Menepi (Mencintai Dalam Sepi)

Menepi (Mencintai Dalam Sepi)
Nadeo Cemburu


__ADS_3

Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah. Nadeo yang baru saja turun dari mobil jadi penasaran, mobil siapa itu? Apa raya yang mengganti mobil dengan yang baru? Atau nabila? Ahhh tidak mungkin nabila, ia kan tidak menyetir.


Karna dipenuhi rasa penasaran, akhirnya Nadeo menunggu orang yang akan turun dari mobil itu siapa. Dan benar saja itu Nabila. Kapan Nabila mulai bisa menyetir?


Nabila turun dan ingin langsung memasuki rumah, tapi dicegat dengan pertanyaan dari suaminya.


"Mobil siapa itu?" Tanya Nadeo.


"Mas lihat tadi kan siapa yang turun dari mobil itu?"


Nabila terus melangkah, Nadeo mengekori ingin diberi penjelasan.


"Siapa yang beliin mobil mewah buat kamu? gak mungkin kamu beli sendiri, aku tahu gaji kamu nabila" Ucap Nadeo remeh.


Nabila berhenti dan berbalik agar berhadapan dengan Nadeo. "Itu hadiah ulang tahun dari bos aku"


Nadeo tersenyum ketus. Rupanya Egy benar-benar ingin bermain-main lagi dengannya.


"Dulu kamu menolak untuk dibelikan mobil, dengan alasan kamu gak bisa nyetir. Sekarang kamu mau menerimanya, kenapa? Apa kamu pikir aku gak sanggup untuk beliin kamu mobil itu, bahkan 10 pun aku sanggup!" Sungut Nadeo.


"Atau jangan-jangan kamu suka sama ya sama bos kamu itu" tambah Nadeo.


"Aku menolak dulu, karna mas hanya menawari, tidak mengajari!" Pekik Nabila dan akhirnya berlalu pergi. Ia malas beradu mulut dengan Nadeo. pasti tak akan ada habisnya, pasti ada saja kesalahan yang ia lakukan di mata Nadeo.


...****************...


Nadeo sedang asik dengan dunia mayanya, ia sedang berselancar di aplikasi yang didirikan oleh kevin systrom lebih tepatnya instagram.


Asik scrol atas dan bawah, tiba-tiba Nadeo terkejut dengan satu postingan dari akun yang sangat ia kenali. Egy. Dengan nama akun egy_alvikri01. Egy mengunggah satu poto perempuan yang mukanya ditutupi dengan emot love. Tapi Nadeo rasa ia sangat kenal dengan perempuan tersebut. Ada cincin yang dulu ia sematkan pada jari perempuan itu, dan wanita yang ada di poto tersebut memakai cincin itu. Tidak salah lagi, itu Nabila. Meski wajahnya ditutupi dengan emot, Nadeo masih mengenali jika poto itu adalah Nabila. Dan parahnya lagi Egy memberikan caption dan hastag [aku adalah pemenang hati kamu #pacartersayang]. Bisa-bisanya Egy memberikan caption begitu pada perempuan yang masih sah sebagau istrinya.


Seketika setelah melihat postingan instagram Egy itu, napas Nadeo menjadi naik turun. Ia kesal bukan main, rupanya Egy sudah jauh melangkahinya dalam mengambil hati Nabila. Ini tak boleh dibiarkan.


"Egy benar-benar kurang ajar, kamu sudah melampaui batas, aku gak akan biarin kamu ngerebut Nabila dari aku, hanya aku yang bisa milikin nabila" Batin Nadeo.


Nadeo melempar iphonenya sembarang arah untuk meluapkan emosinya. Raya yang baru saja memasuki kamar terkejut karna ulag suaminya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Mas?" Tanya Raya.


"Aku gak papa" Jawab Nadeo, "Tolong ambilin HP aku"


Raya mengambil HP itu di lantai dan memberikan pada Nadeo.


"Untung gak pecah!" Ucap Raya sembari naik ke ranjang dan duduk bersandar di samping suaminnya.


"Mas, ada yang pengen aku omongin sama kamu" Kata Raya.


"Apa?" Tanya Nadeo.


"Aku ada panggilan kerja ke Paris" Jawab Raya, "Aku akan dikontrak selama tiga tahun di sana, kalau performa kerja aku bagus, kontraknya diperpanjang" Beber Raya.


Nadeo menggeleng tanda tak setuju, "Aku gak setuju, aku gak izinin" Tolak Nadeo akam keinginan Raya.


"Mas, tapi ini impian aku sedari dulu, kamu ngertiin dong!" Desak raya, "Aku sangat pengen kerja di brand besar." Papar Raya lagi.


"Kalau kamu pergi, kapan kamu mau hamil?"


"Mas, kita udah jalanin promil berbagai macam, dan aku belum juga hamil. Kalau ternyata aku gak bisa hamil, gimana?"


"Bisa!" Nadeo ngotot.


"Mas, itu impian aku, tolong ngertiin aku!" Pinta Raya memelas.


"Dan demi impian kamu itu, kamu mau ninggalin aku?"


"Siapa yang ninggalin kamu?"


"Apa uang yang aku kasih ke kamu tiap bulan itu kurang? Aku bisa tambahin, kamu gak usah jauh-jauh cari uang, aku bisa biayain kebutuhan kamu berapa pun itu" Jelas Nadeo dengan suara agak meninggi, memperlihatkan urat lehernya yang menegang menahan amarah.


"Ini bukan soal uang mas." Desis Raya.


"Lalu apa?"

__ADS_1


"Ini tentang impian aku. kamu sendiri tahu, dari dulu aku sangat pengen bisa direkrut oleh brand besar itu." Terang Raya.


"O ya? Sekarang aku pengen tanya sama kamu, sepenting apa aku di hidup kamu?"


"Mas, kamu orang paling penting di hidup aku!"


"Kamu yakin?"


Raya mengangguk tulus. Nadeo memang orang paling penting di hidupnya. Karna selama ini, Nadeolah yang sangat berjasa di hidupnya. bertemu dengan Nadeo yang membiayai dirinya juga yang mendukung impiannya. Namun untuk kali ini, Nadeo menolak impian Raya.


"Kalau gitu, siapa yang paling penting, aku atau impian kamu?" Nadeo memberi pilihan.


"Mas!"


"Jawab!" Nadeo sedikit membentak, "Kamu gak bisa jawab kan? Oh aku tau jawabannya, impian kamu itu lebih penting kan, daripada aku?"


"Udahlah mas, aku malas berdebat sama kamu, kamu selalu ingin dimengerti, tanpa mengerti posisi aku." Sergah Raya dan memalingkam wajah dari Nadeo, ia malas bertatap muka dengan Nadeo.


"Apa? Apa yang enggak aku mengerti dari kamu?"


"Aku butuh pengakuan mas!"


"Pengakuan apa lagi?" Tanya Nadeo, seolah-olah tak ada yang salah dalam hubungannya dengan Raya.


"Pengakuan kalau aku ini juga menantu mama kamu, iparnya adik dan kakak kamu, bukan hanya Nabila" Jawab Raya dengan tatapan tajam pada Nadeo.


Nadeo diam. Ia tahu apa yang diinginkan istrinya, ingin di sayang layaknya menantu pada umumnya. Bukannya yang seperti ini.


"Mas, aku capek. Aku harus bersembunyi dari semua keluarganya kamu, dan kamu masih mempeetanyakan itu." Sela Raya.


"Kita lagi usaha, sesuai rencana sebelumnya, kamu hamil, dan aku akan beri tahu mama."


"Aku muak dengar kata-kata itu mas. hamil, hamil, dan hamil lagi. Gak ada gunanya ngomong sama kamu. Udahlah aku mau tidur!" Kata Raya akhirnya.


Raya membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. percuma saja beradu argumen dengan Nadeo. Jawaban Nadeo kembali lagi pada kata-kata yang dibenci Raya. Hamil, hamil, dan hamil. apa tak ada solusi lain untuknya selain harus hamil? Nyatanya ia tak bisa hamil, tapi ia sangat pengecut untuk mengatakan semuanya.

__ADS_1


Biarlah masalahnya di bawa oleh mimpi hingga pagi nanti menyapanya lagi.


__ADS_2