
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Risma sudah rapi, sekarang tinggal berangkat ke mansion kakak nya. Namun sebelum berangkat Papa yusuf menghalangi dengan mencecar beberapa pertanyaan seperti sedang mencurigai nya.
"Astaga, Papa emang nya kenapa kalau aku mengunjungi kak rizal? aku adik nya, lagian tumben Papa bertanya seperti ini?" tanya balik Risma yang kini balik curiga dengan papa nya.
"Kenapa sekarang kamu yang balik mencurigai Papa?"
"Maaf, habis nya Papa mendadak gelagat nya mencurigakan, lagian kenapa sih Pa kalau benar aku ingin hubungan kak rizal dan kakak ipar baikan, emang salah? enggak kan? kenapa Papa jadi tidak suka dengan kak ipar wulan sekarang? bukan nya dulu Papa biasa-biasa saja dan menerima pernikahan kak rizal, lalu kenapa mendadak berubah begini?" cecar Risma penasaran sudah sejak dulu dia ingin bertanya hal ini tapi tidak pernah ada kesempatan Papa nya selalu sibuk.
"Karena Papa mengira dulu wulan bisa memberi keturunan untuk rizal, tapi setelah satu tahun menikah tidak ada perkembangan baru Papa sadar kalau keputusan Papa salah, seharusnya Papa tidak menikah kan kakak mu dengan perempuan sial itu," ujar Papa sedikit meninggi kan suara menatap serius risma.
Risma melihat kedua bola Papa tersirat api dendam begitu besar tidak menyukai wulan semakin penasaran, tidak mungkin hanya hal itu.
Dan Risma kembali memancing dengan berandai-andai wulan bisa hamil bagaimana tanggapan nanti, apa akan sama tidak menyukai atau sebalik nya.
"Jika itu alasan Papa, bagaimana jika kak wulan bisa hamil? apa Papa akan bisa kembali menerima dan bersikap baik seperti awal pernikahan kak rizal?" tanya Risma dengan serius, dalam hati nya sudah deg-degan tidak sabar mendengar jawaban papa nya.
"Hal itu mustahil, jangan berharap sesuatu yang tidak akan pernah terjadi, dia wanita sial, wanita pembawa petaka."
"Kenapa Papa berkata seperti itu? apa salah kakak ipar? aku makin kesini makin curiga sama Papa," ujar Risma merasa aneh dengan rasa benci Papa yang amat besar pada wulan, tanpa di sadari nada suara nya kali ini lebih tinggi dari awal.
"Risma!" teriak Papa marah lalu menampar putri nya.
Plak...
__ADS_1
"Papa tidak pernah mengajarkan mu berkata lebih keras dari orang yang tua dari mu, ini lah hal yang Papa takut kan jika kamu berdekatan sama perempuan sial itu, sekarang belum apa-apa kamu sudah melawan Papa bagaimana kedepan nya? mau jadi apa kamu? hah!" Marah Papa Yusuf menggebu-gebu semakin tidak menyukai wulan membawa pengaruh buruk untuk keluarga nya.
Risma menatap Papa tidak percaya, ini kali pertama tangan Papa menampar nya.
Dan saat itu bertepatan dengan Mama Alma yang datang dan melihat tindakan suaminya pada risma.
Mama Alma sedikit shock tidak menyangka, tangan sang suami yang selalu di gunakan untuk membelai memberi kasih sayang pada anak-anak nya kini di gunakan untuk menampar juga.
"Papa jahat! papa jahat!" teriak Risma kecewa lalu berlari pergi.
"Pa, apa yang kamu lakukan, kenapa menampar risma? tidak seperti biasa kamu bersikap begini apa ada perkataan risma yang menyungging mu?" tanya Mama sedikit kecewa sama suaminya itu, tapi dia tidak bisa asal menghakimi begitu saja, karena tak melihat semua kejadian full nya.
"Semua ini karena Mama terlalu membela perempuan sial itu, lihat sekarang risma jadi pembangkang dia berani meninggikan suara dan mencurigai papa kandung nya sendiri, apa itu pantas di lakukan anak pada orang tua?" tanya Papa Yusuf menyalahkan sang istri.
"Kok Papa malah salahin Mama? emang nya apa salah Mama belain wulan? memang wulan gak lakuin kesalahan tapi anak kita, seharusnya Papa dukung Mama bukan malah nyalahin Mama kayak gini," protes Mama Alma tidak terima.
"Sudah, Papa malas ribut sama Mama tidak akan ada habis nya, mending Papa ke kantor urus kerjaan dari pada ladeni Mama yang selalu dan selalu membela perempuan sial itu," kata Papa Yusuf lalu beranjak pergi begitu saja.
"Kamu kenapa sih Pa? kenapa jadi seperti ini? Mama jadi kasihan melihat papa yang sekarang benar-benar berubah tidak seperti Papa yang dulu penyayang, perhatian, dan lembut tidak pernah berkata kasar atau bersikap kasar pada anak-anak," gumam Mama Alma sedih melihat perubahan suami nya yang selalu sensitive jika sudah menyangkut nama wulan.
Tok ... Tok ... Tok ....
"Risma ini Mama buka pintu nya sayang," ucap Mama Alma.
Cekrek....
"Mama," tangis Risma langsung masuk ke dalam pelukan Mama nya.
"Sayang tenang lah jangan menangis seperti ini, Mama tau perasaan kamu saat ini pasti sangat kecewa dan marah pada Papa, sama dengan Mama," ucap Mama Alma lembut mengusap lembut kepala putri nya, menenangkan agar tidak berlarut dalam tangisan.
"Aku mau nya gitu Ma," sahut Risma lalu melonggarkan pelukan itu.
__ADS_1
"Iya Mama tau, sekarang mending kamu siap-siap lagi gih, tadi kata nya mau berkunjung ke rumah kak rizal masa gak jadi karena masalah ini? ingat tujuan kamu kesana, mungkin dengan cara ini perlahan akan membuat Papa sadar akan pandang nya terhadap wulan jika kak rizal mengakui kesalahan yang di perbuat," ujar Mama Alma menyemangati risma untuk bangkit tidak menyerah dengan keadaan yang tidak baik.
"Mama benar, aku harus semangat biarkan saja Papa mau berpikir apa tentang ku," ucap Risma kembali semangat.
"Nah begitu dong, kita harus buktikan sama Papa jika tuduhan nya itu salah, Mama tidak tega kalau wulan harus menerima semua ini sudah cukup penderitaan yang di berikan kakak mu, sekarang jangan lagi."
"Mama benar, ya sudah sekarang aku akan siap-siap dan langsung berangkat," bangkit Risma sudah kembali semangat tidak lagi sedih.
Beberapa menit kemudian, Risma sudah kembali dengan keadaan rapi dan tentu dengan wajah lebih fresh.
Risma segera berpamitan pada Mama dan pergi.
"Pa, nanti kita singgah ke cafe bentar ya," kata Risma memerintah sopir nya.
"Baik Non."
Setiba di kafe, Risma langsung turun dan masuk ke dalam memesan beberapa makanan.
Setelah semua sudah beres makanan sudah tiba dan berada di tangan nya risma langsung pergi meninggalkan cafe, dan kembali masuk ke dalam mobil.
"Ayo pak jalan kita langsung ke alamat mansion kak rizal," perintah Risma saat tiba mendaratkan bokong di kursi penumpang.
"Siap Non."
Tak lama kemudian, mobil Risma masuk ke pekarangan mansion kakak nya.
Risma keluar sambil menenteng barang bawaan nya, saat mobil sudah terparkir rapi di depan halaman.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1