Menepi (Mencintai Dalam Sepi)

Menepi (Mencintai Dalam Sepi)
Aku Bukan Lagi Gadis Perawan


__ADS_3

Sudah seminggu lebih Nabila menjauhi Egy. Nabila menghindari Egy, yang membuat Egy menjadi bingung dan penasaran, ada apa dengan wanitanya itu? Ditambah dengan wajah Nabila yang selalu tampak murung, dan terlihat pucat. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan Nabila.


Tak habis pikir, akhirnya Egy mengajak adik sepupunya bertemu. Hanya Cinthyalah harapan Egy satu-satunya. Karna yang Egy tahu, hanya Cinthya yang menjadi teman akrab Nabila, dan mengetahui semua tentang Nabila.


"Cin..., kenapa ya Nabila?"


"Aku juga gak tau loh Mas, dia gak cerita apa-apa sama aku!"


"Aku gak bisa terus-terusan begini, dia ngehindar terus dari aku. Padahal seingat ku, aku tidak melakukan kesalhan apapun" Tukas Egy frustasi.


"Iya Mas, aku ngerti. Aku lagi sibuk praktek kemaren, jadi gak sempat nanya macam-macam. Tapu aku janji, nanti akan aku temuin deh, aku tanyain." Sahut Cinthya.


"Aku yakin loh Cin, ada yang disembunyiin sama Nabila. Pasalnya aku perhatiin dia murung terus, kerjanya ngelamun, dan lebih parah lagi, wajah Nabila pucat banget!"


"Mas serius, tapi biasanya Nabila apa-apa cerita ke aku loh Mas!"


"Maka dari itu, aku jadi heran. Kamu juga gak tahu apa-apa."


"Ya sudah, besok aku temuin deh, aku juga jadi penasaran."


...****************...


Cinthya dan Nabila berjanji akan bertemu siang ini di sebuah Cafe. Awalnya Nabila menolak, tapi setelah Cinthya memaksanya, akhirnya Nabila menurut pada kemauan Cinthya. Dan setelah didesak oleh Cinthya pula, Nabila mau mengungkapkan masalah yang membuatnya menjadi aneh akhir-akhir ini.


"Ayo dong bil cerita, kamu kayak lagi sama orang lain aja!"


"..."


"Mas Egy khawatir banget loh sama kamu, katanya kamu jauhin dia terus, kamu kalau ada masalah cerita dong." Bujuk Cinthya terus menerus.


"Aku gak tahu harus cerita dari mana." Lirih Nabila.


"Dari mana pun, aku siap dengarnya"


Nabila menghela napas berat, ada air mata yang tertahan di pelupuk matanya, yang bisa lolos kapan saja.

__ADS_1


"Aku gak tahu ini semua pantasnya disebut apa, tapi yang jelas aku sudah tidak perawan," Lirih Nabila, "Salah gak sih kalau aku sebut, aku diperkosa sama suamiku sendiri? Atau memang dia sedang mengambil haknya secara paksa?"


Kaget. Cinthya kaget mendengar penuturan Nabila. Nabila tidak sedang bercanda kan? Ah..., mana mungkin Nabila bercanda, buliran bening yang sedari tadi ia tahan di pelupuk matanya saja sudah lolos begitu saja. Tapi mengapa? Mengapa Nadeo melakukan semua itu pada Nabila? Bukankah ia tak sudi menyentuh Nabila?


"Maksud kamu gimana Bil?" Cinthya menuntut penjelasan.


Tunggu sebentar. Cinthya masih tak percaya jika Nadeo memperkosa Nabila. Benarkan Nadeo, soalnya tadi Nabila mengatakan diperkosa oleh sang suami, jelas suami Nabila kan Nadeo.


"Mas Nadeo nidurin aku." Nabila memperjelas. Lagi-lagi bulir bening itu jatuh dari netra Nabila.


"Secara?"


"Paksa"


Seketika saja Cinthya menarik Nabila ke dalam pelukannya. Ia turut merasakan sakit seperti yang dialami sang sahabat. Cinthya mengerti apa yang dirasakan oleh perempuan yang ada dalam dekapannya.


"Aku gak pantas lagi sama Mas Egy, tolong sampaikan ke dia, lupain aku." Isak Nabila.


"Jangan pikirin itu dulu, semua akan baik-baik aja," Bujuk Cinthya, "Sekarang kamu mau gimana?"


"Aku gak tau."


"Gak segampang itu Cin, aku punya Pakde dan Bude yang harus aku jaga perasaannya."


"Dalam situasi seperti ini, kamu masih mikirin orang lain."


"Mareka bukan orang lain bagi aku, mareka adalah orang tua aku Cin!"


"Ya sudah, kalau memang kamu gak mau pisah dari Pak Nadeo, apa yang mau kamu lakukan?"


"Aku juga bingung. Kalaupun aku menggugat cerai Mas Nadeo, statusku tak akan sama seperti dulu. Aku bukan lagi gadis perawan!"


"Jadi kamu masih mau bertahan? Itu gak akan menutup kemungkinan Pak Nadeo gak akan nyakitin kamu lagi, bahkan dia bisa loh mengulang kejadian seperti ini lagi."


"Aku nunggu waktu yang tepat, aku bakalan pergi!"

__ADS_1


"Saran dari aku bil, selagi kamu tunggu waktu yang tepat, sebaiknya kamu konsumsi pil kontrasepsi deh. takutnya Pak Nadeo kembali merkosa kamu, dan kamu hamil. Itu urusannya bakal panjang dan runyam banget deh!" Saran cinthya, "Kamu harus percaya sama aku."


"Aku gak akan rela, aku gak sudi. Kalaupun aku hamil, akan aku gugurin, aku benci dia Cin!"


...****************...


"Mas, Mas tahu gak alasan sebenarnya Nabila menghindar dari Mas?" Tanya Cinthya sore itu di balkon rumah Egy.


Egy menggeleng. "Enggak!"


"Nabila diperkosa Pak Nadeo Mas!"


KRUM!!!


Bagaikan ada sesuatu yang menghantam hatinya Egy. "Hah?"


Nadeo benar-benar kelewatan, pikir Egy. Dia tidak menginginkan Nabila, tapu mengapa ia tega melakukan semua ini ke Nabila. Yang membuat senyum perempuan itu hilang, ternyata semua itu ulah Nadeo.


"Nabila pengen Mas Egy jauhin dia," Ungkap Cinthya lagi, "Dia ngerasa gak pantas lagi sama Mas!"


"Brengsek!! Berani-beraninya dia nyakitin Nabila. Aku tahu, dia ingin menjadi penghalang antara aku dan Nabila!"


"Mas sendiri gimana? Nabila sudah meminta Mas untuk menjauhinya."


Egy menghela napas. "Nadeo boleh menjadi laki-laki yang sudah merenggut mahkotanya Nabila. Tapi aku tidak akan surut untuk menjadikan Nabila Ratu dalam hidupku. Aku gak peduli gimana keadaan Nabila, aku tetap menerima dia apa adanya."


"Intinya, Mas juga gak mau lepasin Nabila kan?"


"Gak mungkin aku lepasin dia begitu saja. Aku udah terlanjur cinta sama Nabila, dan gak ada satu pun orang yang bisa menghalangi rasa cintaku pada Nabila," Tekad Egy, "Apa pun keadaan Nabila, aku menerima. Aku gak peduli pada kekurangan dia."


Cinthya tersenyum lega. Ternyata Abang sepupunya ini benar-benar tulus mencintai Nabila. Syukurlah, Nabila berada pada orang yang tepat.


"Status atau apalah, itu gak penting bagi aku Cin, aku gak peduli. Karna menurutku yang terpenting adalh akhirnya Nabila jadi milik aku!" Ucap Egy lagi.


"Bagi aku, memang sudah beresiko mencintai wanita yang sudah bersuami seperti Nabila. Karna kapan saja Nadeo bisa memangsanya. Terlebih aku memang sudah mengatakan ingin berperang dengan Nadeo." Lanjut Egy.

__ADS_1


"Iya Mas, aku ngerti Maksud Mas Egy bagaimana. Sekarang pun Nabila sedang mencari waktu yang tepat untuk pergi dari jerat Pak Nadeo!" Beber Cinthya.


Dalam hati Egy sudah bertekad,ia akan menerima apa pun keadaan Nabila. Bagaimana pun kondisi Nabila, itu tak bisa merubah rasa cintanya terhadap Nabila. Jika dibilang gila, ia memang benar-benar sudah gila karna Nabila.


__ADS_2