
"Nabila, ini Mama aku." Ucap Egy memperkenalkan Mamanya pada Nabila.
Sebenarnya Nabila sudah kenal pada Mamanya Egy, alias Bu Yura. Bohong rasanya jika ia bilang tak kenal, karna Bu Yura adalah Nyonya ASHER GROUP.
Bu Yura yang terkesan cuek membuat nyali Nabila menciut ke level terendah.
"Nabila tante." Nabila sedikit membungkukkan badannya untuk menyalami Bu Yura, tapi sama sekali tak dibalas.
"Ma?" Egy mengisyaratkan Mamanya agar mau membalas uluran tangan Nabila.
Dengan rasa malas dan terpaksa Bu Yura membalas uluran tangab yang sedari tadi melayang di udara. Ingat! Hanya sekenanya saja, bahkan saat Nabila ingin menciumi punggung tangan Bu Yura, Bu Yura sudah terlebih dahulu menarik tangannya.
"Nabila bawa oleh-oleh buat Mama, dia bawa rendang Ma, dia pinter bikin rendang, Mama kan suka rendang?" Ujar Egy berbinar.
"Oh.."
Hanya 'oh'?
Nabila menyodorkan rantang yang dipegang dengan tangan kirinya, bermaksud agar Bu Yura menerimanya.
"Taruh di situ saja."
Seperti dugaannya Nabila, ia sama sekali tak dihargai. Tapi hatinya mencoba untuk beraabar. Kemudian Nabila benar menaruh rantang yang berisi rendang itu di atas meja kaca bundar. Setelah itu Egy menarik tangan Nabila untuk duduk bersamanya.
Nabila ingat dulu ia pernah bertemu dengan Bu Yura di acara pertunangan Cinthya. Dan saat iti Bu Yura sangat baik dan ramah. Sangat berbanding terbalik dengan hari ini. Padahal saat itu ia dikenalkan sebagai pacar Egy. Tak ada yang salah.
"Ma..., aku berencana ingin melamar Nabila, dan serius dengan dia." Ungkap Egy akan niatnya. Tapi belum sempat Bu Yura menaggapi sudah ada yang memanggilnya.
"Tante!!!" Seru Putri dan menghampiri Bu Yura.
Entah kapan Putri sudah ada di sini, yang jelas ia begitu heboh. Dan bukan Bu Yura namanya jika tak menyambutnya dengan bahagia, ditambah senyum yang tulus khusus untuknya.
Putri memeluk, dan mencium pipi kanan kiri Bu Yura, dan pun sebaliknya. Mareka benar-benar terlihat akrab. Kemudian Putri duduk di sisi Bu Yura. Jangan lupa sebuah seringai jahat yang ia berikan pada Nabila.
"Loh? Ada Nabila? Udah lama sampenya?" Tanya Putri sok berbasa-basi.
Nabila tahu ini adalah drama dari Putri, ia yakin Putri ingin mempermalukannya sekarang.
"Ma..., aku lanjut." Kata Egy yang merasa omongannya terpotong karna kehadiran Putri. Ia memang mwrasa sedikit terganggu dengan kehadiran Putri, apalagi ia sedang dalam momen penting.
__ADS_1
"Aku harap Mama merestui hubungan kami berdua dan bersedia melamar Nabila untuk aku Ma. Dan-"
"Enggak!!" Potong Bu Yura cepat.
Atensi Nabila dan Egy langsung tertuju pada Bu Yura yang menolak permintaan Egy. Ada apa? Kenapa ini?
"Ma..."
"Mama gak suka perempuan ****** seperti dia." Hina Bu Yura.
"Ma.., kenapa? Nabila salah apa?"
"Mama gak suka sama perempuan penggoda seperti dia, belum lama bercerai, sudah mau menikah dengan orang lain saja. Perempuan macam apa kamu ini? Gatal sekali!"
Mata Nabila langsung berkaca-kaca mendengar sederet hinaan yang diberikan Mamanya Egy kepadanya. Sungguh ia tak berani menjawab, ia menjadi wanita yang pengecut sekarang.
"Ma!" Teriak Egy tak terima.
"Biarin Mama bicara!" Dengus Bu Yura, "Apa kamu tidak di ajari sopan santun oleh orang tua kamu? Masih berstatus istri orang, tapi sudah menggida anak saya."
Sakit! Itulah yang Nabila rasakan sekarang, tapi untuk membantah semua tuduhan Bu Yura, ia tak punya nyali. Ia berubah menjadi pengecut.
"Tidak usaj menyangkal Egy, dia menggoda kamu sedari dia menjadi istri orang lain. Dan yang bikin Mama gak habis pikir, dia istri Nadeo, istri teman kamu." Geram Bu Yura.
"Mama sama sekali gak tahu apa-apa Ma, jangan asal berbicara pada Nabila. Egy sangat mencintai dia."
"Otak kamu pasti sudah dicuci oleh perempuan itu."
"Stop Ma! Stop ngomong yang engak-enggak tentang Nabila."
"Lihat saja kamu! Kamu sudah berani melawan Mama hanya karna perempuan itu."
Nabila yang sedari tadi menunduk, kini ikut berdiri. Ia menarik lengan Egy seolah mengatakan untuk tidak berdebat lagi dengan Bu Yura.
"Mas..., aku pulang saja." Bisik Nabila.
Egy menggenggam tangan Nabila, seolah menguatkan Nabila.
"Mama udah salah paham sama Nabila. Semua gak seperti yang Mama pikirkan, Mama salah!"
__ADS_1
"Sudahlah Egy, tidak ada lagi negosiasi. Apa pun yang terjadi Mama tidak akan pernah menerima seorang janda untuk menjadi menantu Mama." Putus Bu Yura. "Mama heran sama kamu, dulu saling rebutan pelacur, sekarang kepincut janda. Apa kamu gak bisa liat wanita baik-baik Gy?"
Tuhan, mengapa Mamanya sangat keras?
"Rugi kamu jauh-jauh ke USA kemarin, sukanya modelan begini. Sudah kampungan, murahan lagi!"
"Mas..., aku pulang saja ya?" Rengek Nabila. Ia tak tahan lagi dengan penghinaan Bu Yura terhadapnya.
Egy semakin mengeratkan genggamannya pada Nabila. "Ma stop Ma! Mama restui atau enggak, aku akan tetap nikahin Nabila."
"Pintar kamu Nabila bikin anak saya jadi pembangkang. Lepas saja jilbab kamu, gak ada gunanya kamu pakai jilbab, sedangkan kelakuan kamu seperti itu."
"Yok Nabila kita pergi?" Ajak Egy yang sudah malas berdebat dengan Mamanya.
"Tunggu!!" Seru Bu Yura. "Mama ingin menyampaikan pada Nabila, jauhi Egy, dia sudah saya jodohkan dengan Putri."
"Enggak Ma! aku gak mau!" Tolak Egy diiringi gelengan kuat.
"Baik tante, saya akan menjauhi anak tante, saya permisi!" Nabila menarik tangannya dari genggaman Egy lalu ia berlalu pergi.
Egy seketika mengejar Nabila. "Bila.."
Egy mencekal lengan Nabila di halaman rumah. "Bila, tunggu Bila!"
"Apalagi Mas? Mas gak dengar tadi Mama ngomong apa?"
"Aku mohon Bila, kita berjuang bersama ya? Kita akan dapatkan restu Mama ya? Pleas Bila aku mohon, aku gak bisa tanpa kamu."
"Maaf Mas! Aku harus tenangin diri aku, aku mau pulang."
"Aku antar! Pleas aku antar!" Egu sedikit memaksa. Ia juga merasa bertanggung jawab. Ia menjemput Nabila, maka sekarang ia harus mengantar perempuan itu sampai dan selamat ke tujuan.
"Aku gak akan tenang kalau kamu belum samoai ke rumah dengan selamat." Jujur dalam keadaan seperti ini, bisa saja seseorang terganggu pikirannya. Dan Egy tak mau itu terjadi pada Nabila.
"Ok Bil?"
Nabila tak menjawab. Egy menganggap fiamnya Nabila tanda setuju.
Sungguh saat ini Egy begitu hancur dengan penolakan dari Mamanya. Apalagi Mamanya juva menghina Nabila.
__ADS_1
hay semuanya. Menurut kalian gimana nih? Bisa gak Egy meyakinkan amamanya tentang Nabila? Tulis di kolom komentar ya?