
Nadeo mengelap setiap keringat yang keluar dari pelipis Nabila. Bibirnya komat-kamit merapalkan doa, atau merapalkan mantra untuk dirinya sendiri bahwa semua baik-baik saja.
Sesekali Nadeo menyemangatisang istri dengan mengatakan ia pasti bisa, atau sekedar ucapan cinta.
"Ayo sayang, kamu pasti bisa. Mas di sinu untuk kamu, Mas mencintai kamu sayang." Bisik Nadeo penuh cinta di telingan Nabila.
Nabila mengangguk, tangannya menggenggam erat tangan Nadeo seolah tak mau melepasnya.
"Mas sakit.. , " Rengek Nabila.
Ah hati Nadeo hancur mendengarnya. Demi melahirkan seorang anak untuknya, Nabila harus rela mengorbankan dirinya seperti sekarang, ia harus mengejan keras, belum lagi kontraksi yang ia rasakan sudah dari semalam, makin membuat hati Nadeo sakit.
Dalan hati Nadeo berjanji tak akan menyia-nyiakan wanita yang sekarang berjuang untuknya. Ia merasa sangat berdoaa pernah menyakiti Nabila di masa lalu, dan dapat ia pastikan itu semua tak akan terulang lagi, Nabila adalah ratu di singgasana hatinya.
"Maafin Mas ya Bila." Lirih Nadeo dengan mata yang berkaca-kaca.
"Mas jangan sedih, ayo semangatin aku." Rengek Nabila lagi.
Nadeo tersenyum dengan anggukan. "Ayo sayang, biar cepat ketemu buah hati kita."
Nabila mengerahkan seluruh tenaganya agar ia bisa mencapai tujuannya, bertemu si kecil. Nabila mencengkram tangan Nadeo erat.
Dan ya! Ia berhasil! Di iringi hembusan napas Nabila yang lelah, anaknya telah lahir.
"Bayinya perempuan." Ucap Dokter yang bernama Rossa, juga rekan Nadeo.
"Alhamdulillah." Syukur Nadeo, tak terasa air matanya jatuh menyaksikan buah hatinya. "Terimakasih Bila." Ucap Nadeo sembari mencium kening Nabila.
__ADS_1
Dapat terdengar suara tangisan dari bayi Nabila. Hanya suara tangisan bayilah yang menjadikan bahagia.
Kini Nabila bisa mendekap juga mengelus bayi yang kini ada dalam pelukannnya, ait matanya lolos begitu pula Nadeo. Tidak, bukan hanya air mata, Nadeo menangis. tangis haru dan bahagia. Ia sangat mendambakan momen seperti ini, akhirnya ia mendapatkannya.
"Mas..., dia mirip kamu." Ujar Nabila sekbari melirik sekilas ke arah Nadeo.
"Iya, dia mirip aku. Tapi Mas ingin dia seperti Mamanya, menjadi perempuan hebat." Nadeo menggantungkan harapan dalam kalimatnya, dan harapan itu akan dipikul oleh anak perempuannya inu.
Nadeo mengelus tangan mungilnya sembari tersenyum. Lembut, halus, itulah kesan yang didapat Nadeo ketika kulitnya bersentuhan dengan si kecil.
"Sekali lagi terimakasih Bila, sudah melahirkan Putri untuk ku."
Setelah ini, Nadeo yakin hidupnya tak kan lagi sama, ada pelangi yang akan terus mewarnai hari-harinya. Dan sekarang ia resmi menyandang gelar seorang Ayah, dan pastinya ia punya tanggung jawab yang begitu besar.
"Mas, namanya siapa?" Tanya Nabila.
"Nurma. Nurma tazzy winata. Bagaimana bagus tidak?"
Nabila mengangguk.
Jelas bagus. Nabila juga suka akan nama itu. Dan untuk memberi nama memang sudah Nabila rencanakan bahwa Nadeolah yang akan menamai anak mareka. Dan Nabila yakin Nadeo pasti akan menamai anak mareka dengan nama yang bagus.
"Terimakasih sayang, terimakasih." Entah sudah berapa kali Nadeo mengucapkan itu kepada Nabila, dan tak hentinya ia mencium Nabila. Ia benar-benar bahagia.
"Sayang, ini papa ya nak?" Ujar Nadeo sembari mengelus kepala si kecil.
"Dan ini Mama, selamat datang sayang."
__ADS_1
Ingin Nadeo menyesali mengapa tak dari dulu saja ia membuka hati pada Nabila, mungkin ia sekarang sudah punya dua anak, tiga anak, atau lebih?
Ah kalau dipikir-pikir lagi ia tak jadi menyesal. Setidaknya ia telah belajar arti dari kehilangan juga penyesalan, dan kedepannya ia bisa menghargai cintanya. Dan tentunya untuk mencapqi di titik ini, ia punya perjuangan.
Terimakasih dari Nabila dan Nadeo.
...****************...
Hay aku mau cuap-cuap sedikit.
Hay semuanya. Akhirnya setelah melalui banyak perjuangan juga mageran, aku bisa menyelesaikan novel Menepi (Mencintai Dalam Sepi).
Aku mau mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca setiaku, yang udah like juga komentar kritik juga saran.
Aku mau banyak minta maaf karna aku masih banyak kekurangan,apalagi ini novel pertama aku.
Mungkin ada beberapa orang yang kecewa dengan endingnya, dan bertanya-tanya. "Kok endingnya gin?" "Kok bukan sama Egy?" "Harusnya kan sama egy, bukan sama Nadeo." Dan lain-lain. Gak harus sama semua ya sayang.Karna dari pertama yang terlintas dalam otakku endingnya begini, dan aku gak bisa mengubah itu semua.
Di sini aku mau kasih tahu sedikit. Egy ini bukan gak bahagia ya? Dia memilih sendiri jalannya untuk tetao mencintai nabila sampai wakti yang tidak dapat ditentukan hatinya, dan dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Dia ingin menepati janjinya sebagai seorang laki-laki.
Jujur semuanya,walau Egy inu adalah second lead, tapi dari semua karakter, aku paling suka Egy. Karakter yang tidak plin-plan, dan tetap pada satu keputusan. Dan dalam diri Egy adalah kriteria pria sejati.
Terimakasih semuanya.
Terimakasih dari Nabila, Nadeo dan juga Egy.
Next kita ketemu di novel selanjutnya.
__ADS_1
Ayok kalian mau request cerita genre apa? Romansa atau rumah tangga? Komen ya?