Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 81: Mengakhiri


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Satu tahun enam bulan bukan lah waktu yang singkat, itu adalah waktu yang lama buat rizal.


Dunia rizal semakin hancur saat surat cerai dari wulan berada di hadapan nya.


Keluarga alberto sedih melihat rizal yang kini tak banyak bicara, rizal yang sekarang lebih banyak diam, senyum pun kini tidak terlihat lagi meski semua sedang duduk kumpul becanda.


"Ma, pa, aku pamit ke kampus dulu," pamit Rizal.


Mama Alma sedih melihat perubahan drastis anak nya setelah menerima surat cerai tak ada senyuman lagi, semua seperti di ambil pergi dengan hadir nya selembar kertas dari pengadilan agama.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini Nak, Mama ikut hancur dada terasa sesak melihat putra mama begini," batin Mama Alma sedih memandang kepergian rizal.


"Berjalan nya waktu, rizal bisa melupakan wanita itu, stop mencari keberadaan wanita itu, ingat mereka sudah bercerai. Mungkin saja wanita itu sudah menikah kembali," ujar Papa Yusuf seolah dapat mengetahui yang di pikirkan sang istri.


"Pa, kenapa hingga sekarang Papa masih tidak menyukai wulan? apa kesalahan yang di lakukan nya pada Papa?" tanya Mama Alma tidak habis pikir dengan suaminya itu.


Padahal sudah 18 bulan Wulan pergi entah kemana tidak ada yang tau, tapi hingga sekarang suaminya masih tetap tidak menyukai wulan.


Entah kenapa Mama Alma merasa ada alasan di balik besar nya rasa benci suaminya pada wulan.


"Kesalahan dia banyak, dan hingga kapan pun Papa tidak akan memaafkan," jawab Papa Yusuf lalu bangkit meninggalkan istri nya.


"Apa sebenarnya yang di sembunyikan Papa? kenapa aku merasa semua ini ada kaitan nya dengan masa lalu? ucap Mama Alma yakin entah kenapa filing nya mengatakan ke arah sana.


"Tidak, tidak, ini tidak mungkin," Mama Alma menggeleng kepala tidak yakin.

__ADS_1


Di kampus rizal dan dosen lain, serta petinggi kampus sedang mengadakan rapat.


"Pak Rizal tidak beberapa untuk beberapa bulan kedepan harus berada di korsel?" tanya seorang pria salah satu petinggi kampus di sini.


"Tidak," jawab Rizal singkat.


"Baiklah besok bapak akan langsung berangkat, hari ini bapak tidak perlu masuk ngajar persiapkan saja keperluan yang bapak perlukan selama berada di sana."


"Terimakasih, tapi saya rasa itu tidak perlu, saya masih ingin mengajar," balas Rizal menikah untuk pulang.


Rizal sengaja menyibukkan diri semata-mata agar tidak terus kepikiran wulan dan juga anak nya yang entah di mana keberadaan nya sekarang.


Rizal akui keluarga angkat wulan itu sangat pandai menyembunyikan jejak.


Orang suruhan yang di minta rizal mencari keberadaan wulan semua pada menyerah, sama hal dengan orang suruhan risma.


Setelah usai rapat rizal masuk ke kelas dan mengajar seperti biasa. Jadwal ngajar nya hanya tiga jam.


...****************...


"Lan aku minta maaf, please jangan lakukan ini, jika kamu ingin jaga jarak aku terima keputusan mu, tapi kenapa harus putus? semua bisa di bicarakan baik-baik, aku janji tidak akan mengulangi lagi, aku benar-benar menyesal," ucap Panji kaget dengan apa yang di katakan wulan.


"Maaf ini sudah menjadi keputusan ku Nji, kamu pria yang baik aku yakin kamu bisa mendapat lebih bukan aku yang seorang janda beranak satu," kata Wulan menatap panji yang sedih menatap nya semua terlihat jelas dari kedua bola tak henti menunjukkan tatapan penuh penyesalan.


"Maaf kan aku Nji, semua memang harus seperti ini dari dulu bukan sekarang," batin Wulan sebenarnya tak tega mengatakan ini bagaimana juga panji sudah begitu baik padanya dan juga Askar putra nya.


"Tidak Lan, kamu yang terbaik untuk ku, aku tidak pernah memandang status mu sebagai janda anak satu, karena aku mencintai mu tulus tanpa melihat masa lalu mu seperti apa bagi ku itu tidak penting," terang Panji tidak pernah mempermasalahkan status wulan.


"Menurut mu tidak penting, tapi tidak untuk ku, please mengerti lah Nji," pinta Wulan tidak ingin persahabatan nya dengan panji berakhir hanya karena percintaan.


"Baiklah aku akan mencoba mengerti kamu, tapi aku tidak bisa membuang perasaan ku padamu hingga kapan pun akan selalu mencintai mu, kamu cinta pertama dan terakhir ku," ungkap Panji jujur mungkin akan sulit untuk nya melupakan wulan dan mungkin juga tidak akan pernah bisa.


"Terimakasih sudah mengerti aku Nji, kembali lah ke kampus. Dan oiya untuk beberapa hari kamu tidak perlu kemari," ucap Wulan penuh hati-hati tidak ingin menyakiti perasaan panji.

__ADS_1


"Hmmm, jaga dirimu baik-baik. Aku tidak akan memaksa mu, semua ini karena ku yang tidak bisa mengontrol diri, jika saja bisa semua tidak jadi seperti ini," ujar Panji benar-benar menyesal jika saja waktu bisa di putar dia tidak akan melakukan hal bodoh yang sekarang membuat hubungan nya dan wulan jauh.


Wulan tidak mengatakan apapun membalas perkataan panji.


"Semoga kamu bisa melupakan aku Nji, masih ada perempuan di luar sana yang cantik dan baik dari aku, hanya saja kamu yang tidak menyadari itu karena selalu menganggap ku istimewa," monolog Wulan hanya mampu berkata dalam hati tanpa bisa berkata langsung.


"Ya sudah sekarang aku pamit, jaga dirimu masuk lah aku akan melihat dari sini," senyum Panji dan wulan tau senyuman itu palsu, panji tidak ingin terlihat sedih di depan nya.


"Oke aku masuk, kamu jaga diri baik-baik."


Setiba di dalam wulan langsung menjatuhkan diri di sofa dan menutup kedua mata yang benar-benar merasa pusing dengan semua yang terjadi hari ini.


Setelah merasa cukup tenang wulan beranjak bangkit dari sofa.


Ceklek....


"Sus, bagaimana apa Askar rewel?" tanya Wulan pelan saat tiba di samping baby sitter putra nya.


"Tidak Bu, Askar anteng seperti nya baby Askar mengerti yang di katakan bunda nya tadi. Oiya kok Ibu sudah pulang, apa tidak jadi ke kampus nya?" tanya Suster yang baru sadar.


"Oh itu saya baru ingat jika ada urusan yang harus saya kerjakan dan tidak bisa saya tinggal makanya saya kembali lagi, tapi besok sudah kembali kampus seperti biasa," bohong Wulan tidak ada pilihan lain tidak mungkin berkata jujur.


"Kalau gitu saya keluar dulu," pamit Wulan membiarkan putra nya di urus Suster.


Setiba di kamar, wulan meletakkan tas sembarang arah, dan beranjak masuk ke kamar mandi.


Saat ini yang di butuhkan wulan menangkan diri dan mungkin dengan merendam di bathtub otak nya akan sedikit fresh tidak terus kepikiran kejadian tadi.


"Begini lebih baik," ucap Wulan merasa damai berada di dalam bathtub.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


Mohon dukungannya jangan lupa like, comment, vote dan gift 🌹☕


__ADS_2