Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 43: Memasak untuk Wulan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Setelah melalui malam panjang khusus nya untuk Rizal, karena pria itu yang paling bersemangat dan bertenaga tidak henti menggempur Wulan meski keadaan wanita tersebut terpapar tak berdaya.


Malam panjang berbalut olahraga ranjang panas berakhir pukul 04:00 pagi dan Rizal sudah melakukan banyak ronde dan juga banyak gaya.


Dia begitu yakin akan berhasil karena bibit nya sangat unggul mengingat satu semburan saja sudah jadi kenapa sekarang yang sudah berkali-kali tidak jadi.


Wulan yang terusik karena silaunya sinar matahari menjadi terbangun, bangkit nya dari kasur ranjang begitu susah tubuh nya terasa remuk seperti ketiban beras 1000 kg.


"Apa yang terjadi dengan ku kenapa tubuh ku terasa sakit semua? kenapa kepala ku terasa pusing begini?" gumam Wulan memijat kepala nya.


Wulan masih belum sadar tentang semalam.


Mata nya menangkap sesuatu di bawah lantai.


Dan seketika Wulan terkejut melihat tubuh nya polos tanpa sehelai benang begitu pun dengan Rizal.


"Apa sebenarnya yang terjadi kenapa aku tidak bisa mengingat nya? apa yang dia perbuat padaku hingga rasanya tubuh ku ini remuk seperti di timpa beras berton-ton," gumam Wulan meraih selimut menutup tubuh nya masih dengan menatap Rizal penuh tanya.


Wulan berniat bangun untuk menghindari Rizal, namun sebelum hal itu terjadi tangan kekar Rizal menarik pinggang Wulan hingga kembali berbaring di samping nya.


"Tetaplah di sini," ucap Rizal dengan suara serak.


"Mas, aku ingin bersih-bersih," protes Wulan bingung sejak kapan Rizal menjadi manja seperti ini.


Bukan melepaskan Wulan, Rizal semakin mengeratkan pelukan nya tanpa mempedulikan ocehan wanita itu.


"Mas, lepasin," ucap Wulan lagi mulai kesal.


"Sayang, biarkan lima menit lagi aku masih ngantuk," jujur Rizal baru juga 3 jam tidur sudah di nganggu.


"Kok bisa emangnya Mas tidur jam berapa?"


"Jam 4 pagi biarkan lima menit lagi seperti ini."

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan hingga tidur sepagi itu? apa tidur nya ini ada kaitan dengan yang ku alami sekarang?" batin Wulan entah kenapa merasa ada keterkaitannya.


Wulan tak lagi bertanya dan membiarkan Rizal memeluk nya lagian hanya 5 menit tak lebih.


Lima menit sudah berlalu dan Rizal belum juga berpindah dari posisi nya.


"Mas ini sudah lebih dari lima menit," kata Wulan.


"Baiklah." Dengan sangat berat Rizal bangkit tapi tidak melepaskan pelukan pada Wulan.


"Kenapa tangan mu masih di sini lepaskan aku ingin bersih-bersih," binggung Wulan dengan tingkah Rizal hari ini benar-benar membuat otaknya tak bisa berpikir jernih.


"Kamu ingin mandi bukan?" tanya Rizal.


"Iya, kenapa?"


"Kita mandi berdua," ucap santai Rizal tanpa persetujuan Wulan menggendong membawa ke dalam kamar mandi.


"Turunkan aku Mas, aku ingin mandi sendiri," berontak Wulan memukul dada bidang Rizal.


"Sayang jangan banyak bergerak aku tidak ingin kamu jatuh nanti," ujar Rizal jika Wulan terus berontak kemungkinan besar wanita itu akan mencium lantai.


Dan seketika Wulan terdiam tak lagi berontak sekarang badannya sudah remuk dan akan menjadi lebih remuk jika benar itu terjadi.


Wulan tak menjawab rasa kesal nya kini sudah bertambah dan muak dengan sikap Rizal menjadi-jadi.


Dia berpikir harus segera mengakhiri semua sandiwara nya, dia tidak ingin ini terus berlanjut karena itu akan membuat Rizal mengambil kesempatan.


"Aku harus segera mengakhiri ini bagaimana pun cara nya," batin Wulan.


Rizal mengisi air di bathtub setelah penuh ia dan rizal berendam.


"Kamu pasti bingung dengan perubahan ku sekarang? ini belum seberapa aku akan membuat lebih bingung sayang," batin Rizal menatap wajah Wulan.


Wulan berendam sambil memejamkan mata, rasanya lebih enak seperti ini.


"Setelah ini aku harus pergi menyelidiki pembunuh itu, tapi alasan apa yang harus ku berikan pada nya, tidak mungkin berterus terang semua akan terbongkar jika begitu," batin Wulan berpikir keras mencari cara.


Keduanya menghabiskan waktu di kamar mandi selama dua jam karena Rizal kembali memaksa kehendaknya melakukan ritual.


Setelah memakai pakaian Rizal mengajak Wulan ke dapur hari ini ia akan memasak dan mungkin untuk seterusnya.

__ADS_1


Wulan duduk di kursi menatap kagum kemampuan Rizal dalam memasak, ia tak menyangka Rizal begitu pandai dan gesit dalam menggunakan alat-alat tersebut.


Dia engan untuk membantu karena itu hanya akan merusak hasil karya orang tersebut.


"Ke samber apa pria ini? kenapa mendadak baik dan perubahannya juga berbeda dari kemarin?" batin Wulan bingung bertanya-tanya.


Rizal memasak sup brokoli kuah bening karena kemarin ia sempat browser mencari.


Brokoli dipercaya mampu membantu agar cepat hamil. Hal ini lantaran brokoli mengandung asam folat, zat besi, serta nutrisi penting lainnya yang dapat membantu mempercepat kehamilan.


Tak hanya itu, terdapat kandungan vitamin C yang dibutuhkan oleh ovarium untuk pematangan sel telur serta proses ovulasi.


setengah jam bertempur dengan alat dan bahan masakan akhirnya selesai.


Rizal menyajikan di meja makan dan Wulan hanya melihat tanpa menyentuh mangkuk tersebut.


Pria itu belum mengetahui jika Wulan tidak menyukai sayuran, bagi nya sayuran itu tak enak ia lebih menyukai daging.


"Makan lah aku membuat nya khusus untuk mu," ungkap Rizal tanpa mengatakan jika itu bagus untuk rahim nya agar cepat hamil.


"Aku tidak ingin makan," tolak Wulan menggeser mangkuk tersebut.


"Kenapa? aku memasak susah payah untuk mu Wulan kenapa tidak kamu makan?" tanya Rizal sedikit kecewa karena Wulan tak menghargai masakan nya.


Rizal tak pernah menunjukkan bakat nya pada siapapun selain pada Wulan, dan ini kali pertama ia memasak untuk wanita dan wanita itu adalah Wulan.


"Aku tetap tidak ingin makan Mas jangan memaksa ku please mengerti lah aku tidak suka di paksa," jawab Wulan menolak keras.


"Wulan bisa kah kamu menghargai masakan ku? ini kali pertama aku memasak untuk perempuan dan itu adalah kamu, tau kah kamu aku tidak pernah memberitahu atau menunjukkan pada siapapun kemampuan ku ini," ungkap Rizal rasa kecewa nya kini bertambah.


"Apa aku tidak salah dengar ini? pertama kali dan hanya untuk ku? kenapa rasanya sulit untuk di percaya pria berwujud Iblis ini," batin Wulan ragu.


"Kenapa, kamu masih belum percaya? apa karena aku sering menyakiti mu? makanya sangat sulit untuk kamu percaya padaku?" tanya Rizal menatap Wulan yang terdiam tanpa berkata-kata.


Wulan benar-benar bingung harus berkata apa, mulut nya seketika menjadi kaku, mata nya tak berani menatap Rizal.


Tatapan Rizal begitu menakutkan seperti macan lapar yang mencari mangsa untuk di terkam.


"Oh Tuhan kenapa dia menjadi menakutkan seperti ini?" batin Wulan merinding.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2