
Dua hari kemudian.
“Far.” Adrian menahan lengan Farah yang hendak keluar dari mobilnya.
Ia baru saja mengantar Farah bertemu dengan seseorang yang akan membeli mobil sedannya. Mobil yang pernah menemani Farah saat ia hampir saja merenggang nyawa karena ketiga preman itu. Ketiga preman yang sudah di ringkuk polisi dan timah panas mengenai salah satu kaki pelaku itu, saat tengah melarikan diri.
Kini Farah tinggal di sebuah apartemen. Ia menyewa flat kecil di sana. flat yang cukup untuk dirinya sendiri.
“Hmm.” Farah pun menoleh.
“Mau menikah denganku?” Tanya Adrian.
Farah membulatkan matanya. “Aku baru bercerai, Yan. Kamu gila.”
“Aku serius, Far.”
Farah menggeleng. “Aku di tugaskan di rumah sakit cabang Jogja mulai minggu depan.”
Farah memang akan bertandang ke kota itu untuk mengisi posisi dokter kandungan yang hanya ada satu orang, karena rumah sakit itu baru saja di buka sebagai cabang dari rumah sakit pusat yang berada di Jakarta.
“Hanya enam bulan kan? Aku tahu.” Jawab Adrian.
“Enam bulan juga waktu yang lama, Yan. Jika kamu mempunyai calon yang lain, tidak perlu menungguku.” Ucap Farah yang hendak membuka pintu mobil itu. namun, Adrian menguncinya.
“Yan.” Farah menghelakan nafasnya sembari menatap lagi ke arah Adrian.
“Tunggu, Far.” Adrian mengambil seutas kawat yang ia cari di daskboard, lalu membuatnya menjadi sebuah bulatan kecil.
“Aku ikat kamu, sekarang. Aku menunggumu hingga urusanmu selesai di sana dan kamu tidak boleh berhubungan dengan pria manapun. Deal.” Adrian memakaikan kawat kecil yang sudah berbentuk cincin itu ke jari tengah Farah, karena kawat itu terlihat kebesaran jika di sematkan ke jari manis.
Farah tertawa. “Ga elit banget sih.”
“Dadakan.” Adrian nyengir.
“Kamu ganteng tau kalo ketawa.” Ucap Farah.
“Masa?’
“Kalau gitu aku akan ketawa terus.”
“Awas, nanti di sangka orgil.”
Keduanya pun tertawa.
__ADS_1
****
Dua minggu kemudian, pernikahan Malik dan Angel di gelar. Semua orang yang kedua memeplai itu cintai pun hadir, tak terkecuali David dan keluarga, juga Abram bersama tunangannya.
Angel terlihat sangat cantik dengan gaun yang di pilihkan Mama Rini untuknya. Di sertai rambut yang di sanggul kecil dan sedikit menyisakan rambut di sisi kiri kanan rambut yang sedikit di buat bergelombang. Angel pun mengenakan kalung berlian khusus yang diberikan Malik untuknya.
Pada acara adat sunda, Malik dan angel di giring menuju pelaminan, di iikuti oleh orang tua, kerabat, dan sahabat.
Joni dan Rumi pun hadir. Mereka ikut mengiringi kedua mempelai dari belakang, karena mereka di tugaskan untuk menjadi among tamu. Jo pun demikian. Bedanya, Jo terus menatap wajah Rumi yang cantik. Walau Jo tahu bahwa Rumi adalah pacar Joni, tapi seeprtinya ia tak gentar, karena sebelum janur juning melengkung, semua pria masih memiliki kemungkinan untuk menajdi suami Rumi.
“Malik.” David memanggil mantan asistennya yang sedang berdiri di pelaminan.
“Congratulation. Akhirnya kau mendapatkannya lagi.” Ucap David.
“Ini semua berkatmu, Sir. Aku banyak belajar darimu.”
David tertawa. Begitu pun Malik. Mereka saling berpelukan ala pria sejati.
Lalu, David beralih ke Angel. “Bagaimana dia, Angel. Apa dia semakin nakal?”
Angel tertawa. Begitu pun dengan Sari yang baru sja bercipika cipiki dengan memepelai wanita.
“Tapi sepertinya, kami memang senang di nakali suami.” Jawab Sari yang langsung membuat Angel tertawa.
Kemudian mereka pun berfoto. “Cheerrss.”
Tak lama kemudian, Giliran Adrian yang naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat.
“Bunda.” Alika dan Faris langsung menubruk tubuh Angel.
“Sayang. kangen. Kangen Alika, kangen Faris.” Angel pun langsung membentangakn kedua tangannya untuk memeluk kedua anak Adrian.
“Om, Alika sama Faris boleh menginap di rumah Om, Kami kangen di bacakan dongeng sama Bunda.” Kata Alika.
“Boleh dong.” Jawab Malik.
“Asyik.” Kedua anak Adrian itu berjingkrakan.
“Selamat ya.” Adrian menyalami Malik dan memeluknya.
“Bang ada yang nyariin lu loh dari tadi.” Ucap Malik berbisik di tengah pelukan mereka.
“Siapa?” Tanya Adrian.
__ADS_1
“Tuh.” Malik menunjuk ke arah Farah yang tengah memakan koktail dan duduk manis di samping sekelompok biduan yang tengah bernyanyi mengiringi pesta yang meriah itu.
“Good job, Lik.” Adrian dengan cepat menyalami Angel dan berlari dengan semangat menghampiri wanita yang sudah dua minggu tidak ia temui.
Adrian meninggalkan Alika dan Faris yang masih berdiri bersama Malik dan Angel.
“Wah ga beres, mentang-mentang lagi seneng, masa anaknya di tinggal.” Ujar Malik membuat Angel tertawa.
“Biar mereka sama Papa.” Ucap Radit yang sudah berada di atas pelaminan.
“Om.”
“Tante.”
Radit dan Dila ternyata hadir di pesta ini. sungguh kejutan yang luar biasa. Angel dan malik semakin sumringah melihat kehadiran mereka.
“Terima aksih, Om dan tante udah datang.” Ucap Malik.
“Walau bagaimana pun kamu tetap keponakan, Om. Iya kan, Ma?” Radit menyenggol lengan istrinya.
“Iya.” Jawab Dila ketus.
“Jadi Mama Dila memaafkan kami?” Tanya Angel.
“Yah, mau gimana lagi. Apalagi sekarang Adrian juga mengikuti jejakmu.” Jawab Dila merengek.
Radit, Malik, dan Angel tertawa.
“Yah, namanya keluarga, sifatnya sebelas dua belas lah.” Celetuk Faisal dan di iringi tawa Berlin di sampingnya.
Mereka berdiri cukup lama, karena sedari tadi tamu tak berhenti untuk memberikan ucapan pada kedua mempelai yang tengah berbahagia ini.
“Bee, kamu capek?” Tanya Malik yang melihat raut wajah sang istri tengah kelelahan.
Angel mengangguk.
“Lepas saja high heelsmu, Bee.” Malik menyuruh Angel untuk duduk dan dia berjongkok di hadapan Angel. Ia membuka High heels yang masih menempel di kaki istrinya dan memijat sedikit kaki itu.
“Lebih baik?” tanya Malik lagi.
Angel pun mengangguk. “Terima kasih.”
Sontak adegan romantis itu langsung di foto dan di kamerai oleh bagian dokumentasi, serta menjadi bahan ledekan dari si MC.
__ADS_1
“Uuuuhhhhh..” Sorak semua tamu yang mengalihkan pandangannya pada kedua mempelai.
Angel hanya tersenyum malu. Namun, Malik seperti seolah biasa saja. Stay cool.