Melanggar Janji

Melanggar Janji
Bukti sebuah perjuangan cinta


__ADS_3

Malik menaiki tangga dan kembali menuju kamarnya, sembari membawa satu gelas coklat hangat. Ia membuka pintu itu dan melihat wanita yang tengah berdiri di depan cermin. Angel memakai pakaian tidur berbahan satin yang super sexy berwarna salem. Pakaian tidur sangat pendek karena hanya menutupi b*k*ngnya saja dengan tali satu di bahu kiri dan kanan.


Malik tak berkedip melihat sang istri. Ia berjalan mendekati Angel dengan membawa coklat hangat itu di tangannya.


Angel pun langsung menoleh saat pintu itu terbuka. Ia tengah membalurkan lotion di sekujur tubuhnya, lotion yang cukup memanjakan hidung untuk selalu dekat dengan tubuh itu. Ia juga mulai risih dengan sorot mata Malik yang tak berkedip memandangnya itu.


“Pendek banget ya.” Angel memutar-mutar tubuhnya di depan cermin.


Seketika, Malik langsung memeluk tubuh itu dari belakang, setelah ia menaruh gelas di nakas.


“Cantik, sexy. Aku baru melihat kamu berpakaian sesexy ini.” Kata Malik persis di telinga Angel.


Ia menyikap rambut Angel ke samping dan mencium leher jenjang yang terbuka itu. “Kamu wangi banget, Bee.”


Angel memejamkan matanya, saat bibir Malik menyentuh kulit sensitifnya itu.


“Pakaian ini pasti dari kamu.” Ucap Angel lirih.


Malik mengangguk, walau dengan bibir yang masih menelusuri leher jenjang itu.


“Pantas saja Bi Ella membantuku menaruh pakaian, karena dia menyelipkan banyak pakaian tidur sexy ini.” Angel tersenyum sembari menoleh ke wajah Malik dari samping.


Malik melihat Angel dari cermin. Ia tersenyum. “Ternyata caraku berhasil ya.”


Angel pun melihat Malik dari cermin. Ia juga tersenyum hingga menampilkan gigi rapihnya. “Kamu emang ya, pemaksa. Sepertinya sifat pemaksa bos David, nempel ke kamu.”


Malik pun tertawa. Ia masih menempelkan dagunya di leher jenjang itu dan melingkarkan kedua tangannya di perut ramping itu.


“Bee. Aku udah bikinin kamu coklat hangat. Itu.” Malik mengarahkan kepalanya pada nakas yang ada di samping ranjangnya.


"Di minum sampai habis dan tunggu aku ya.” Kata Malik sembari menggigit leher istrinya dan membuat tanda merah di sana.


“Hmm..” Angel menerima itu dengan menggigit bibirnya, walau sedikit sakit tapi entah mengapa rasanya sangat melenakan.


Lalu, Malik melepaskan tubuh itu. “Tunggu ya, jangan tidur dulu!”

__ADS_1


Angel tersenyum dan mengangguk. Ia menunggu Malik mandi dengan memainkan ponselnya, sambil duduk di meja rias.


Lama menunggu Malik, kemudian ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia berbaring miring membelakangi pintu kamar mandi sembari tetap memainkan ponselnya. Ia melihat postingan Malik yang mengtag namanya di sana. padahal saat itu juga Angel baru mengkonfirm pertemanan dengan suaminya. Di sosial media itu, Malik sudah merubah statusnya menjadi ‘menikah dengan Angel Agnita Putri’. Angel terus mengulas senyum.


Malik baru saja selesai membersihkan diri. Perlahan, ia membuka pintu kamar mandi itu. Ia melihat Angel yang tengah berbaring membelakanginya. Ia juga melihat istrinya tengah asyik memainkan ponsel. Lalu, Malik mendekati istrinya. Kaki jenjang mulus Angel terpampang jelas, apalagi baju tidur yang tipis itu tersingkap dan hampir menampilkan b*k*ng bulat itu, membuat hasrat Malik semakin memuncak.


Malik menaiki ranjang itu, tapi Angel masih belum menyadari. Bibir Malik kembali menelusuri bahu terbuka itu, karena tali satu yang ada di bahu Angel turun.


“Kenapa senyum-senyum?” Tanya Malik dengan suara yang berat menahan gairah.


“Eh, kamu sudah selesai mandi?” Tanya Angel terkejut melihat kepala suaminya yang sudah menempel di bahunya.


“Asyik banget liatin handphone sampe ga tau aku udah deketin kamu.”


Angel tertawa. “Maaf, kak. Aku lagi baca postingan kamu. Ternyata kamu punya sosmed?”


“Punya, tapi ga pernah aktif. Sekarang baru aku aktifin, karena aku mau semua orang tahu siapa istriku.” Kata Malik sembari tangannya bergerilya mengelus tubuh sang istri.


Angel tersenyum. “Love you.”


“Kamu ga pakai c*l*n* dalam?” Tanya Malik dengan suara yang semakin berat.


Angel tersenyum dan menggeleng.


“Nakal.” Kata Malik.


“Aku suka di nakalin kamu.”


Malik langsung tertawa mendengar ucapan istrinya.


“Ini juga ga pake?” Tangan Malik meremas satu gunung kembar Angel.


“Kamu suka kalau tiap malam aku berpakaian seperti ini?” Tanya Angel menoleh ke arah wajah suaminya dari samping.


“Banget. Dan, jangan pakai daleman. Seperti ini ya.” Pinta Malik.

__ADS_1


Angel mengangguk dan tersenyum. Lalu, Malik membantu Angel berbaring lurus. Ia mulai mencumbu istri halalnya itu dari mulai mengecup kening, kedua bola mata, ujung hidung, kedua pipi, dan berakhir pada bibir ranum itu.


Lama, Malik mengecup bibir itu berkali-kali.


“Mpph..” Angel menghirup banyak udara, setelah Malik melepas pangutan itu. Lalu, Malik kembali ******* bibir itu. Ia mengulum bibir bawah dan atas Angel dengan kuat, hingga bibir itu menebal.


“Mmmpphh.. Kak.” Angel menahan dada malik, karena nafasnya sudah sangat tersengal-sengal.


“Aku suka bibir kamu, Bee. Maaf jadi bengkak begini.” Kata Malik sembari mengelus bibir itu dengan ibu jarinya. Sementara satu tangannya lagi di pakai untuk menopang tubuhnya agar tak terlalu menindih tubuh Angel yang berada di bawahnya.


Kemudian, bibir Malik mulai beralih ke leher. Angel pun menengadahkan kepalanya, agar Malik bisa leluasa mengecap bagian itu sebanyak yang ia mau. Lalu, bibir Malik turun lagi ke dua gunung kembar Angel. Satu tangannya meremas satu bukit itu, sementara mulutnya mengulum sisi sebelahnya. Satu tangan Malik yang menganggur mencoba mencari celah untuk menyentuh bagian inti milik istrinya.


Satu tangan Angel memegang bahu Malik dan satu tangannya lagi memegang rambut Malik. Tangan Angel meremas bahu dan rambut Malik, ketika Malik menggigit p*t*ng itu dengan gemas.


“Sshh.. Kak, gigitnya pelan-pelan.”


“Maaf, Bee. Aku gregetan.”


Kemudian, sampailah bibir Malik pada bagian inti milik istrinya. Memang ini bukan yang pertama kali, Malik melihat tubuh polos Angel. Namun, malam ini suasananya terasa berbeda. Setelah, ia memainkan bagian inti itu, ia pun mulai mengarahkan miliknya dan melakukan penyatuan hingga tertanam sempurna.


“Aah.” Pekik Angel, saat milik suaminya sudah berada di dalam tubuhnya.


“Masih sakit ya, Bee. Maaf.” Ucap Malik sembari membelai wajah sang istri.


Angel tersenyum. “Tidak apa.”


Malik kembali mengecup seluruh wajah Angel dan kembali meneruskan aktifitasnya.


“Sempit, Bee.” Racau Malik, saat mulai mengerakkan tubuhnya.


Entah mengapa penyatuan ini jauh lebih nikmat dari sebelum yang pernah mereka lakukan. Mungkin, karena mereka melakukan dengan keadaan yang benar, sehingga tidak ada rasa bersalah saat melakukannya.


“Bee. Sumpah kamu enak banget.” Malik kembali meracau, sedangkan Angel hanya merintih menikmati sensasi yang rasanya antara sakit dan nikmat.


Mata Angel terlihat sayu, sembari meremas kedua ujung bantal yang menyangga kepalanya. Malik pun semakin bersemangat melihat wajah sexy serta rintihan yang terdengar begitu sensual dari mulut sang istri.

__ADS_1


Kini, keduanya berpacu mencari kenikmatan hingga malam yang kian larut. Melampiaskan rasa rindu dan cinta yang menjadi satu dalam sebuah penyatuan, dengan harapan benih cinta itu akan tumbuh sebagai bukti dari sebuah perjuangan cinta yang penuh liku.


__ADS_2