Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 103: Terungkap


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Di apartment, Wulan langsung meminta suster menjaga baby Aska, karena dia masih ada yang Ingin di bicarakan pada Rizal.


"Mas katakan sekarang, aku Ingin mendengar hal apa yang sangat penting itu," ucap Wulan.


"Kita bicarakan ini di kamar saja, ayo," ajak Rizal. Mengandeng tangan Wulan.


Setiba di kamar, Rizal membawa Wulan untuk duduk di sofa kamar.


Wajah Rizal nampak sangat serius, Wulan menjadi penasaran melihat itu dan kembali bersuara.


"Tenang lah aku tau kamu penasaran dengan apa yang akan ku katakan sekarang, tapi satu hal yang Ingin ku katakan padamu. Percaya lah, aku akan selalu ada di sisi mu, mendukung apapun yang Ingin kamu lakukan nanti," ucap Rizal.


"Iya, sekarang katakan."


"Apa kamu tau paman shin memiliki berapa anak?" tanya Rizal. Menatap lekat Wulan.


"Anak? kenapa mendadak Mas bertanya seperti ini? apa kaitan dengan yang akan Mas katakan dengan berapa anak Paman Shin?" tanya balik Wulan dengan wajah bingung.


"Jawab saja dulu, apa kamu mengingat nya?"


"Oke, kalau tidak salah anak Paman shin saat itu ada tiga, dua cowok, satu cewek. Emangnya kenapa?"


"Apa kamu masih mengingat wajah kecil mereka?" tanya Rizal lagi.


"Kamu kenapa sih, terus bertanya hal itu. Padahal aku baru bertanya bukan kamu jawab malah tanya balik," ucap Wulan. Dia sedikit kesal pertanyaan nya terus di acuh kan Rizal.


"Katakan saja, kamu akan tau nanti," sahut Rizal.


"Tidak. Aku tidak mengingat wajah mereka. Saat itu aku masih sangat kecil, mengingat wajah Paman shin saja tidak bisa, bagaimana dengan anak-anak nya," jawab Wulan.


Rizal terdiam mendengar itu. Menarik nafas panjang, dia berusaha tenang.


Dia yakin setelah mengatakan semua, Wulan akan sangat kaget, kecewa dan marah pada nya. Untuk itu Rizal terus menggenggam tangan Wulan, tidak ingin di lepaskan.

__ADS_1


"Kemari lah, duduk di sini," Rizal menepuk paha nya.


Wulan bangkit dan berpindah duduk di paha Rizal. Dia tidak membantah, rasa penasaran nya sudah membesar, kalau protes tidak akan tau juga, jadi dia menurut.


"Kamu percaya padaku?" tanya Rizal. Tangan nya mengelus pipi kanan Wulan, dan satu tangan lagi melingkar di pinggang Wulan.


"Iya, aku percaya," jawab Wulan.


"Dengar kan ini baik-baik. Kendali diri mu, aku yakin setelah ini kamu akan kaget sama dengan ku pertama kali mendengar ini, tapi aku percaya kamu bisa," ujar Rizal.


"Mas langsung saja katakan jangan putar-putar. Kamu tau dengan kamu terus berbicara panjang lebar seperti ini, otak ku terus berprasangka buruk dengan apa yang akan kamu katakan ini," sahut Wulan.


"Baiklah aku akan bicara pada intinya," ucap Rizal. Dia menarik nafas panjang lalu menghela pelan secara perlahan.


"Orang yang membunuh keluarga mu itu adalah Paman Shin, dan Paman shin itu...," Rizal menatap Wulan. Mulut nya sedikit kaku mengatakan sejujur nya.


"Paman shin itu siapa Mas? kenapa diam? ayo lanjutkan, aku ingin tau," desak Wulan. Menggoyangkan lengan Rizal.


"Paman shin itu Papa ku."


Deg.


Deg.


"Kamu becanda kan Mas? kamu tidak serius kan? tidak mungkin Papa mu itu Paman shin? jawab Mas, jangan diam!" Wulan hendak bangun dari duduk nya.


Namun Rizal mencegah itu.


"Tetaplah seperti ini sayang, tenang diri mu. Bukan sudah ku katakan tadi kendali kan diri."


"Tenang? kendalikan diri? bagaimana bisa itu ku lakukan? ini menyangkut keluarga ku, dan aku tidak bisa tenang semuda itu."


"Sayang, aku tau itu. Aku minta maaf, tapi ku mohon jangan benci padaku, jika kamu ingin menghukum Papa Yusuf, aku tidak keberatan karena itu memang salah Papa, dan Papa pantas menerima itu," ujar Rizal.


"Jadi semua yang kamu katakan ini benar? kenapa bisa? kenapa Papa mu tega melakukan ini pada keluarga ku!" marah Wulan. Dia kaget dan juga kecewa ternyata yang di katakan Rizal memang benar.


"Aku minta maaf, aku tau kamu sangat marah soal ini, tapi aku mohon jangan membenci ku. Semua tidak ada kaitan dengan ku, yang melakukan ini Papa ku, bukan aku. Jadi ku mohon," pinta Rizal memohon. Dia tak bisa menahan tangis, hingga air mata nya pun jatuh.

__ADS_1


Rizal benar-benar takut kehilangan Wulan untuk kedua kali nya lagi.


Wulan memang kaget, kecewa dan marah pada Rizal. Tapi semua ini tidak sepenuhnya salah Rizal. Rizal hanya lah anak dari Paman shin, pria jahat berhati iblis yang tega membunuh keluarga nya.


Menangis, Wulan ikut menangis, dia bingung dengan situasi saat ini.


"Kenapa semua seperti ini? apa kamu tau apa alasan Papa mu melakukan ini?" tanya Wulan dengan isakan tangis dan suara pelan nya.


Tenaga nya semua hilang seketika, mendengar pengakuan Rizal yang menggemparkan seperti letusan gunung berapi.


"Aku tidak tau tentang itu, Papa tidak mengatakan apapun saat aku bertanya hal itu," jawab Rizal.


"Maksud kamu apa Mas? Papa kamu tau gitu, aku anak nya Ayah Dohyun?"


"Iya, Papa tau."


"Bagaimana bisa? lalu apa motif Papa mendukung kita menikah lagi? apa kamu tau?"


Rizal menggeleng kepala." Aku tidak tau masalah itu."


"Baiklah aku maaf kan kamu Mas, karena kejujuran dan keberanian kamu mengungkapkan ini aku rasa kamu sudah siap menerima konsekuensi setelah aku tau, tapi kamu tetap saja berani berterus terang."


"Terima kasih sayang."


"Ya, tapi tidak dengan Papa mu, dia harus menerima balasan yang setimpal dari apa yang di perbuat. Ku harap kamu tidak membela atau membujuk ku nanti, karena sampai kapan pun aku tidak akan mau, Dan tidak sudih."


"Aku janji itu. Aku tidak akan membela dan membujuk mu, karena aku sadar Papa memang pantas mendapat itu karena Papa salah, apa yang di perbuat sudah sangat jahat."


"Baguslah kamu mengerti itu. Dan satu lagi biarkan semua seperti ini, jangan kamu katakan apapun pada Papa jahat mu itu kalau aku sudah mengetahui ini. Aku akan mengikuti permainan nya. Karena semua tidak bisa aku katakan pada polisi karena kita tak memiliki bukti apapun. Jadi biarkan aku kumpulkan bukti, dan juga sedikit memberi dia pelajaran, sebelum menerkam di penjara."


"Kamu serius Lan? ini sangat berbahaya, Papa orang yang jahat, aku ragu kamu bisa mengimbangi permainan nya," ucap Rizal. Dia khawatir Wulan yang akan celaka nanti.


"Jangan khawatir, aku tidak sendiri, kamu ada di sisi ku. Jadi aku akan aman, bukan seperti itu?"


"Iya, kamu memang benar. Aku akan selalu ada di sisi mu. Tidak akan aku biarkan siapa pun mencelakai mu, termaksud Papa ku sendiri." jawab Rizal.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


Hay semua untuk novel Di Balik Cadar ( IstriKu Orang Kedua ) akan up jam 10 pagi ya. Sekarang masih di review NT.


__ADS_2