Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 47: Ragu jika benar


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Tok ... tok ... tok ....


Ketukan pintu dari luar membangun Wulan dari tidur nya.


"Astaga aku tertidur, jam berapa ini?" panik Wulan buru-buru mencari ponsel melihat jam.


Sekali lagi ketukkan pintu kembali terdengar.


"Iya tunggu," teriak Wulan bangkit segera membuka pintu.


Deg ....


Wulan kaget melihat Lestari dan Rizal di depan pintu nya.


Seketika des*han Lestari kembali terngiang di otaknya.


"Pergi lah dari sini saya tidak ingin melihat wajah kalian, lakukan sepuas yang kalian suka jika masih ingin silakan lanjutkan saya tidak peduli, atau kalian ingin melakukan di depan saya? silakan tunjukkan saya tidak masalah karena saya sudah menyaksikan live bahkan empat sekali gus kamu tidak lupa itu kan, Mas?" tanya Wulan menahan rasa sakit di dada nya berkata hal ini.


Rizal tak menjawab dia tidak menyangka jika perkataan Lestari tadi memang benar adanya dia sudah melakukan nya.


Tapi kini yang menjadi pertanyaan nya kenapa ia tak mengingat satu adegan pun.


"Jadi aku benar sudah melakukan nya dengan Lestari? bagaimana bisa kenapa aku tidak mengingat itu? sebenarnya apa yang terjadi padaku? Dan Wulan menyaksikan itu kenapa tidak mencegah malah membiarkan ku? apa dia benar-benar tidak menginginkan ku lagi?" batin Rizal bertanya-bertanya.


Mata Rizal menangkap mata sembab Wulan seperti habis menangis.

__ADS_1


"Apa dia menangis melihat ku melakukan itu bersama Lestari?"


"Ayo sayang kita pergi untuk apa lama-lama di sini melihat wajah gembel nya membuat ku ingin muntah," sombong Lestari menggandeng Rizal meninggalkan Wulan yang berdiri mematung menatap kepergian kedua orang tersebut.


"Kamu jahat Mas, kenapa tidak ada bantahan dari mu? kenapa diam saja? apa kamu benar ingin mengakhiri pernikahan ini? aku akui pernikahan kita tidak di dasar kan cinta, tapi setidaknya kamu hargai aku sebagai istri mu karena kita belum berpisah," lirih Wulan menatap kepergian kedua orang itu semakin jauh dengan tangan masih bergandengan.


"Apapun keputusan mu nanti aku terima, jika perlu aku yang akan menggugat mu duluan Mas," sambung Wulan tidak sanggup bertahan dengan pernikahan yang sudah hancur berkeping-keping.


Sekuat apapun menahan sampai kapan itu tidak akan bisa.


"Sayang bagaimana kamu sudah percaya kan? aku tidak berbohong jika kita memang sudah melakukan itu, aku harap kamu tidak mengingkari janji mu untuk menikahi ku jika aku hamil nanti," kata Lestari dan Rizal mendengar itu langsung menatap Lestari tanda tanya.


"Janji? menikahi? kapan aku mengatakan itu?" tanya Rizal sama sekali tak mengingat.


"Sayang kenapa kamu melupakan lagi?" tanya Lestari sengaja memasang wajah kesal nya yang ternyata tak kesal semua hanya lah sandiwara nya. "Oke tidak masalah kamu bisa menanyakan ini pada sih gembel itu dia juga masih ada di tempat saat kamu mengucapkan janji padaku," lanjut Lestari ular berbisa.


"Apa benar yang di kata kan Lestari? tapi jika sudah menyangkut Wulan semua itu pasti benar," batin Rizal diam dan mencoba mengingat tentang apa yang terjadi tapi tetap tidak dapat mengingat apapun.


Rizal dan Lestari ke kantor bersama, wajah Rizal terus menampakkan kebingungan dengan semua yang terjadi antara percaya atau tidak.


Pria itu masih ragu sudah melakukan itu pada Lestari, tapi bukti sudah sangat jelas perkataan Wulan tadi menjelaskan semua nya.


"Sayang awas!" teriak Lestari menyadarkan Rizal yang hampir saja menabrak mobil trek.


"Sayang kamu pikir apa sih? kenapa melamun saat menyetir syukur kita gapapa kalau benar celaka gimana? fokus di depan sayang," pesan Lestari takut gagal jika benar mereka celaka tadi.


"Aku ragu jika kita sudah melakukan nya, aku sangat mengenal diri ku tidak mungkin melakukan sesuatu yang begitu dalam," kata Rizal mengatakan apa yang di pikirkan sejak tadi.


"Sayang bukti apa lagi yang ingin kamu lihat, bukannya kamu sudah mendengar langsung dari sih gembel itu ? tidak mungkin sih gembel itu berbohong?" balas Lestari.


"Aku tetap ragu bagaimana milik ku bereaksi padamu, selama ini milik ku selalu anteng kenapa mendadak jadi liar?"


"Tanyakan itu pada diri mu sayang, mungkin saja saat itu kamu sangat menginginkan nya hingga tidak tahan untuk melakukan lebih dalam," bohong Lestari menatap Rizal masih tetap tidak percaya dengan jawabannya.

__ADS_1


"Sayang, jika kamu masih ragu silakan tanyakan lagi pada sih gembel itu dia melihat secara live?" lanjut Lestari mengarang cerita karena ia yakin Rizal tak akan bertanya seperti apa yang di katakan.


Keraguan nya seketika sedikit menghilang mendengar kata Wulan, ia tidak menyangka jika aksi nya di lihat oleh wanita yang di cinta itu.


Tak pernah terlintas dibenak nya untuk melakukan ini apalagi di depan Wulan.


"Maafkan aku sayang, bukan maksud ku untuk menyakiti mu, aku sangat mencintaimu," batin Rizal sedih telah melakukan hal bejat dan benci pada dirinya sendiri.


"Aku memang tidak pantas untuk mu Wulan, aku tidak ingin menyakiti lebih dalam lagi, aku berjanji setelah ini akan membebaskan mu dalam ikatan ini. Carilah kebahagiaan mu, aku pria brengsek yang sampai kapanpun tidak akan mampu membuat mu bahagia," lanjut Rizal membatin yakin dengan keputusan nya ini.


Wulan tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan yang mana hanya akan membuat nya terpuruk, dan tentu akan membuat konsentrasi dalam belajar nya berkurang dan berimbas pada nilai kuliah nya.


Selesai membersihkan diri di kamar mandi, wanita tersebut memakai pakaian dan sedikit memoles make-up di wajahnya untuk menutupi mata sembab nya yang sangat nampak baru menangis.


Wulan tidak ingin teman-teman nya khawatir dan tanya banyak mengenai keadaan nya seperti ini.


Setelah merasa semua beres dan wajah nya tidak terlihat sedih, ia segera pergi.


Dalam perjalanan ke kampus Wulan termenung memikirkan kejadian tadi, entah kenapa menghilang memori kejadian itu begitu sulit.


Wanita itu tidak ingin mengingat nya lagi, rasanya begitu sakit mendengar des*han dan semua perkataan wanita penggoda itu.


"Aku harap keputusan ku ini tidak salah, aku tidak sanggup hidup seperti ini, rasanya aku ingin menghilang dari muka bumi ini, tidak sanggup menunjukkan wajah ku pada dunia," batin Wulan hancur berkeping-keping.


Menghirup udara dari kaca mobil tidak membuat Wulan merasa segar melainkan merasa sesak tidak bisa bernafas.


Setiap hembusan nafas yang di tarik selalu terngiang suara Lestari.


"Aku membenci mu Mas! aku sangat membenci mu! kau adalah pria di muka bumi ini yang sangat aku benci dan sampai kapanpun tidak akan berubah," teriak Wulan dalam batin muak rasa sakit ini terus menusuk-nusuk organ tubuhnya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2