
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Pagi hari Wulan sudah terbangun lebih dulu. Wanita itu memandang ketampanan wajah suami nya.
Wulan masih tidak menyangka setelah melewati banyak lika-liku dalam kehidupan nya, kini semua menjadi indah.
Kebahagian yang tak pernah di impikan bersama rizal.
"Aku bingung harus menyikapi mu seperti apa Mas, jujur aku merasa semua seperti mimpi. Semua terjadi tanpa aku bayangkan," ucap Wulan tangan nya mengusap atas kepala Rizal.
"Tadi aku sempat berpikir, mungkin bukan tadi, kemarin dan kemarin kalau kamu tidak akan ada dalam kehidupan ku lagi, tapi semua itu salah. Kamu kembali bukan untuk sesaat tapi untuk selama nya."
"Aku harap kesempatan yang ku berikan ini tidak salah," lanjut Wulan lagi sambil mengelus pipi kanan rizal yang masih tertidur.
Tanpa Wulan sadari sejak tadi Rizal sudah terbangun, tapi pria itu engan membuka mata, dia sengaja melakukan itu karena ingin mendengar sejauh apa curahan isi hati istri nya.
Namun semakin lama menutup mata mendengar curahan Wulan, Rizal tak bisa lagi berpura-pura masih tertidur.
Pergerakan jemari kecil Wulan yang mengelus pipi nya membuat nya tak bisa menahan.
Dan akhir nya Rizal membuka mata, Wulan melihat itu kaget saat tangan ingin di tarik Rizal lebih cepat dari nya. Hingga tangan nya di tahan.
"Kenapa sayang? lanjutkan saja," kata Rizal.
"Mas sejak kapan kamu bangun? kenapa aku tidak mengetahui itu?" tanya Wulan malah membahas yang lain.
"Dari tadi, sejak kamu mengelus rambut ku. Sekarang ayo lanjutkan lagi."
"Tidak, sekarang aku ingin bersih-bersih. Lepaskan tangan ku Mas," tolak Wulan.
"Ya sudah tidak apa-apa. Ayo kita sama-sama saja."
"Apa!" Wulan langsung menatap Rizal lekat, namun pria yang di tatap itu memberi wajah biasa tak bersalah.
"Kenapa? ada yang salah?" tanya Rizal melihat wajah aneh Wulan yang memberi ekspresi tak terduga.
Wulan mendengar itu menghela nafas panjang.
"Tentu itu salah, mending kita sendiri-sendiri tidak perlu bersama. Jangan banyak protes," tegas Wulan.
"No, aku ingin bersama, lagian kita sudah menikah, jadi tidak masalah," kata Rizal.
"Ya, itu benar. Tapi bukan itu yang ku permasalahkan."
"Lalu apa? katakan saja."
__ADS_1
"Oke, dengar kan ini baik-baik. Aku tidak ingin bersama, karena aku tidak mau kamu melakukan lagi, kamu paham maksud ku bukan? milik ku masih nyeri jadi ku harap untuk sekarang jangan dulu," ujar Wulan menjelaskan panjang lebar.
"Oh masalah itu. Kamu jangan khawatir sayang, aku tidak akan melakukan sekarang. Jadi biarkan aku bersama mu."
"No Mas."
"Sayang percaya lah padaku."
Huh.
"Baiklah, tapi janji tidak melakukan sekarang."
"Siap laksanakan," hormat Rizal sambil mengangkat tangan memberi penghormatan.
Melihat itu Wulan tersenyum sendiri.
Dan tak membuang waktu lagi Rizal menarik selimut yang menutupi tubuh polos kedua nya. Segera mengendong Wulan.
Wulan tak Keberatan, bagaimana juga saat ini Rizal adalah suami nya. Apapun yang ada di tubuhnya milik suami nya.
"Mas, apa kamu sudah mengetahui dalang dari pembunuh keluarga ku?" tanya Wulan yang mendadak mengingat hal itu.
"Sudah," jawab Rizal santai.
Mendengar itu sontak saja, Wulan turun tapi rizal tak membiarkan dan terus mengendong wulan membawa masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya Mas, tapi katakan siapa orang itu? di mana dia berada sekarang?" tanya Wulan penasaran tidak sabar ingin tau.
Rizal menoleh ke bawah terlihat wajah Wulan begitu penasaran, tidak sabaran.
Pria itu bingung harus dari mana mengatakan semua ini. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan berkata jujur setelah menikah karena dia tak ingin ada kebohongan kecil apapun.
"Mas, katakan. Jangan diam, kamu hanya membuat ku penasaran jika seperti ini," ujar Wulan kesal.
"Sudah jangan penasaran, aku akan katakan nanti, tapi setelah itu kita mandi dulu."
"Baiklah."
Wulan akhir nya menyetujui perkataan rizal untuk bersih-bersih terlebih dahulu.
Di dalam bathtub kedua sama-sama berendam. Rizal membantu wulan membersihkan punggung belakang istri nya.
Otak rizal sejak tadi tak bisa tenang terus memikirkan pertanyaan wulan. Dia bahkan bingung dari mana harus menjelaskan agar wulan tak marah.
"Apa keputusan ku ini sudah benar? tapi bagaimana jika Wulan marah dan terima? Oh Tuhan bantu aku berikan petunjuk Mu," monolog Rizal cemas.
"Bersiaplah kau Paman, aku akan membuat mu menerima balasan dari kejahatan yang kau lakukan pada keluarga ku. Kau pria jahat tega nya menghabiskan keluarga ku hanya demi harta," monolog Wulan berapi-api.
__ADS_1
Kedua sama-sama bergumam dengan batin masing-masing.
Sedang kan di sisi lain Panji yang sudah lama tak bertemu Wulan, akhirnya memutuskan untuk menemui wulan.
Sebelum mengunjungi Wulan, pria itu membeli beberapa makanan dan juga cemilan mengingat wanita yang di cintai itu sangat menyukai cemilan yang berbaur coklat.
Wulan dan Rizal sudah melakukan ritual bersama, kini kedua sudah bersih.
Mereka pun langsung menuju kamar baby askar.
"Halo, anak bunda yang tampan, apa kabar? tidur nya nyenyak gak sih," ucap Wulan menyapa putra kecil nya.
"Sayang, kenapa wajah baby askar tak mirip dengan ku?" tanya Rizal sejak tadi memperhatikan wajah putra nya dan kini baru sadar hal itu.
"Aku tidak tau itu Mas, mungkin baby askar nya tidak mau," jawab Wulan asal.
"Mana ada seperti itu sayang."
"Hey boy, coba katakan pada daddy kenapa wajah mu tak mirip dengan daddy?"
"No daddy, tapi ayah," ucap Wulan memperbaiki perkataan Rizal.
"Kok ayah? daddy lebih bagus sayang," protes Rizal tidak terlalu menyukai kata ayah.
"Aku ingin baby askar memanggil ku dengan sebutan bunda dan kamu ayah, sama seperti ku dulu memanggil ayah dan bunda ku," ujar Wulan.
Dan Rizal mendengar itu hanya menghela nafas kasar.
"Iya, iya. Boy dengar itu, bunda melarang memanggil dengan sebutan daddy, jadi mulai hari ini boy harus memanggil ayah no daddy lagi, oke," kata Rizal mengadu menjelaskan pada putra kecil nya.
"Sayang apa tidak sebaiknya kita memberi askar teman? kasihan jika dia sendiri," lanjut Rizal lalu beralih menatap Wulan.
"Tidak perlu Mas, sekarang aku belum ingin. Aku tidak ingin melantar kan anak ku lagi, biarkan adik untuk baby askar setelah ku lulus saja, aku sendiri yang mengurusi nya," ujar Wulan.
"Hmmm, ya sudah jika itu sudah menjadi keputusan kamu. Jadi mulai hari ini aku akan bermain luar."
"Terima kasih Mas, kamu sudah mengerti aku."
"Sama-sama. Apapun itu aku akan usahakan agar tidak mengecewakan mu."
"Aku juga. Aku janji akan menjadi istri yang baik untuk mu."
"I love you."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1