Menepi (Mencintai Dalam Sepi)

Menepi (Mencintai Dalam Sepi)
Ditolak


__ADS_3

Putri kembali mendatangi kantor Egy. Ia sudah berlaku murahan sekarang. Walau ditolak mentah-mentah oleh Egy, tapi tak membuat semangatnya kendor. Ia tetap tak gentar memperjuangkan Egy.


Alih-alih peduli, Egy lebih muak melihat sikap murahan Putri yang terus mengincarnya.


Tanpa salam atau pun permisi, Putri menorobos masuk ke dalam ruangan Egy. Padahal sudah ada peringatan bahwa ia sudah tak lagi boleh menemui Egy, Tapu Putri malas menghiraukan peringatan itu.


"Ngapain lagi kamu ke sini?" Ketus Egy jelas tak suka. Ia tak beranjak sama sekali dari temoat duduknya.


Putri mendekat. "Kamu kenapa sih?" Tanya Putri dengan cemberut.


"Udah aku peringatkan berapa kali sih Put? Jangan pernah temui aku lagi."


"Segitunya kamu karna perempuan itu?"


"Jaga ucapan mu Putri, dia adalah segalanya bagi ku."


"Kamu salah mata Mas!"


Egy bangkit dari tempat duduknya lalu beranjak berdiri di depab dinding kaca yang juga punya fungsi sebagai jendela, karna pemandangan langsung berpusat lada kota jakarta.


Jelas Putri mengekori dan berdiri di belakang Egy.


"Aku mohon sama kamu Put, jangan temuin aku lagi. Aku gak mau terjadi kesalahn pahaman dengan Nabila karna kehadiran kamu."


"Apa sih hebatnya dia dibandibg aku? Apa kelebihannya dia?"

__ADS_1


"Kamu mau tahu?" Tanya Egy dan menoleh ke arah Putri. Ia menatap Putri tajam. "Dia punya semua yng kamu gak punya."


"Tolong kamu ingat lagi Mas, gimana aku slalu ada untuk kamu. Aku mohon. aku benar-benar sayang saka kamu!"


"Bohong! Bohong kalau kamu bilang sayang sama aku. Harusnya kalau kamu memang sayang sama aku, kamu bahagia liat aku bahagia, bukannya bikin aku bingung begini Put!"


Air mata Putri jatuh. Kata-kata Egy sukses membuat hatinya perih.


"Gimana bisa aku relain kamu sama perempuan lain, sedangkan kita sudah pernah melakukan hak itu bersama."


"Stop! Stop bahas itu! Tolong tutup mulut kamu Put! Aku gak mau sampai ada yang tau tentang masalah ini. Terutama Nabila."


"Apa sebegitu tidak berharganya malam itu untuk kamu Mas?"


"Tidak! Sama sekali tidak!" Jawab Egy cepat. "Andaikan aku bisa memutar waktu, aku tidak akan ceroboh malam itu, itu adalah malam paling sial bagi aku."


"Selama ini, kamu yang selalu mengekori aku Put! Kemana pun aku pergi kamu selalu ikut. Kamu tahu gak sebenarnya aku risih." Aku Egy.


"Aku berusaha menghindar, tapi kamu selalu datang. Aku bosan dengan semua kelakuan kamu, semua tingkah kamu yang kekanak-kanakan."


"Itu karna aku cinta sama kamu Mas!"


"Kalau kamu memanh cinta sama aku, tolong pergi dari sini, dari hidup aku. Biarin aku bahagia Put!" Tekan Egy.


Putri bertambah mennagis ketika Egy memintanya untuk menjauh. Bagaimana bisa. selama ini saja ia bisa hiduo karna Egy.

__ADS_1


"Tolong pergi! Aku gak mau orang-orang berpikir aku tlah melakukan sesuatu yang buruk terhadap kamu Put!!"


Setelah itu Egy pergi.


...****************...


Putri menangis dalam pelukan Arif. Berkali Arif menyuruhnya diam. Alih-alih diam tapi tangisan Putri malah menjadi-jadi.


"Berani-beraninya bajingan itu bikin kamu nangis." Geram Arif. Ia tak terima jika Putri diperlakukan tak baik. "Biar Mas kasih pelajaran."


"Jangan Mas!" Larang Putri. "Jangan sakiti Mas Egy."


Arif menghela napas kasar, ia tak mengerti jika adiknya benar-benar dibutakan dengan cinta. Berkali-kali disakiti Egy, tapi ia belum juga kapok.


"Sudah Put! Lupain Egy. Masih banyak kok laki-laki di luar sana yang mau menerimanamu, dan pasti lebih baik dari dia. Kamu cantik, kamu baik, gak usah takut.lupain si brengsek itu.


Putri menggeleng. "Gak bisa Mas! Aku udah yerlanjur cinta sama Mas Egy."


"Putri sayang,,,, jangan bodoh. Kamu udah ditolaka sama dia, jangan menjadi pengemis cinta dia."


"Mas! Kalau gak ada perempuan itu, aku yakin Mas Egy juga sayang sama aku."


"Jadi sekarang kamu maunya gimana?"


"Perempuan itu Mas!"

__ADS_1


Ah..., Arif sudah cukup mengerti maksud adiknya. Ia tahu harus berbuat apa.


__ADS_2