
Surat pengunduran diri Nabila sudah diajukan ke HRD. Nabila bertekad untuk menyerah dengan Egy. Tidak. Egy tidak salah. Tapi ia ingat betul kata Raya dahulu. Seandainya ia mau menikah, tapi tidak mendapatkan restu dari orang tua, lebih baik mundur. Rumah tangga tak akan bahagia tanpa doa orang tua.
Dan benar saja. Nabila dapat melihat langsung bagaimana hancurnya rumah tangga Raya dan Nadeo dulu. Dan ia tak ingin semua itu terjadi padanya.
Sedang membereskan, tiba-tiba Putri datang dengan wajah bahagianya. Entah apa yang membuat perempuan itu begitu ceria hari ini. Ia menepuk tangannya, sehingga atensi Nabila dan orang-orang di sana beralih padanya. Jangan lupakan senyum liciknya sebagai antagonis. Dan kini ia sudah berada di dekat Nabila.
Hawa negatif dari ular jelmaan manusia ini mampu menyedot energi positif yang ada pada Nabila.
"Gimana?" Tanya Putri dengan nada jahat. "Kamu udah mengakui siapa aku?"
Nabila tak menjawab. Rasanya ia tak peelu meladeni rubah betina ini. Dan Nabila terus memebereskan barangnya dan dimasukkan ke dalam kardus.
"Perhatian teman-teman semua, saya punya pengumuman penting!" Sembari menepuk tangan.
Semua atensi yang tadi sempat teralihkan pada kerjaaan masing-masing, kini kembali teralihkan pada Putri. Dan Nabila yang berada di dekat Putri mengerutkan keningnya, dan menghentikan aktivitasnya.
Apa lagi yang ingin iblis ini lakukan? Belum puaskah dia dengan semua yang terjadi? Bukan tidak tahu, Nabila tahu, semua kekeacauan yang terjadi sekarang adalah ulah rubah betina ini.
"Kumpul di sini semua! Ada yang mau saya umumkan pada kalian." Teriak Putri.
Ada banyak yang menghampiri Putri. Mungkin yang berkumpul saat ini adalah tim anggota gosip atau lambe kantor.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Nabika sudah di depak dari kantor oleh Bu Yura, Nyonya ASHER GROUP. Kalian semua pasti kenal beliau kan?" Ketus Putri. "Kalian tahu tidak apa alsannya?"
__ADS_1
Sebagian ada yang menggeleng sebagai jawaban untuk Putri.
"Perempuan inu sudah berani menggoda Pak Egy, padahal dia sendiri sudah bersuami. Dan dengan teganya dia menggugat cerai suaminya agar bisa bersama dengan Pak Egy, yang pastinya lebih bersuit!"
Nabila tak menyangka, Putri bisa dengan tega dan kejam memfitnahnya di depan umum. Jelas-jelas ucapannya tidak benar sama sekali. Bayangkan saja di depannya sendiri ia berani berkata yang tidak-tidak, bagaimana jika di belakangnya? Apa saja yang tidak benar sudah ia katakan?
"Enggak! Itu gak bener!" Bantah Nabila gugup
"Udahlah Nabila ngaku aja, lepasin aja jilbab kamu itu, kamu gak cocok pakai begituan." Ujar Putri memanas-manasi keadaan.
"Udahlah Bil, gak usah di sangkal, kita lihat kok kelakuan kamu selama ini gimana, suka nempel sama Pak Egy." Ucap salah satu wanita dalam kerumunan itu.
"Iya! sering diantar jemput Pak Egy, padahal ounya suami sendiri." Salah satu lainnya ikut membenarkan.
"Di kantor aja berani begitu, apalagi di luar kantor!"
"Jangan-jangan sudah pernah dipakai Pak Egy lagi."
"Mending gak usah pakai jilbab, mending kayak kita, gak munafik!"
"Uh..., gayanya alim, padahal?"
Nabila menggeleng mendengar setiap cemooh yang diberikan untuknya oleh orang yang ada di sana. Mareka sok tahu dan ikut campur tanpa tahu bagaimana yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Sedangkan Putri tersenyum menyeringai, ia anggao kali ini ia menang.
Setelah melempar berbagai celaan dan hinaan, semuanya pun bubar. Tinggallah Putri dan Nabila.
"Aku pikir kamu bisa befsaing dengan sehat." Ucap Nabila tajam.
Putri kembali menyeringai. Dan tiba-tiba saja pertahanan Nabila runtuh. Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung kagi. Rasanya ia tak pernah mengusik kehidupan orang lain, tapi mengapa dirinya selalu di usik?
"Gimana Bil, percaya gak aku bisa lakuin apa pun?"
Nabila tak menjawab.
"Kemana Nabila yang keras dan sombong kemarin? Baru segini saja udah nangis! Lihat kesombongan kamu kemarin, aku pikir Seorang Nabila tak akan menangis!"
Nabila masih tak menjawab, dengan air mata yang melinang ia kembali melanjutkan kegiatannya.
"Jauhin Egy!" Berang Putri tak sabar.
Nabila menoleh. " Kenapa gak bilang langsung sama orangnya? Sama Mas Egy? Kenapa di sini hanya aku yang dicecar-cecar?"
"Karna kalau kamu tidak meladeni, gak.mungkin Mas Egy akan tergoda."
"Kurang apa lagi saya menjauhi dia? Bahkan hari ini saya resign! Tolong setelah ini jangan ganggu kehiduoan saya, saya sudah tak punya hubungan lagi dengan Mas Egy! Terserah kamu mau ngapin dengan dia, itu buka lagi urusan saya! Mau kamu menikah, pacaran atau apa oun itu, saya gak peduli!"
__ADS_1
Nabila kemudia mengambil kardus yang audah di iai dengan barangnya dan Pergi.