Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 50: Ingin Rujak


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Pagi-pagi Wulan terbangun, entah kenapa hari ini ia sangat ingin makan rujak.


Wulan sendiri bingung dengan dirinya yang mendadak ingin makan yang asam-asam.


"Pagi-pagi seperti ini di mana aku mendapatkan rujak? oh Tuhan kenapa aku menginginkan rujak di pagi buta begini?" ucap Wulan kesal dengan dirinya sendiri yang menginginkan sesuatu yang aneh.


Mendadak terlintas di benak nya nama santi.


"Ahai, kenapa tidak aku minta tolong sama santi saja, pasti dia akan membantu ku," gumam Wulan meraih ponsel dan segera menghilang santi.


Setelah menghubungi dan melalui banyak ocehan penolakan dari santi akhirnya wanita di sebrang sana mengalah dan menuruti keinginan Wulan.


Dan Wulan sangat bahagia santi menuruti nya, ia sendiri bingung kenapa sampai menangis saat santi menolak mencari rujak untuk nya.


Wulan bangkit dari kasur kecil berukuran satu orang lalu menuju kamar mandi menggosok gigi.


"Hidup ku benar-benar kembali seperti awal tak memiliki siapapun di dunia ini." Wulan menghembuskan nafas kasar.


"Sudah seharusnya seperti ini bukan? sesuatu yang berasal dari bawah akan selalu kembali ke tempat asal nya dan sampai kapan pun itu tidak akan berada di atas karena itu hanyalah angan-angan yang tidak akan bisa terwujud oleh orang kalangan bawah," lanjut Wulan kini menyadari semua yang di nikmati selama ini hanya lah kesenangan sesaat sebelum kembali ke semula.


Wulan sudah selesai menggosok gigi, lalu ia duduk menunggu santi yang hingga sekarang belum juga datang.


Santi bekerja keras memerintah asisten rumah tangga nya membuat rujak seperti keinginan Wulan hanya ada mangga muda, dan kedondong muda harus pedas tidak boleh manis atau pas jika tidak ia akan kembali merengek seperti bayi.


Santi sedikit merasa aneh dengan permintaan sahabat nya ini tapi ia tetap menuruti permintaan Wulan.


Dan para art nya itu tidak berani bertanya banyak pada majikannya karena santi sangat cerewet, meski melakukan keinginan majikannya mereka penasaran siapa yang hamil? apa majikan nya, non santi?


"Bibi kapan selesai nya? masih lama ya?" tanya Santi cerewet.

__ADS_1


"Sedikit lagi Non," jawab artis nya.


"Sedikit lagi kapan? sejak tadi bibi terus berkata sedikit lagi dan sedikit lagi? lama-lama saya bisa jamuran tau," kesal Santi dengan jawaban art nya.


"Oh iya nanti kalau sudah selesai bungkus, saya siap-siap dulu," lanjut Santi lalu berjalan meninggalkan para art di dapur.


Tiba di kamar Santi segera ganti pakaian, ia juga membawa beberapa baju cadangan karena ia berencana menginap di kosan Wulan.


Setelah mengetahui kabar dari Wulan tadi jika sahabat nya itu tinggal di kosan membuat Santi menjadi semangat.


Dia sedikit merasa bosan di mansion karena orang tuanya sibuk melakukan perjalanan bisnis keluar kota hingga tidak memiliki waktu untuk nya.


Meski di beri fasilitas lengkap, Santi tidak bahagia, bahagia nya sebenarnya simpel yaitu kumpul bersama keluarga.


Keluarga adalah segala nya tidak lebih dari apapun. Sebab itu kadang dia selalu berpikir semua orang di dunia ini hanya selalu memikirkan harta-harta dan harta.


Apa menurut orang tua uang lebih penting dari anak, apakah kewajiban mereka hanya mengandung, melahirkan dan membesarkan tidak ada lagi yang lain? jika seperti itu pemikiran mereka itu adalah suatu hal yang salah, karena anak juga memerlukan kasih sayang dan waktu bersama dengan keluarga.


Santi yang sudah selesai bersiap-siap keluar dari kamar menemui art nya.


"Bibi, apa semua sudah jadi?" tanya Santi.


"Tidak ada yang hamil bibi jangan asal bicara teman saya single pacar saja belum ada, ya meski sudah ada di depan mata tapi belum di beri kepastian tetap saja single bukan?" kata Santi santai lalu menenteng paper bag berisi rujak tersebut.


Sebelum melangkah pergi meninggalkan para art. "Hari ini saya tidak akan pulang, tidak perlu menunggu atau memasak saya akan menginap di tempat teman saya," kata Santi lalu pergi begitu saja.


"Baik Non."


Wulan yang sudah menunggu Santi sejak tadi tidak melihat tanda kehadiran menjadi kesal.


Wanita itu mengira jika Santi tidak akan datang membawa keinginan nya, hingga ia menghubungi seseorang yang tidak menolak keinginan nya.


Dan betul saja seseorang di sebrang sana tidak menolak dan bahkan tidak mengoceh seperti yang di lakukan Santi pertama kali saat ia mengatakan.


Di sebrang sana pria itu langsung bangkit menuju kamar mandi membersihkan diri sebelum mencari sesuatu yang di minta Wulan.


Ini pertama kali nya Wulan meminta bantuan.

__ADS_1


Dan pria itu adalah Panji.


Meski masih binggung harus mencari rujak di mana sepagi ini ia akan berusaha mencari hingga ketemu.


Panji menyalahkan mesin mobil dan memutar mencari segala tempat yang ia tau, tapi nihil sepagi ini masih belum ada yang buka dan ternyata begitu sulit menemukan rujak di jam begini.


"Kenapa begitu sulit menemukan nya," ucap Panji pusing harus mencari kemana lagi perasaan sudah semua tempat ia cari tapi hasilnya tetap tidak.


Tidak ingin membuat Wulan kecewa, Panji memutuskan mengerahkan semua orang suruhan nya mencari rujak bagaimana pun cara nya.


20 menit menunggu dengan perasaan kesal, pintu kosannya di ketuk dari luar menandakan ada orang.


"Siapa sih? gak tau apa orang lagi kesal gak mood terima tamu," gerutu Wulan kesal tetap saja bangkit kepo ingin tau siapa yang datang.


Cekrek ....


"Santi cantik datang minggir aku mau masuk," dorong Santi tidak peduli dengan tuan rumah.


"Aku kira kau tidak akan datang, mana pesanan ku jangan bilang kau tidak membawa nya?" Memicingkan mata melihat kedatangan Santi dan tak membawa apapun.


Tak ada tentengan yang di bawa Santi selain tas selempang yang di kenakan, tidak mungkin rujak yang ia minta berada di tas sekecil itu.


Santi yang menyadari tatapan sahabat nya itu melempar kunci mobil nya.


"Di dalam mobil aku malas menenteng nya," ucap santai Santi, lalu menjatuhkan bokong di kasur Wulan.


"Oiya jangan lupa bawakan juga tas ku, aku akan menginap di sini beberapa hari," lanjut Santi membuat Wulan membelalakkan mata.


"Nginap? mau tidur di mana? lantai mau?" kata Wulan tidak habis pikir dengan Santi yang memiliki rumah mewah masih saja ingin nginap di kosan kecil.


"Di sinilah emangnya ada tempat lain lagi?" jawab Santi merebahkan diri di kasur meski tak empuk seperti kasur nya ia bisa maklumi nama nya juga kosan.


"Kasur ini hanya cukup satu orang, kalau mau tidur di lantai kalau gak ya silakan balik," putus Wulan tidak peduli di bilang tega bodoh amat.


"Hey ... kenapa kau jadi pelit seperti ini biasa nya selalu berbagi kenapa jadi pelit?"


"Terserah kalau tidak mau silakan balik," ucap Wulan lalu pergi meninggalkan Santi mengambil makan nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2