Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 42: Mabuk


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Segelas alkohol sudah berhasil membuat Wulan tak sadarkan diri.


Rizal menyadari Wulan mabuk berat mengambil kesempatan mengorek informasi lain yang mungkin ada yang tidak ia ketahui.


Rizal memang minum banyak tapi ia tak mabuk seperti Wulan karena ini bukan pertama bagi nya tapi sudah berulang-ulang.


"Sayang apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Rizal melihat Wulan yang berbaring.


"Kata saja akan aku jawab semua nya."


"Papa naldo dan Mama sofia bukan orang tua kandung mu bukan?"


"Iya, akan aku ceritakan semua padamu saat itu aku sangat terpuruk mengetahui sedang mengandung tepatnya aku berada di rumah sakit entah bagaimana saat itu aku berpikir untuk mengakhiri hidup karena aku tidak bisa menerima kenyataan pahit yang ku alami sampai kapan pun tidak bisa aku terima. Saat itu hidup ku begitu susah makan saja aku harus bekerja, karena aku tak bisa memasak dan aku selalu mengandalkan makanan jadi, lalu bagaimana cara aku melahirkan dan membesarkan seorang bayi? usiaku saat itu masih di bawah umur apa kata orang jika aku punya anak? aku tidak ingin anak ku mendapat hinaan cacian dari orang-orang," jelas Wulan menjeda seraya menatap Rizal dengan keadaan tidak sadar dengan apa yang di katakan sekarang.


"Lalu apa yang terjadi?"


"Aku di pertemukan dengan seorang dokter cantik yang menyadarkan ku semua tindakan ku salah, dokter itu juga memberi banyak nasehat mengenai ajaran agama. Dan sejak saat itu aku mulai bisa menerima kehadiran bayi di kandungan ku, tapi bukan untuk di akui anak melainkan menyerahkan nya pada dokter itu jika sudah melahirkan. Semua terdengar aneh bukan? seorang ibu yang tega menyerahkan darah daging nya pada orang lain karena tidak ingin malu."


"Apa kau tau aku sangat membenci pria itu karena dia hidup ku hancur, hidup ku menjadi berantakan padahal aku sudah menyusun indah masa depan ku. Tepatnya bukan hanya menjadi berantakan tapi terbakar menjadi debu sampai kapan pun tidak bisa di kembali kan ke bentuk awal. Kau tau hidup ku sejak kecil sudah menderita, tapi lebih menderita setelah menikah dengan pria berwujud manusia, pria tua itu menyiksa ku begitu kejam hingga rasanya aku ingin mati saja saat itu. Aku muak hidup seperti ini aku ingin bebas seperti burung yang dapat terbang kemana-mana bukan seperti burung dalam sangkar," ungkap Wulan tidak sadar menangis merasa sesak mengingat yang masa lalu buruk itu.


Rizal terdiam mendengar ungkapan isi hati Wulan, ia merasa bersalah sudah begitu banyak menyiksa wanita yang jelas tak ada salah padanya, bahkan sebelum itu hidup nya sudah sangat menderita dan sekarang di tambah siksaan nya lagi.

__ADS_1


"Maafkan aku sudah menambah luka di hidup mu, jika saja aku mengetahui ini dari awal tidak mungkin aku melakukan nya," batin Rizal merasa bersalah.


"Aku tidak memiliki siapa di dunia ini selain papa naldo, mama sofia, kak dinda, kak al dan kedua keponakan ku kanaya dan kenan, mereka sangat baik padaku menerima ku apa adanya memberi kasih sayang yang sudah lama tida aku dapatkan semenjak kepergian keluarga kandung ku. Aku bersumpah akan menemukan orang yang membunuh keluarga ku, tidak ada kata maaf buat mereka," lanjut Wulan omong nya sudah semakin melebar ke mana-mana.


"Apa sekarang kau ingin menebus kesalahan mu di masa lalu dengan kembali menghadirkan anak di sini." Rizal mengusap perut rata Wulan.


"Itu tidak akan bisa, dokter telah memvonis ku sangat sulit memiliki keturunan jika bisa itu sangat kecil kemungkinan nya," jawab Wulan menggeleng kepala.


"Dokter bukanlah Tuhan, ikhtiar saja pada sang pencipta jika sudah tiba waktunya kita akan di beri begitu pun sebaliknya dan sekarang kita hanya perlu berusaha tidak boleh putus asa mendengar perkataan dokter."


"Tidak, aku tidak ingin." Tolak Wulan.


"Kenapa?"


"Aku tidak ingin mengandung dari pria berwujud Iblis itu, aku sangat membenci nya."


Rizal mendengar pengakuan Wulan membenci nya menjadi bingung, bukannya kemarin Wulan sudah memaafkan nya lalu kenapa sekarang berkata seperti ini?


"Bukannya kamu sudah memaafkan pria berwujud Iblis itu?" Rizal terpaksa mengatai diri nya sendiri dengan menahan rasa kesal dengan julukan yang di berikan Wulan untuk nya.


"Semua itu hanyalah bagian dari rencana ku, aku tidak akan semudah itu memaafkan nya setelah apa yang di perbuat padaku. Hanya wanita bodoh yang memaafkan pria jahat dengan mudah. Dan itu bukan aku, karena aku adalah wanita pintar, " jawab Wulan tanpa sadar sudah membocorkan semua rencananya.


Lagi dan lagi rizal mendengar pengakuan Wulan yang satu ini sedikit terkejut bagaimana tidak? selama ini dia sudah menjadi pria bodoh yang mempercayai Wulan dengan muda.


Kenapa ia tidak pernah sadar mana ada perempuan yang muda memberi maaf pada pria yang sudah memberi goresan luka begitu dalam.


"Jadi selama ini dia hanya bersandiwara? baiklah aku akan mengikuti mu Wulan aku berjanji akan membuat mu memaafkan ku dan mencintai ku," batin Rizal penuh tekad.


"Aku akan membuat malam ini menjadi malam yang panjang, bagaimana cara nya benih ku harus berada di rahim mu agar kau tak bisa kemana-mana," lanjut rizal lagi akan mengulang malam panas nya.

__ADS_1


Dia akan memanfaatkan keadaan Wulan yang tidak sadar ini untuk menjadi malam panas dengan penuh tekad.


Rizal memindahkan botol-botol bir dan juga gelas ke lantai, lalu pria itu membuka pakaian dan membuang sembarang arah.


Rizal mendekati Wulan dan membuka paksa pakaian nya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Wulan berontak.


"Diam lah jangan berontak aku hanya ingin memberi hadiah untuk mu," bohong Rizal.


"Baiklah aku akan diam."


Rizal tersenyum ternyata lebih asyik jika Wulan mabuk seperti ini akan lebih mudah untuk nya melakukan apapun yang di ingin kan.


Rizal menindih tubuh Wulan dan menekan tengkuk nya mengh*sap rakus bibir, otak nya tak bisa berpikir jernih lagi selain memiliki Wulan seutuhnya bagaimana pun caranya harus ada benih di rahim Wulan.


Permainan itu perlahan berpindah ke bawah leher, dia memberi setiap tanda kepemilikan bahkan bukan hanya di leher tapi seluruh inci tubuh Wulan, dia mengh*sap rakus seperti permen tangkai.


"Kau hanya milik ku seorang, tak akan ku biarkan siapa itu memiliki mu," batin rizal lalu bersiap memasukkan adik kecilnya.


Rizal tidak memberi jeda, ia terus memompa, menggoyangkan pinggul atas bawah, sebelum itu ia sempat membaca cara ini akan sangat berhasil untuk pasangan suami istri yang menginginkan anak.


Dan bacaannya saat itu juga memberi makanan yang pantang untuk wanita yang ingin segera punya anak.


Rizal akan mempraktekkan semua itu setelah Wulan bangun nanti.


"Selamat datang di dunia ku Wulan Andini Cahyani Alberto, hari ini dan seterusnya kau adalah istri ku, milik ku." ucap Rizal menatap Wulan yang sudah tak berdaya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2