Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 75: Akan berkunjung


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Wulan masih bergeming menatap panji yang menatap menunggu jawaban nya.


Panji melihat itu mendekati wulan lebih dekat dan mengusap lembut kedua pipi wanita yang di cintai.


"Jangan ragu katakan saja aku terima apa pun jawaban mu," ucap Panji menyakinkan wulan jangan takut.


"Nji, apa aku harus menjawab sekarang?" tanya Wulan memberanikan diri meski sikap panji membuat nya sedikit tidak nyaman, dia berusaha menyamankan diri.


"Kenapa apa sekarang kamu belum siap, heum?" tanya Panji.


"Iya," jawab Wulan lalu menunduk kepala.


"Hey, tidak perlu merasa bersalah, aku tidak masalah, aku tidak ingin memaksa mu, aku hanya ingin kamu tau aku akan selalu mencintai," ujar Panji tak marah.


"Terimakasih, sudah mengerti ku," kata Wulan sedikit lega ternyata panji tak kecewa.


"Aku akan selalu mencoba mengerti kamu sekarang, dan kedepan nya."


"Sekarang duduk lah, aku akan memasak untuk mu," sambung Panji membawa wulan duduk di kursi.


Wulan duduk mengikuti arahan panji yang begitu baik dan lembut memperlakukan nya.


"Jangan bergerak tetap di situ, oke," perintah Panji.


"Iya, aku gak akan bergerak, emang nya apa yang bisa aku lakukan? aku gak pandai masak, gimana mau bantu kamu masak Nji? kamu ada-ada saja deh," jawab Wulan sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Ya sudah gapapa aku yang akan memasak untuk mu nanti, kamu cukup terima beres tidak perlu susah payah," balas Panji sambil mengelus rambut wulan lalu berjalan pergi.


"Enggak deh, masa kamu yang harus melayani ku seharusnya itu aku bukan kamu."


"Kamu serius ingin melayani ku?" tanya Panji cepat berbalik dan kembali berjalan mendekati wulan yang lagi duduk.


"Mak-sud ku ta-di ha-"


"Sudah tidak perlu di lanjutkan lagi. Jika kamu benar ingin melayani ku, kamu cukup membuka hati ini untuk ku masuk," ucap Panji cepat memotong perkataan Wulan dan satu tangan nya menunjuk hati wanita tersebut.


"Iya," balas Wulan yang binggung harus mengatakan apa.


"Iya kamu terima aku?" tanya Panji dengan wajah bahagia.


Glek....


Wulan terdiam bagaimana sekarang, kenapa panji kembali membahas hal ini, tadi dia sudah lega tapi sekarang harus kembali merasa tegang dengan pertanyaan yang sama di berikan panji.


Wulan bertanya-tanya pada dirinya apa sebegitu penting jawaban nya, hingga berkali-kali bertanya hal yang sama.


"Kenapa gak jadian saja sama dito saja? bukan nya kalian sama-sama jomblo?" kata Panji menoleh pada Santi.


"Idih sorry gak mau, dito bukan selera saya, dito cocok jadi sahabat sama kayak kamu dan wulan, jadi stop menjodohkan kita karena sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi," balas Santi menolak keras memang tak memiliki perasaan apapun pada dito.


"Hmmm, gitu terus selera kamu kayak apa?"


"Selera ku gak susah kok, gampang dan juga simpel, cukup pria itu baik seperti kamu yang perhatian dan tampan nya juga harus seperti pak rizal, itu saja gak ribet," jawab Santi santai.


"Sempurna cukup bagus selera mu," kata Panji lalu mengangguk kecil kepala nya.


"Jelas dong nama nya juga santi pasti selera nya sempurna," ucap Santi membanggakan diri tersenyum bahagia.


Di mansion Mama alma, Risma mendapat kabar dari orang suruh suami nya mas David, jika wanita penggoda tersebut sering ke hotel entah apa yang di lakukan mereka tidak tau karena hanya itu informasi yang dapat mereka temukan.

__ADS_1


Dan dari sisi lain orang suruhan nya sendiri mengatakan saat ini tuan rizal kakak nya sedang marah besar pada lestari.


Risma mendapat informasi dari orang suruhan nya yang memantau keadaan mansion kakak nya seketika mengukir senyum ceria di wajah nya.


"Seperti nya kedok penggoda itu sudah di ketahui kakak, rasa kan amarah kakak ku, makanya jangan melakukan kesalahan jika tidak ingin menderita, besok aku harus berkunjung melihat situasi di sana seperti nya sedikit menarik," gumam Risma tidak sabar menunggu besok.


"Risma kamu kenapa? kok senyum gitu? coba cerita sama Mama pasti ada yang seru bukan, gak mungkin senyum tanpa alasan kan?" tebak Mama Alma serius menatap putri nya itu.


"Ih, Mama kepo deh, tapi tebakan Mama benar sih ada yang seru makanya aku tersenyum seperti ini," jawab Risma sambil tersenyum penuh arti.


"Jangan membuat Mama semakin penasaran cepat cerita kan sebenarnya apa yang terjadi, apa ini ada kaitan nya dengan orang suruhan yang kamu minta selidiki wanita penggoda itu?"


"Yes, tebakan Mama sangat tepat. Mama mau tau kabar apa yang mereka berikan padaku tadi?"


"Jelas Mama mau tau dong, ngapain Mama bicara panjang lebar kalau tidak ingin tau."


"Hehehe, siapa tau saja gak mau, hanya ingin tebak-tebak doang," ucap Risma santai Dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang Mama.


"Iya, iya, aku cerita kan sekarang," sambung Risma tidak ingin Mama nya marah.


"Cepat cerita kan," perintah Mama menatap serius sudah memasang kuping untuk mendengar cerita dari sang anak.


Risma mulai menceritakan semua secara detail informasi yang di dapat dari orang suruhan tanpa ada yang langgar.


Mama mendengar itu sedikit kaget, namun kemudian wajah Mama alma berubah sedikit ceria.


"Mama pasti senang bukan? besok aku juga akan datang berkunjung ke mansion kakak, dan aku juga sudah memikirkan hal apa yang ingin aku lakukan di sana," kata Risma dengan senyum penuh misterius.


"Mama akan mendukung mu, berikan wanita penggoda itu pelajaran agar dia kapok menjadi duri dalam rumah tangga kakak mu dan juga orang lain. Biar bagaimana juga kakak mu adalah anak Mama, sebesar apapun rasa kecewa dan marah Mama pada kakak mu, dia akan tetap menjadi anak Mama," ujar Mama Alma tidak bisa membohongi perasaan nya lagi bagaimana juga dia seorang ibu yang sudah mengandung dan melahirkan rizal.


"Aku tau itu, karena sekarang aku juga seorang ibu Ma, tidak ada seorang ibu yang bisa membenci anak nya sendiri, mungkin mulut bisa berkata kasar tidak menginginkan, tapi hati mana ada yang tau. Dan sekarang itu yang sedang Mama rasa kan," kata Risma bijak dapat merasakan perasaan Mama Alma.


"Mama berdoa kakak bodoh mu itu cepat sadar dari kesalahan nya, Mama tidak ingin kakak mu menyesal lebih dalam lagi, karena jika hal itu sampai terjadi, Mama tidak tau apa yang akan terjadi sama kakak mu," ungkap Mama Alma dapat merasakan penyesalan yang begitu besar yang akan di rasa kan rizal.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2