Menepi (Mencintai Dalam Sepi)

Menepi (Mencintai Dalam Sepi)
Kenyataan yang baru


__ADS_3

"Mbak?"


Nabila terkejut. Orang yang ada di depannya sekarang. orang yang tak pernah ia sangka. Rasanha seperti mimpi orang ini mengajaknya bertemu.


"Duduk dulu! Kita ngobrol."


"M... Mbak yang ngajak ketemu?"


Pertanyaan Nabila di jawab dengan anggukan. Nabila menurut dan duduk berhadapan dengan orang tersebut. Sunghuh ini suati kejutan yang tak di sangka Nabila. Ia bertemu lagi dengan mantan madunya. Raya.


Ya! Ternyata orang yang mengajaknya bertemu adalah Raya. Orang yang saat ini nerada tepat di depannya.


Terakhir kali Nabila melihat Raya, adalah hari kecelakaannya yang jatuh dari tangga.Dan setelahnya ia tak pernah lagi melihat Raya. Dan seingat Nabila, Raya pun tak pernah menjenguknya di rumah sakit. Kalau itu Nabila bisa memakluminya.


Tapi, bukankah kata Nadeo saat itu, Raya ke Paris? Lalu mengapa tiba-tiba bisa muncul di sini? Atau Nadeo membohonginya?


"Mbak..., ini beneran Mbak kan?" Tanya nabila tak percaya.


"Menurut kamu, ini arwahnta Mbak?"


"Gak gitu Mbak. Katanya Mbak ke Paris?"


"Iya. Tapi Mbak sedang punya proyek di sini. Karna proyeknya di Indonesia, Mbak diberikan kesempatan untuk handle proyeknya sama tim Mbak. Kita lagi adain fashion show artis ternama."


"Wah seru ya Mbak?"


"Lumayan."


"Aku kesel deh sama Mbak, tiba-tiba Mbak menghilang, Mbak pergi gitu aja, tanpa pamit sama aku."


Raya tersenyum. "Maaf ya? Mbak malah gak semoat jengukin kamu di rumah sakit waktu itu."


"Gak! Gak aku maafin." Sahut Nabila becanda.


Pada akhirnya mareka saling bertukar cetita masing-masing. Tentang bagaimana kehidupan Raya di kota The City of Love, dan kehidupan Nabila.


Di mana lagi. kalian biasa melihat mafu sangat akur, jikabukan di sini.Mareka lebih terlihat seperti bestie.


Hingga pada akhirnya...


"Oh ya Bil, sebenarnya ada yang mau Mbak sampaikan sama kamu"


"Apa Mbak?" Tanha Nabika sambil menyerupu kopinya.


"Kamu dan...Mas Deo?" Ah..., agak beray sebenarnya menanyakan hal ini. Tapi memgingat tujuannya ke sini adalah masalah itu, maka mau tak mau Raya harus menanyakannya.


"Kami sudah bercerai Mbak. Dan memang sudah seharusnya begitu." Jawab Nabila. Ia tahu apa maksud dari Raya. Jadi, tanpa basa-basi Nabila menjawab kebingungan Raya.


Tapi, mengapa Raya terlihat kecewa dengan jawaban Nabila?


"Berarti benar yang Mbak dengar?" Tanya Raya dengan nada kecewa.


Dengar? Dari mana Raya mendengarnya? Apakah sampai ke Paris ia masih mencari tahu tentangnya dan Nadeo? Ah, tentamg Nadeo lebih tepatnya.

__ADS_1


"Maksud Mbak?" Nabila mengerutkan dahinya.


"Kamu mau menikah dengan Egy?"


Nabila tersenyum malu. "Baru tahap perencanaan Mbak. Doain saja ya Mbak?"


"Jangan Bil!"


Jangan? Janhan apa maksudnya? Bagaimana ini?


"Mbak mohon jangan di terusin. Kembali sama Mas Nadeo bila? Mas Nadeo itu sayang sama kamu. Percaya sama Mbak. Kamu bakalan kecewa sama Maa Egy."


Kok tiba-tiba jadi melarangnya dekat dengan Egy? Aneh! Nabila memang aneh.


"Kenapa Mbak nhomong giti? Selama ini aku kecewa sama Mas Nadeo. Dan Mas Egy slalu ada untuk akau! Mas Egy gak pernah kecewain aku. Jadi dari segi mana Mas Egy tidak baik unruj aku? Nabila mulai berani.


"Percaya sama Mbak Bil! Kamu gak akan bisa sama dia, punya banyak penghalang!"


"Maksud Mbak apa sih? Jangan muter-muter, bikin aku pusing."


"Mbak mantan Mas Egy!"


Hah? Apa ini? Kejutan apa lagi yang di dapat Nabila. Nabila kehilangan kata-kata.


"Jangan becanda Mbak. Gak lucu."


"Kamu boleh tanya sama orangnya langsung."


Hening. Jeda. Diam.


"Mbak mohon Bil, kembali sama MasNadeo Bil. Tinggalin Egy!"


"Kenapa?" Nabila mulai menaikkan sedikit intonasinya. "Kenapa aku harus ninggalin Mas Egy, kasih aku satu alasan Mbak!"


"Kamu akan kecewa Bil, ada penghalang di antara kalian." Raya bersikukuh meyakinkan Nabila.


"Selama ini, aku bahagia saja Mbak!" Bantah Nanila


"Dia cuma manfaatin kamu."


"Maksud Mbak?" Nabila mulai tak mnegerti.


"Egy cuma nganggap kamu barang taruhannya sama Mas Nadeo. Dia cuma pengen balas dendam sama Mas Nadeo. Karna dulu Mbak memilih Mas Nadeo ketimbang dia. Dan sekarang dia cuma pengen Mas Nadeo merasakan hal yang sama."


Nabila menarik napas pelan dan menghembuskannya. Tak perlu lagi dijelaskan. Semua pasti tahu bagaimana hancurnya Nabila.


Tapi, apakah semua itu benar adanya?


...****************...


Nabila membuka pintu dengan kasar. Egy yang berada dalam ruangan terkejut. Ada apa dengan Nabila? Tidak biasanya ia bersikap begitu. Sepertinya ia sedang marah. Tapi kenapa? Seingat Egy, ia tak melakukan kesalahan apa pun.


"Ada apa Bila?" Tanya Egy yang langsung bangun dan menghampiri Nabila.

__ADS_1


"Mas! Jujur! Apa yang Mas sembunyikan selama ini sama aku?"


Egy langsung memasang tampang terkejut. Memang apa? Apa yang ia sembunyikan? Rasanya tidak ada.


"Apa Bil? Gak ada. Gak ada yang Mas sembunyikan dari kamu."


"Jawb jujur Mas. Apa yang selama inu aku gak tau?" Tanya Nabila dengan nada yang lebih keras.


"Bila. Kamu kenapa tiba-tiba jadi begini? Memang Mas tidak menyembunyikan apa pun." Egy masih bersikeras dengan jawaban yang pertama.


"Gak nyangka ya? Semua masalah di hidup aku, aku ceritakan sama Mas, tapi apa balasnya?"


Egy meraih tangan Nabila, berharap wanita di depannya ini bisa tenang.


"Maksud kamu apa Bila? Mas beneran gak ngerti?"


Nabila menarik tangannya kasar.


"Aku gak nyangka, ternyata Mas hanya menjadikan aku sebagai barang taruhan. Hanya untuk menunjukkan bahwa Mas adalah orang yang hebat."


Astagfirullah! Apa lagi ini? Di mana Nabila mendapatkan berita hoax seperti ini?


"Ayo Bil, kita bicarain ini baik-baik. Semuanya pasti salah paham." Ajak Egy selembut mungkin.


"Gak!!"


Egy menarik tangan Nabila lembut, dan mengusapnya pelan dan lembut.


"Ayok kalau mau marah-marah lagi silahkan. Mas denger! Kalau udah puas marah-marahnya kamu bisa cerita."


Bukannya jadi marah-marah, tapi Nabila menjadi kasian melihat Egy yang pasrah dan tak terlihat emosi sedikit pun.


"Gak jadi marah?" Tanya Egy ketika melihat Nabila hanya diam saja.


"Mau cerita?" Tanya Egy lagi. "Ayok duduk di sofa."


Egy menarik tangan Nabila ke sofa. Lalu mareka duduk berdampingan. Egy menatap Nabila yang pandangannya lurus ke depan, bukan padanya.


"Jadi siapa sih yang ngomporib kamu?" Tanya Egy. Nampaknya situasi tak terlalu tegang.


"Gak ada yang ngomporin. Mas hanya di kasih tahu fakta." Jawab Nabila.


Egy mengerutkan dahinya. "Fakta?"


"Iya! Fakta tentang Mas adalah mantannya Mbak Raya. Kenapa Mas gak pernah jujur?"


Deg!!!


Siapa orang yang berani memberitahu itu?


"Dan Mas mengejar aku untuk bisa balas dendam sama Mas Nadeo kan?"


"Astagfirullah Bila! Kalau itu yang kamu bilang,Mas marah! Mas tersinggung! Mas bener-bener sayang sama kamu. Kalau hanya untuk balas dendam, untuk apa Mas seserius ini.

__ADS_1


"Mas beneran sayang sama kamu." Egy meyakinkan Nabila. "Setelah proyek selesai. Mas lamar kamu."


(Hy hy dukung author ya?)


__ADS_2