringai dan dengan senang hati ia menerima ajakan sang istri. Mereka pun menikmati malam panjang yang indah, sebagai pelepasan dari rasa cinta yang dalam dan kenikmtan dari hasrat yang menggelora.


Malik menggulirkan tubuhnya ke samping dan membawa Angel untuk kembali di peluk.


“Bee. Hindari oang itu. Kalau dia terus menganggumu, kita pindah ke Jakarta.” Ucap Malik.


Angel terdiam sejenak. Lalu, kepalanya mengangguk. Walau sepertinya untuk meminta mutasi, itu sangat tidak mungkin, mengingat Angel sudah tandatangan kontrak selama dua tahun di sini.


****


“Dah, Bee. Nanti aku jemput kamu sore.” Kata Malik, saat menurunkan Angel persis di lobby fakultas itu.


“Oke. Hati-hati ya.” Angel melambaikan tangannya ke arah Malik.


Sore ini, setelah pulang kerja, Angel meminta Malik untuk menemaninya ke Mall. Ia ingin membelikan oleh-oleh, karena besok mereka akan berkunjung ke Jakarta.


Sejak Angel menceritakan Rega pada Malik, Angel tak pernah lagi melihat Rega mendatangi fakultasnya. Entah apa yang sudah Malik perbuat terhadapnya. Tapi sepertinya, Malik tidak melakukan apapun pada Rega.


Tepat pukul 3.30 sore. Malik menjemput Angel.


“Ke mall biasa aja ya yang deket.” Kata Malik saat memesangkan sang istri seatbelt.


“Iya, di mana saja.” Jawab Angel tersenyum.


Cup. Malik mencium sekilas bibir sang istri sesaat, setelah seatbelt itu terpasang.

__ADS_1


“Bee. Pria itu sudah tidak menganggumu?” Tanya Malik.


Angel menggeleng. “Kamu melakukan sesuatu padanya?”


Malik menggeleng. “Buat apa?”


Angel tertawa. “Aku kira. Kamu kan possesive.”


“Kalau aku pikir ngapain juga nemuin dia. Toh wanita di samping aku ini cinta matinya sama aku.”


“Ish, pede banget.” Angel memukul lengan sumianya, membuat Malik tertawa terbahak-bahak.


“Tapi bener kan?” Malik menoleh ke arah sang istri dengan tatapan senang.


“Bener sih.”


Mereka pun tertawa.


Sesampainya di Mall. Mali memarikirkan mobilnya dan menggandeng Angel ke dalam. Mereka pun berjalan-jalan di area itu.


“Bee. Aku ke toilet sebentar ya. Kebelet nih.”


Angel mengangguk dan mengikuti suaminya. ia berdiri di luar. Sementara Malik berjalan lagi ke dalam, ke lorong tempat toilet berada.


Tiba-tiba,bumi seperti goyang. Angel pun merasakan sesuatu bergetar.


“Gempa.” Ucap orang-orang di sana yang tengah berlarian.


Angel bingung, ia ingin lari, tapi ia masih menunggu suaminya. Seketika tangan Angel di tarik oleh seseorang, hingga dengan terpaksa kakinya mengikuti langkah pria itu. Namun, kepala Angel masih tertuju pada lorong di mana suaminya masuk ke dalam sana.


“Kak.” Arah mata Angel masih tertuju di tempat mereka terpisah. Namun, kakinya meninggalkan tempat itu.


Angel terus di seret ke luar oleh pria yang sepertinya ia kenal.


“Ayo Angel! Kita harus keluar dari sini.” Kata Rega.


“Tapi di dalam ada suamiku.” Ucap Angel.


“Kita harus keluar, Ngel. Selamatkan dirimu terlebih dahulu.” Kata Rega lagi.


Di sana Malik pun mencari keberadaan sang istri. Ia pun panik karena Angel tidak berdiri di tempat sebelumnya. Malik mencari Angel, sambil berlari keluar. Lalu, ia mengakap Angel yang tengah di tarik oelh seorang pria.


Malik terus berlari mendekat ke arah Angel. Dan,


Bugh


Malik meninju dengan keras pria yang tengah membawa Angel keluar.


“Lu mau bawa kemana istri gue, Hah?” Tanya Malik dengan rahang mengeras. Sungguh ia murka pada pria ini.


Malik menarik kerah kemeja Rega dan membenturkannya ke dinding.


“Kak. Jangan!” Angel menarik lengan suaminya, agar Malik tidak terus memukuli Rega. Ia baru melihat suaminya semarah ini.

__ADS_1


Kemudian, bumi pun tak lagi bergetar. Namun, justru di luar mall itu, Malik dan Angel tengah menjadi tontonan, hingga sekuriti datang menghampiri.


Rega membangunkan macan tidur 😄


__ADS_2