
“Pak, sabar. Pak.” Kata sekuriti itu.
Malik masih menarik kerah kemeja Rega dan membenturkannya di dinding. Ia hendak memukul lagi, walau sudut bibir Rega terlihat sudah mengeluarkan darah.
“Kak, Jangan!” Kata Angel, sembari menahan dadanya.
“Maaf, saya panik dan hanya menyelamatkan orang yang saya kenal.” Jawab Rega.
Malik, Rega, dan Angel di kerumuni banyak orang.
“Rega.” Tiba-tiba seorang wanita berlari menghampiri Rega.
“Nad.. Nadia.” Panggil Angel pada wanita yang menghampiri Rega. Seketika Malik pun melepas cengkramannya pada Rega dan tidak jadi memukul lagi.
Nadia adalah teman Angel saat kuliah S2 di Depok. Ia baru sampai di kota ini dan janjian bertemu dengan Rega di Mall ini. Rega dan Nadia sudah bertunangan dan akan menikah bulan depan. Nadia sempat mengatakan pada Rega bahwa Angel temannya juga di terima di kampus yang sama dengannya. Nadia juga menunjukkan foto Angel pada Rega. Lalu, setelah melihat Angel di Mall waktu itu, Rega yakin bahawa wanita yang tengah berdiri itu adalah teman tunangannya. Oleh karena itu, Rega mengajak berkenalan untuk memastikan.
“Angel, apa-apan ini?” Tanya Nadia bingung, sembari menunjuk ke arah Rega.
“Dia siapa?” Tanya Angel.
“Dia siapa, Bee?” Tanya Malik pada Angel dengan menunjuk Nadia.
“Oh, ya ampun sepertinya ini salah faham.” Kata Angel, sembari menepuk jidatnya.
Tak lama kemudian, sekuriti membubarkan orang-orang yang menonton pertikaian yang terjadi antara Malik dan Rega. Angel membawa Rega dan Nadia ke sebuah cafe yang berada di lobby utama mall itu. Mereka pun duduk berempat di sana.
“Ini.” Angel menyerahkan kotak P3K yang ia beli langsung di apotik yang berada di dalam Mall.
“Jadi Rega ini tunanganmu?” Tanya Angel pada Nadia.
“Iya.” Jawab Nadia.
“Gila, Ngel. Suami lu galak banget sumpah. Aw.” Rega merintih saat Nadia memberikan alkohol di sudut bibirnya yang terluka akibat pukulan Malik. Ia pun melirik ke arah Malik yang masih duduk diam di tempatnya.
Namun, Malik masih bersikap dingin. Ia menyedekapkan kedua tangannya di dada.
“Kak.” Angel memberi kode, agar Malik meminta maaf, walau Angel sudah meminta maaf atas nama suaminya. Tapi, Malik masih diam.
“Rega kan di mutasi ke sini. terus gue liat di grup, lu juga di terima di kampus ini. terus gue bilang sama Rega, kalau temen gue juga di terima di kampus yang sama. Dan, gue nunjukkin foto lu sama Rega. Gue bilang kalo ketemu cewek ini, sekalian jagain karena dia sendirian. Sorry, Ngel gue ga tau kalo lu rujuk sama suami lu. Soalnya beredar kabar, kalo lu udah cerai.” Ujar Nadia panjang lebar.
Nadia mengira suami Angel dari awal adalah Malik, karena Nadia melihat Malik yang sering datang menjemput ke kampus, Malik juga yang menunggu Angel saat sidang tesisnya waktu itu.
__ADS_1
Angel menoleh ke arah Malik. Ia hanya mengangguk.
“Iya, gue rujuk lagi. Ternyata dia ga bisa jauh dari gue, Nad. Dia sampe ngintilin gue ke Jogja.” Kata Angel tersenyum dengan arah mata ke suaminya yang masih cemberut.
Angel malas menceritakan kisah sebenarnya, biarlah Nadia berfikir seperti apa yang dia fikirkan.
Malik menatap mata Angel.
“Ih, sweet banget sih.” Ucap Nadia.
“Sekali lagi, sorry ya Ga. Abis kamu juga sih mencurigakan. Aku sempet mengira, kamu suka sama aku, abisnya dia ngikutin aku terus, Nad.”
Rega tertawa. “Aw.”
“Masih sakit ya, sayang?” Tanya Nadia dan memegang lagi luka di bibir tunangannya itu.
“Rega emang suka gitu, Ngel. Cara ngedeketin orang itu ekstrim.” Kata Nadia tersenyum.
Angel pun membalas senyum Nadia.
“Ya ampun. Maaf ya, aku udah buruk sangka sama kamu.” Kata Angel pada Rega.
"Fine, Ngel. Ngga apa, salah gue juga." Rega nyengir.
Malik mengangguk. “Saya juga minta maaf.”
Angel menarik nafasnya. “Akhirnya kesalah pahaman ini berakhir juga.”
“Tapi sorry ya, Nad. Tunangan lu jadi bonyok gini.” Kata Angel lagi.
“Iya, tonjokan laki lu keras banget. Ampun dah.” Ucap Rega.
“Maaf.” Malik menundukkan sedikit kepalanya. Ia memang salah karena telah mengeksekusi sendiri pemikirannya.
Begitulah posesive seorang Malik Ibrahim. Menjadi asisten dari seorang David Osborne membuatnya menjadi seperti pria itu.
Angel duduk agak condong ke depan, sedangkan Malik bersandar pada kursi. Rega dan Nadia yang duduk di seberangnya, sangat merasakan aura posesive yang Malik perlihatkan. Pasalnya Malik terus merangkul pundak sang istri walau saat ini mereka tengah duduk.
Setelah ke salah pahaman ini berakhir. Angel pun memohon untuk pamit. Ia juga melihat keadaan Rega sudah lebih baik.
“Ngel, suami lu possesive banget sih.” Kata Nadia berbisik, saat Malik tengah ke kasir untuk membayar semua minuman yang mereka pesan.
__ADS_1
Angel menatap suaminya yang tengah berdiri di depan kasir jauh dari ia duduk. Malik pun menoleh ke arah sang istri dan tersenyum. Angel membalas senyum itu dengan manis.
“Dia emang posesive. Tapi gue cinta sama dia. Gue suka cara dia mencintai gue, Nad.” Kata Angel.
“Terus kenapa lu waktu itu sempet cerai?” Tanya Nadia.
“Bee. Yuk!" Tiba-tiba Malik datang dan mengajak Angel untuk pergi dari tempat ini dan melanjutkan ke tempat tujuan mereka.
Angel berdiri. “Ceritanya panjang, Nad. Butuh waktu seharian buat gue ceritain semua.”
Angel tertawa.
“Uuuh, dasar lu. Cewek misterius.” Ledek Nadia.
Angel kembali tertawa dan bercipika cipiki pada temannya itu. “Bye, Nad. Sampai ketemu lagi.”
“Bye. Rega. Sekali lagi sorry ya.” Kata Angel pada Rega.
“Sorry. Bro.” Malik mengajak Rega untuk bersalaman dan Rega langsung membalas uluran tangan itu.
“It’s ok.” Jawab Rega dengan mengacungkan ibu jarinya ke atas.
Kedua pasangan ini saling bersalaman bergantian.
“Ngel, gimana kalo besok kita double date?” Tanya Nadia, sebelum Angel dan Malik hendak meninggalkan mereka.
“Yah, ga bisa, Nad. Weekend ini gue pulang kampung dulu.” Jawab Angel.
“Yah. gue ke sini, lu malah balik ke jakarta sih.”
Angel hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Lalu, Malik kembali menggandeng istrinya dan memasuki area mall itu. Mereka berjalan beriringan menuju supermarket yang terletak di lantai paling bawah.
"Kak, lain kali jangan asal pukul orang seperti itu." Kata Angel, sambil menoleh ke arah Malik yang sedang merangkul bahunya.
"Abis siapa yang ga kesel ngeliat istrinya di tarik gitu. Udah dapetinnya susah, eh dia maen ambil kamu gitu aja."
Angel tertawa. Ia terus tertawa.
"Emang iya? Dapetinnya susah ya? Uuuh kasian." Ledek Angel.
"Au ah." Malik melepaskan rangkulannya dan berjalan lebih cepat.
__ADS_1
"Sayang, tunggu! Ish ngambek." Angel berlari mengejar Malik yang sudah jalan jauh di depan, sambil terus tertawa.