
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Rizal sudah mengetahui kebusukan lestari yang selama ini di sembunyikan.
Namun untuk ayah dalam kandungan lestari masih belum di ketahui rizal.
Lestari hingga sekarang masih belum ngaku, dan rizal tidak menyerah dia terus bekerja keras membongkar semua, meski dia sangat yakin tidak membobol gawang lestari.
Bagaimana cara membobol jika adik kecil nya tidak beraksi dan hanya beraksi pada wulan.
Lestari yang saat ini berada di dalam kamar sangat marah, dia berjanji akan membalas wulan dan sahabat bar-bar nya itu.
Karena mereka dia menderita, di siksa habis-habisan oleh rizal. Bahkan rizal tidak membiarkan nya untuk keluar dari mansion hanya semenit dan itu membuat lestari merasa seperti tahanan yang di penjara.
"Aku tidak boleh seperti ini, jika terus begini dan rizal masih mencari bukti dia tak pernah melakukan hal itu habis lah riwayat ku saat itu juga," ucap Lestari yang khawatir akan di siksa lebih parah dari kemarin.
"Apa yang harus ku perbuat sekarang jika ponsel saja di sita oleh nya, bagaimana cara menghubungi orang," Lestari mengacak kasar rambut nya marah keadaan tidak baik.
"Pikir kan sesuatu tidak boleh pasrah seperti ini, atau aku akan mati jika benar rizal mengetahui anak yang ku kandung bukan anak nya."
Sedang kan di sisi lain rizal berjaga di ruang tamu sambil mengerjakan beberapa kerjaan kantor melalui komputer nya.
Rizal khawatir jika lestari melakukan rencana licik lagi untuk menutup kebohongan nya itu.
Dan entah kenapa wajah wulan mendadak melintas di benak nya.
"Kenapa dengan perasaan ku, kenapa aku merasa aneh seperti ini? apa wulan baik-baik saja di luar sana?" gumam Rizal binggung dengan perasaan yang di rasa kan sekarang.
"Tidak, wulan baik-baik saja, banyak yang menjaga dan menyayangi nya tidak mungkin mereka membiarkan wulan kenapa-napa," ucap Rizal menyakinkan dirinya untuk tenang.
Ting ... tong ... ting ... tong ....
Bunyi bel pintu depan berbunyi.
__ADS_1
"Bi, lihat siapa yang datang," perintah Rizal dengan suara tinggi nya.
"Baik Tuan," sahut Bibi art langsung berlari membuka pintu.
Cekrek....
Pintu terbuka.
"Hey, Bibi. Apa kak rizal ada di dalam?" tanya Risma dan bibi memandang aneh tidak mengenal siapa Risma.
"Saya adik nya kak rizal, apa kak rizal ada di dalam?" tanya Risma lagi yang seolah tau apa yang di pikirkan wanita di depan nya.
"Ada di dalam, mari masuk Non," sopan Bibi mempersilakan Risma masuk.
"Terimakasih," ucap Risma lalu masuk.
"Assalamualaikum, kakak ku yang tampan tapi bodoh," salam Risma sekaligus mengatai rizal pria yang masih menatap fokus pada laptop.
"Kenapa jam segini masih di rumah gak ke kantor?" tanya Risma berjalan lalu menjatuhkan bokong di samping rizal.
"Tumben ke sini, mau ngapain dan itu apa yang di bawa?" tanya balik Rizal melihat barang tentengan Risma.
"Kenapa emang nya gak boleh kalau adik sendiri datang mengunjungi kakak? atau kakak mau lakuin yang tidak-tidak ya sama penggoda itu sehingga merasa terganggu dengan kedatangan ku?" tanya selidik Risma curiga.
"Kakak serius? lalu apa yang akan kakak lakukan setelah ini?"
"Kakak akan membuat hidup nya menderita, baru kakak kirim dia di pulau terpencil yang tidak ada kemewahan melainkan penuh kekurangan," jawab Rizal yang sudah memikirkan apa yang akan di lakukan.
"Aku setuju, bahkan 1000%, oiya wanita penggoda itu sudah kakak beri makan belum?" tanya Risma lagi dengan wajah penuh misterius.
Rizal tidak menjawab pertanyaan sang adik, mata nya menatap penuh selidik merasa aneh dengan pertanyaan risma yang mendadak peduli, padahal barusan saja menyetujui dan sangat semangat tentang hukuman yang akan di berikan pada lestari.
Lalu kenapa mendadak berubah aneh seperti ini?
"Hallo kakak aku bertanya kenapa diam saja, penggoda itu sudah makan belum? apa susah nya sih tinggal di jawab?"
"Kakak binggung saja kenapa mendadak kamu perhatian sama wanita yang kamu panggil penggoda, apa kamu sudah merasa kasihan dengan nya?" Rizal balik bertanya menatap lekat wajah adik nya itu.
"Kakak aneh deh, gak usah berpikir terlalu jauh, aku perhatian sama penggoda itu? sorry gak bakal, aku bertanya bukan berarti peduli, tapi aku hanya ingin memberi sedikit kejutan untuk nya apa itu tidak boleh? tentu boleh dong, hitung-hitung aku mewakili rasa sakit hati kak wulan," kata Risma.
__ADS_1
"Oh, lakukan saja sesuka mu kakak tidak peduli," sahut Rizal lalu kembali menatap laptop.
"Hmmm, tapi di sini aku butuh bantuan kakak, karena tidak mungkin dong aku yang memberi makanan ini langsung pada penggoda itu nanti bisa curiga dia," ujar Risma tidak ingin rencana nya gagal.
"Lalu bantuan apa yang kamu butuh kan dari kakak?" tanya Rizal yakin ujung nya dia yang harus memberi makanan tersebut pada lestari.
"Ini berikan pada penggoda itu, kakak tinggal katakan saja jika kakak tidak ingin anak dalam kandungan nya sakit jika dia tak makan," jawab Risma memberi arahan agar penggoda itu tak curiga.
"Baiklah."
Rizal menerima sodoran satu kantong plastik dari risma di dalam sudah lengkap beserta minum nya.
Risma memandang pergi nya rizal menuju kamar lestari mengikuti kemauan nya tersenyum bahagia.
"Rasa kan makanan pencuci perut itu, siapa suruh jadi wanita sangat jahat? tapi itu belum seberapa aku yakin kau akan lebih menderita jika kakak ku sudah tau semua kelicikan yang kau lakukan di belakang nya. Kita hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, tapi ku rasa hari ini semua akan terungkap," monolog Risma senyum-senyum sendiri tidak sabar melihat menderita nya penggoda itu mondar-mandir ke toilet.
Beberapa menit kemudian, rizal sudah kembali dan tidak menenteng barang bawaan yang di kasih tadi, risma yakin jika penggoda itu sudah menerima makanan tersebut.
"Sudah Kak?" tanya Risma basa-basi.
"Iya, dia sudah menerima nya," jawab Rizal sambil mendaratkan bokong pada sofa.
"Apa dia tak curiga?"
"Seperti nya tidak."
"Apa Kakak tidak penasaran apa kejutan yang aku berikan pada penggoda itu?" tanya Risma lagi menatap binggung pada kakak nya ini terlihat santai tidak ada penasaran dengan yang di lakukan.
"Tidak," jawab Rizal singkat.
"Kenapa?"
"Karena kakak sudah tau apa yang kamu berikan pada makanan itu."
"What! bagaimana kakak bisa tau? aku belum mengatakan apapun sejak tadi," kaget Risma binggung dari mana sang kakak tau semua ini.
"Coba kamu pikir emang nya ada yang lain selain pencuci perut yang kamu tuang kan di makanan? gak ada kan? masa makanan basih yang kamu berikan, itu yang ada sebelum di makan sudah langsung di buang," jelas Rizal terang.
"Oh iya yah kenapa aku gak kepikiran ke situ? semoga saja penggoda itu tak curiga dan tetap makan makanan pencuci perut itu," kata Risma penuh harap.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...