Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 33: Keberangkatan mengungkap kebenaran


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


β€’


β€’


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Siang ini wulan akan berangkat ke negara X, dan rizal sudah mengurus keperluan nya dari izin cuti kampus, tiket keberangkatan, mobil beserta sopir yang akan menjemput wulan tiba nanti dan langsung membawa ke penthouse milik rizal.


Dalam perjalanan kedua orang tersebut sama-sama diam, tak ada yang membuka suara, kedua nya sama-sama mengunci mulut dengan rapat membiarkan kesunyian mengisi antara mereka, dan mungkin hal ini akan terus berjalan hingga tiba di airport.


Wulan sibuk menyusun rencana, ia ingin semua berjalan lancar, kedatangan nya bukan hanya sekedar menunjukkan bukti pada rizal atau balas dendam pada teman-teman nya.


Tapi kedatangan wulan juga ingin berziarah ke pemakaman keluarga nya.


Dan juga menyelidiki pembunuh keluarga nya.


Rizal merasa sunyi sejak keberangkatan menuju airport tak ada yang ingin mengalah memulai obrolan, akhirnya memutuskan untuk menyetel musik.


"Apa yang di pikirkan nya? kenapa sejak tadi diam? apa ada sesuatu yang di pikirkan?" batin Rizal penasaran tapi engan untuk bertanya.


Tak lama kemudian mobil rizal tiba di parkiran airport dan kedua segera keluar, rizal menggunakan masker ia tidak ingin ada yang mengenal nya sebab tak ada yang mengetahui jika ia sudah menikah.


Dan bodoh nya wulan percaya saja dengan alasan yang di berikan rizal pada nya.


Wulan tak terlalu memikirkan itu sekarang prioritas utama nya tiba dan langsung berziarah, karena ia tidak mungkin menundanya lagi besok rizal akan menyusul nya.


"Sayang, tiba nanti langsung kabari aku Oke, ingat jangan telat makan, jaga kesehatan mu di sana. Aku sudah meminta anak buah ku membeli persediaan makanan jadi nanti kalau lapar kamu tinggal masak saja," ujar Rizal tak ingat jika wulan tak pandai masak.


"Mas, bagaimana cara aku memasak jika aku tak pandai memasak. Mas mau penthouse mas kebakar?" tanya wulan tak habis pikir bagaimana pria tersebut bisa lupa padahal sudah berkali-kali ia mengatakan.


"Oiyaa mas lupa," rizal menepuk jidat nya.


"Yah sudah nanti tinggal delivery saja," kata Rizal.


"Lalu persediaan yang mas siapkan untuk apa jika aku menggunakan jasa delivery? apa tidak sebaiknya mas kasih saja sama anak buah mas," saran Wulan masih sempat memikirkan hal yang tidak penting.

__ADS_1


"Tidak perlu, kamu hanya sesekali makan delivery. "


"Maksud nya bagaimana? kenapa sesekali?"


"Setelah aku tiba nanti, aku akan memasak dan juga mengajari mu memasak," jawab Rizal.


Seketika langkah wulan terhenti dan memandang langkah rizal yang tak menyadari jika dirinya sudah tak berada di samping.


"Apa aku tak salah dengar? dia mengatakan akan memasak, mengajari ku, apa dia bisa? selama ini aku tak pernah melihat dia melakukan itu di mansion?" batin Wulan ragu dengan kemampuan yang di miliki rizal.


"Oh no, apa dia memiliki rencana jahat padaku, apa dia ingin meracuni ku? membunuh ku seperti drama thailand? tidak... tidak... ini tidak boleh di biarkan, aku belum ingin mati sekarang, aku harus mencari pembunuh keluarga," batin Wulan menggeleng kepala.


Dan rizal yang baru menyadari tidak ada wulan di samping nya mencari-cari ke depan, kiri dan kanan tapi tidak juga menemukan.


Satu arah yang belum ia lihat dan ternyata benar wulan tertinggal, wanita tersebut yang di cari itu berdiri tegak seperti patung di belakang agak jauh dengan keberadaan nya sekarang.


Rizal berbalik arah menghampiri wulan.


"Kamu kenapa sayang? kenapa berdiri disini kamu bisa ketinggalan pesawat jika masih di sini, apa mau di cancel saja berangkat nya?" tanya Rizal.


"Tidak mas, aku mau hari ini jika ketinggalan bukannya mas punya jet pribadi?" balas Wulan.


"Dasar wanita matre, perasaan dinda tidak seperti dia, hal ini yang membuat ku sangat menyukai dinda," batin rizal bingung bagaimana adik kakak memiliki sifat yang begitu berbeda.


"Tidak apa salah aku bertanya saja?" wulan berbalik tanya yakin jika rizal pura-pura tak paham maksud perkataan nya.


"Yah sudah sekarang kita lanjut jalan," ajak Rizal tak ingin berdebat dengan wulan nanti bisa kacau jika dia kepancing.


"Hmmm."


Keduanya pun kembali melangkah.


Tibalah di tempat pemeriksaan barang bawaan penumpang dan rizal hanya bisa memandang wulan yang di periksa oleh petugas yang bekerja di airport.


"Setelah besok perlahan aku akan mengetahui kebenaran tentang mu, jangan harap ada kata ampun jika semua terbukti kau adalah wanita murahan," batin Rizal memandang wulan yang sudah selesai di periksa dan sekarang berjalan masuk di ruang tunggu keberangkatan nya.


Wulan tak membawa apapun selain pakaian di tubuh nya dan juga tas selempang.

__ADS_1


Semua keperluan nya sudah di sediakan rizal di penthouse jadi ia tak perlu repot-repot memikirkan apapun.


Dan Rizal langsung berbalik beranjak pergi.


Setiba di parkiran ia segera masuk ke dalam mobil lalu menggunakan seat belt, dan saat ingin menghidupkan mesin mobil dering ponsel nya berbunyi dan seketika menghentikan niatnya.


Melihat nama tertera di layar ponsel nama lestari rizal menggeser layar hijau ke tengah.


πŸ“ž:"Ada apa menghubungi ku?" tanya Rizal terus terang tanpa basa-basi.


πŸ“ž:"Sayang kenapa kamu begitu ketus, apa aku ada salah padamu?" lestari balik bertanya dengan nada manja.


πŸ“ž:"Tidak, hanya saja aku sedang sibuk sekarang, ada apa menghubungi ku?" jawab dan tanya ulang Rizal.


πŸ“ž:" Oh aku kira kamu sedang marah padaku karena seharian kemarin aku tidak mengunjungi mu."


πŸ“ž:" Tidak, datanglah ke kantor ku ada hal yang ingin aku katakan padamu."


πŸ“ž:"Baiklah aku segera ke kantor apa kamu begitu merindukan ku sayang hingga ingin menjumpai ku? aku jamin akan memberi servis terbaik untuk mu, sampai jumpa sayang, i love you so much."


Panggilan terputus dan rizal langsung menancap gas menuju kantor, ia tidak ingin menunda sesuatu yang sudah di rencana kan.


Mengingat permintaan wulan di mansion dinda mengakhiri hubungan nya dengan lestari sekarang akan ia lakukan.


Pesawat yang di naikin wulan beberapa menit lagi akan lepas landas dan ponsel nya sudah ia beri mode pesawat.


"Aku tidak sabar untuk tiba, Ayah, bunda, kak aku janji akan menyelidiki siapa yang membunuh kalian, aku akan membalas mereka berlipat ganda dari apa yang mereka perbuat pada kalian. Aku mohon doa nya agar di lancarkan," batin Wulan penuh harap dapat mengungkap pembunuh keluarga nya.


Beberapa menit kemudian pesawat berangkat dan selama perjalanan mata wulan terus melihat pemandangan yang sudah lama tidak ia lihat dari ketinggian seperti sekarang.


Awan putih yang menggumpal seketika membuat pesawat sedikit oleng karena tabrakan, tapi kemudian semua kembali aman hingga tiba di tempat tujuan.


Wulan bernafas lega setelah menempuh 7 jam perjalanan akhirnya pesawat mendarat di airport negara X dengan selamat.


"Alhamdulillah, akhirnya tiba," batin Wulan.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2