Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 99: Pembukaan


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pernikahan Wulan dan Rizal telah di lakukan di kantor agama.


Papa Naldo berat membiarkan anak angkat nya kembali bersama pria yang sudah memberi banyak luka pada putri angkat nya, tapi karena perkataan Papa Yusuf menyakinkan semua dan menjamin penuh akhirnya setuju.


Kini mereka telah kembali ke apartment Wulan.


Mereka duduk kumpul dan berbicara bersama di ruang keluarga apartment wulan, karena baby askar tak di bawa saat ke kantor agama karena masih tidur.


"Rizal, Papa percaya kan Wulan pada mu, jaga dan lindungi Wulan jika Papa dengar sekecil apapun kamu kembali menyakiti Wulan jangan harap akan ada kesempatan ketiga karena itu hanya akan ada di dalam mimpi, dan saat itu juga Wulan Papa nikahkan dengan anak teman Papa," ujar Papa Naldo memberi pesan dan juga ancaman untuk tidak menyiakan kesempatan yang ada.


"Papa jangan khawatir hal itu tidak akan terjadi. Rizal janji akan menjaga dan melindungi Wulan dengan nyawa Rizal sendiri meski itu dari keluarga sendiri," tegas Rizal berjanji sambil melirik Papa Yusuf.


Dan pria yang di lirik itu bersikap malas tau memasang wajah tak mengerti.


"Apa maksud Mas Rizal? kenapa aku merasa ucapan tadi seperti sindiran dan tatapan itu kenapa mengarah pada Papa Yusuf, apa ini hanya perasaan ku saja atau apa? oh tidak, kenapa otak ku berpikir sejauh ini," monolog Wulan bertanya-tanya.


"Benar yang di katakan Rizal, Pak Naldo jangan khawatir semua akan baik-baik saja jika tak ada orang yang berniat jahat maka semua aman. Tapi jika ada, kunci nya satu waspada jangan banyak tingkah," timpal Papa Yusuf sambil menatap Rizal dengan satu alis di naik kan.


"Apa maksud Papa, kenapa berkata seperti itu, jangan harap aku akan diam melihat Wulan celaka karena sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan itu. Jika Papa nekat aku akan lebih nekat," monolog Rizal menatap lekat Papa Yusuf.


"Ya, Rizal akan selalu waspada Papa jangan khawatir tentang itu," balas Rizal.


"Alhamdulilah, senang saya dengar nya jika seperti itu, Wulan Papa berdoa kalian bahagia selalu," kata Papa Naldo.


"Mama juga sama dengan Papa selalu berdoa yang terbaik untuk kalian berdua," sambung Mama Sofia.


"Iya, Pa, Ma, makasih. Wulan akan bahagia, kalian juga," kata Wulan lalu tersenyum tulus.


Wulan terdiam, memikirkan semua yang sudah di rencanakan.


Mereka terus berbincang hingga pukul 13:00 siang, lalu kedua orang tua Rizal segera harus. Hari ini juga mereka harus balik ke Indonesia karena ada kerjaan Papa Yusuf yang harus di tangani sendiri tidak bisa di tangani orang lain.


Begitu pun dengan papa naldo dan mama sofia mereka juga harus segera pulang. Kedatangan mereka hanya untuk merestui hubungan wulan dan rizal.

__ADS_1


Kerjaan papa naldo di Indo masih banyak, semenjak beberapa bulan yang lalu dinda mengembalikan semua yang di berikan, papa naldo menjadi kewalahan.


Dan sekarang harapan nya hanya satu yaitu wulan.


"Pa, Ma, kenapa harus sekarang? kenapa tidak besok, Wulan masih rindu," ucap Wulan dengan wajah sedih belum siapa harus berpisah dengan orang tua nya.


"Kerjaan Papa kamu masih banyak di Indo jadi tidak bisa di tinggal, makanya cepat lah lulus gantikan Papa mu di perusahaan," kata Mama Sofia.


"Huh, ya sudah tidak apa-apa."


"Jangan sedih, kan beberapa bulan lagi kamu akan balik ke Indo dan kita akan sering ketemu."


"Iya, Mama dan Papa jaga diri, salam buat kak dinda dan kak al."


"Akan Mama sampai kan, kamu juga jaga diri ada apa-apa segera hubungi Mama, jangan ulangi lagi yang dulu, biarkan Mama menjadi orang pertama bukan terakhir, paham itu?"


"Paham, Wulan tidak tidak akan mengulangi hal itu lagi."


"Sudah-sudah, nanti kita sambung di telpon, Papa dan Mama harus segera pergi. Rizal jaga anak Wulan. Tepati janji mu jangan biarkan ada air mata kesedihan menetes di kedua bola mata Wulan," ucap Papa Naldo lalu beralih menatap Rizal.


Setelah kepergian mereka, rizal dan wulan kembali masuk ke dalam.


Tiba di kamar, rizal memeluk wulan dari belakang, dagu nya di sandarkan di bahu kiri wulan.


"Mas kenapa?" tanya Wulan bingung dengan sikap rizal sekarang.


"Sayang, kita sudah menikah sekarang, bisa kah kamu mengubah nama panggilan mu itu? aku ingin mendengar yang lain," mengeluh Rizal lalu mencium tengkuk Wulan.


Tangan Rizal pun sudah bergerak bebas.


"Mas apa yang kamu lakukan sekarang masih siang," pesan Wulan memperingati Rizal.


"Kenapa, kita sudah menikah sayang, apapun yang kita lakukan tidak lah dosa, lagian kita sudah melakukan itu sebelum nya bukti nya sekarang ada baby askar," ujar Rizal tangan nya semakin liar naik ke atas membuka pengait b*a.


"Bukan itu maksud ku Mas, hanya saj-"


Ucapan Wulan terhenti, dia kaget dengan tindakan rizal mendadak mengendong nya.

__ADS_1


"Sayang, aku ingin sekarang, kamu tau bukan aku sudah lama puasa. Sekarang biarkan aku buka lebih awal," ucap Rizal menatap lekat Wulan yang berada di dalam gendongan nya.


"Aku tau itu, tapi tidak harus siang Mas, malam masih ada kita bisa lakukan itu malam hari," bujuk Wulan, tapi tidak di iyakan Rizal.


Pria itu menidurkan Wulan di atas ranjang lalu menatap lekat dengan tangan membelai kedua pipi wulan.


"Malam tentu iya, tapi sekarang itu pembukaan," kata Rizal santai.


Mendengar itu sontak langsung membuat Wulan memukul dada bidang Rizal, namun saat mulut ingin ikut protes, bibir nya sudah lebih dulu di bungkam Rizal.


Wulan tak lagi protes, dia begitu menikmati permainan Rizal.


Tak menunggu lama lagi Rizal langsung membuka pakaian wulan, lalu berpindah pada nya.


Kini kedua benar-benar polos seperti bayi yang baru melahirkan.


Rizal menelan kasar saliva melihat tubuh mulus istri nya.


Wulan yang di tatap seperti itu menjadi malu, entah kenapa tatapan Rizal itu seolah dia ini adalah wanita nakal.


"Mas kenapa?" tanya Wulan berusaha menutup rasa gugup nya.


"Kamu lebih cantik seperti ini dan bahkan sangat seksi, aku menyukai semua yang ada pada mu," kata Rizal dan Wulan mendengar itu merasa pria itu sedang menggoda nya.


"Ak-"


Rizal langsung membungkam bibir wulan dengan nya, hingga tak ada suara terdengar lagi dari wanita itu.


Lum**an kedua semakin panas, dan bahkan tangan rizal sudah berada di gawang.


Wulan menyadari pergerakan aneh di bawah tak dapat menahan gejolak ingin memulai pada inti langsung.


"Akhhh.... "


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2