
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Rizal menatap punggung wulan yang berada di ranjang kasur membelakangi nya ada sedikit rasa kasihan, tapi lagi dan lagi dengan cepat ia menepis rasa kasihan itu.
Dia berpikir semua ini salah wulan, wanita itu yang memulai duluan jadi dia harus menerima hukuman dari apa yang di perbuat di awal.
"Aku sangat membenci mu, sampai kapan pun rasa benci itu tidak akan hilang," ucap Rizal tidak menyadari jika wulan belum tidur.
Wulan mendengar jelas perkataan rizal, ia tadi ingin kembali untuk tidur tapi tidak jadi setelah mendengar suara rizal.
Dia tidak menyangka sebesar itu rasa benci rizal padanya. Tapi sejauh ini ia belum mengetahui apa penyebab nya.
"Kenapa dia sangat membenci ku? apa salah ku padanya?" batin Wulan bingung dan juga sedih.
"Aku harus cari tau semuanya, setelah itu aku akan mematikan tuduhan yang membuat nya membenci ku," lanjut Wulan penuh tekad.
Tak sampai lima menit wulan sudah tertidur.
Rizal yang belum juga tidur bangkit dari sofa dan memilih untuk melihat-lihat isi kamar wulan.
Ini kali pertama ia menginap di mansion dinda dan ada sedikit rasa penasaran terlintas di benak nya.
Melihat meja belajar wulan penuh dengan buku menambah rasa penasaran rizal untuk melihat lebih dalam.
"Kenapa dia begitu mengoleksi buku sebanyak ini? apa dia sungguh-sungguh belajar? aku ragu perempuan sepertinya belajar demi masa depan sedangkan masa depan nya sudah hancur sejak remaja," ucap Rizal menatap banyaknya buku di meja.
Rizal kembali fokus dan mencari sesuatu yang menjadi tujuan awalnya yaitu mencari petunjuk tentang kecurigaan nya jika ada hal yang di sembunyikan wulan.
Pria itu tidak ingin menyiakan waktu selama berada di sini, ia akan berusaha mengunakan kesempatan ini untuk menyelidiki.
Satu persatu tempat ia periksa, tapi tak ada satu petunjuk yang di di temukan. Perasaan nya sedikit kesal karena wulan begitu licik menyembunyikan semua dengan rapih hingga sulit menemukan apapun di sini.
__ADS_1
"Dasar wanita licik, dia begitu pintar menyembunyikan sesuatu, apa ada banyak hal yang dia sembunyikan yang tidak ku ketahui?" ucap Rizal menatap wulan yang masih tertidur pulas.
"Jika seperti ini aku tidak akan menemukan apapun, semua data nya begitu bersih tidak ada kesalahan dan aku yakin itu rekayasa dari keluarga nya untuk menutupi masa lalu nya yang begitu memalukan, jika tidak kenapa tidak ada pernyataan dia pernah hamil?"
"Kalian mungkin bisa membohongi semua orang di luar sana tapi tidak dengan ku. Aku akan menyelidiki semua secara mendalam," lanjut Rizal dengan senyum terukir di wajah penuh siasat.
Rizal berjalan mendekati wulan yang tertidur di ranjang, lalu pria itu membaringkan diri di samping wulan dan memeluk erat.
Pria itu bahkan mencium aroma rambut wulan dan ternyata bau nya begitu harum.
"Harum," ucap Rizal menghirup menyukai harum aroma wulan.
Wanita itu sedikit terganggu dengan gerakan di belakang rambut nya dan berbalik.
"Aw_"
Rizal langsung membungkam bibir wulan dengan dengan bibir nya, hingga wanita itu tidak bisa berteriak.
Wulan sedikit terkejut dengan sikap rizal sekarang, selama satu tahun ini pria itu tak pernah ingin menyentuh nya kenapa mendadak berubah.
Rizal melihat tak ada penolakan dari wulan tersenyum bahagia dalam hati.
"Dasar murahan sudah ku duga kau begitu mudah terperangkap dengan cara ini, wanita jalan*g seperti mu sangat menyukai sentuhan dan akan aku berikan itu," batin Rizal.
Menatap kedua mata wulan, rizal sedikit terhipnotis tapi langsung di tepis agar rencana nya tidak gagal.
"Apa yang kau lakukan? cepat turun!" marah Wulan setelah rizal melepaskan ciuman pada bibir nya.
"Maaf, aku menyesal telah memperlakukan mu dengan buruk selama ini, aku janji akan menebus semua itu," ucap Rizal lembut mengusap sisa saliva di wajah wulan.
"Maaf, apa aku tidak salah dengar ini? bukannya dia sangat membenci ku bagaimana mendadak berubah seperti ini? aku mengingat jelas tadi sebelum tidur dia mengatakan sangat membenci ku, dan ini apa sekarang? ini begitu sulit di percaya untuk seorang rizal pria arrongant meminta maaf pasti ada sesuatu yang di rencana kan? aku yakin itu," batin Wulan begitu yakin menatap kedua bola mata rizal penuh kecurigaan.
Melihat tidak ada tanggapan dari wulan, pria itu kembali bersuara.
"Maaf, aku tau saat ini kamu pasti sulit mempercayai ku, tapi aku sungguh menyesal katakan saja apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan aku benar-benar menyesal."
"Apa kamu yakin yang kamu katakan?" tatap Wulan tidak sepenuhnya percaya dengan rizal, tapi ia akan mengambil kesempatan ini untuk membalas pria tua itu.
__ADS_1
"Iya, aku serius. Katakan saja aku akan melakukan itu," ucap Rizal menyakinkan wulan.
"Baiklah, jika kamu ingin aku percaya kamu benar-benar menyesal, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan."
"Tidak apa-apa katakan saja."
Wulan menatap serius rizal dengan penuh kemenangan terbesar dalam hati, rasanya ia ingin teriak selamat datang di dunia pembalasan.
"Jangan harap aku bisa percaya semudah itu sama kamu pria tua, kau pria yang tidak pantas di beri kepercayaan setelah apa yang kau perbuat padaku. Tapi karena aku tidak ingin menyiakan kesempatan yang kau berikan ini aku akan mengunakan dengan baik. Terima kasih pria tua Iblis," batin Wulan sangat membenci rizal.
"Ternyata kau begitu mudah di bohongin, dasar wanita murahan begitu suka nya kau dengan sentuhan hingga sebodoh ini, tapi aku tak peduli itu yang terpenting bagi ku sekarang menyelidiki apa yang kau sembunyikan dari semua orang," batin Rizal.
"Aku ingin kamu akhiri hubungan mu dengan lestari," ucap Wulan berhenti sejenak melihat reaksi rizal dengan permintaan nya.
Merasa ekspresi rizal masih cukup tenang tidak masalah. Ia kembali mengatakan keinginan lainnya pada rizal.
"Aku ingin kamu mengerjakan kerjaan art selama satu bulan, apa kamu keberatan?"
"Yang benar saja ini, apa dia sengaja melakukan ini untuk membalas ku? kurang ajar!" marah Rizal tapi tak bisa di ungkapkan nanti bisa ketahuan.
"Sabar, aku pasti bisa melakukan ini, sekarang yang terpenting membuat nya mempercayai mu setelah itu dapatkan informasi dan kembali ke sikap awal." lanjut Rizal.
"Baiklah aku akan lakukan, hanya itu bukan?"
"No, masih ada," jawab Wulan santai menggeleng kepala.
"Rasain kau pria tua siapa suruh memulai duluan, dan sekarang makan itu pembalasan ku," tawa Wulan bahagia penuh kemenangan.
"Apa? masih ada?" rizal tak percaya wulan begitu memanfaatkan situasi untuk membalasnya.
"Ya, apa kamu keberatan? bukannya katamu ingin aku percaya dan sekarang ini cara ku agar bisa percaya kamu benar menyesal."
"Oke tidak masalah, katakan saja aku akan melakukan apapun demi mendapat maaf dan kepercayaan mu."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1