Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 86: Kenapa bisa ada air?


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


β€’


β€’


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Rizal membawa wulan untuk duduk di sofa, dan dia mengambil cemilan karena tau wulan sangat menyukai cemilan apalagi jika cemilan itu berbaur coklat.


"Duduk lah, aku akan segera kembali," ucap Rizal lembut.


Ponsel rizal mendadak berdering, dan wulan yang mengira jika ponsel nya yang berdering segera melihat.


Dan wulan kini baru sadar setelah mengamati jika ponsel yang berada di genggaman nya bukan ponsel nya.


Rizal yang baru datang dengan tangan membawa beberapa cemilan dan minuman, menatap wulan dengan mengerut kening.


"Kenapa?" tanya Rizal seraya duduk di sebelah wulan.


"Ponsel mu bunyi Mas," jawab Wulan seraya menyodorkan ponsel pada pemilik nya.


"Siapa?" tanya Rizal yang belum menerima sebab masih membuka cemilan.


"Nina, Nih angkat aku gak mau di kata perusak hubungan orang," jawab Wulan entah kenapa melihat nama yang tertera di layar adalah nama perempuan membuat nya tidak suka.


Wulan sendiri binggung dengan perasaan nya, sebenarnya kenapa? padahal dia tak mencintai Rizal, lalu kenapa ada perasaan tidak suka hanya dengan melihat nama perempuan yang menghubungi Rizal.


Melihat nada dan wajah wulan seperti tidak suka tepat nya sedang cemburu, membuat Rizal tersenyum.


"Angkat saja dan speaker, aku dan nina tidak ada hubungan apa-apa," kata Rizal tidak ingin wulan lebih salah paham padanya.


"Tidak," tolak Wulan.


"Yah sudah kalau tidak mau angkat biarkan saja seperti itu bereskan," balas Rizal santai tidak peduli.


Wulan mendengar jawaban santai dari Rizal binggung, kenapa pria tersebut tidak berpikir jika wanita yang bernama nina menghubungi ingin menyampaikan hal penting, apa dia tidak berpikir ke arah situ.


"Mas, jangan seperti itu, bagaimana jika ada hal penting yang di ingin di sampai kan," ucap Wulan.


"Kalau begitu gampang tinggal kamu angkat dan speaker saja, kita dengar sama-sama apa yang di katakan," balas Rizal lalu menyodorkan cemilan yang di buka pada wulan agar ikut ngemil bersama nya.

__ADS_1


Huft....


Wulan menghembus nafas kasar.


"Oke aku angkat," turut Wulan lagian dia sedikit penasaran perempuan bernama nina itu siapa.


πŸ“ž:"Assalamualaikum Pak," Salam perempuan di sebrang sana dengan suara lembut.


Wulan mendengar salam lembut seorang di sebrang sana, menyampingkan wajah enggan melihat rizal, entah kenapa lagi dan lagi perasaan nya aneh dan ini bukan pertama tapi sudah berkali-kali.


Tangan Rizal merangkul pinggang wulan dengan erat dia tidak ingin wanita nya cemburu.


"Jangan cemburu sayang, aku benar-benar tidak ada hubungan dengan nya, percaya lah aku hanya mencintai mu," bisik Rizal.


"Tidak usah geer, aku tidak cemburu," bantah Wulan.


"Tapi tuh muka kenapa kesal begitu?"


"Mana ada, mata kamu aja yang salah lihat nya."


"Masa sih, tapi aku lihat jelas loh ini," kata Rizal mendekati wajah Wulan melihat lebih dekat.


Kedua melupakan jika panggilan saat ini masih terhubung belum di matikan.


Wulan mendadak deg-degan, bola mata kedua saling beradu melepaskan rasa rindu yang amat besar.


Rizal tidak bisa membohongi hati nya lagi, jika dia sangat merindukan wulan, melihat wajah wanita yang di cintai secara dekat membuat jantung nya berdebar-debar.


"Aku merindukan mu sayang, aku tidak ingin kamu pergi lagi, bisakah kita mulai semua dari awal lagi? aku janji tidak akan mengecewakan mu, aku sangat mencintai mu melebihi diriku, percaya lah semua yang keluar dari mulut ku ini bukan kebohongan, tapi kebenaran perasaan yang ku rasakan padamu," ungkap Rizal jujur menempelkan hidungnya di hidung wulan.


Entah kenapa mulut wulan terasa kaku, otak nya masih belum bisa berpikir dengan baik selain menatap kedua bola mata rizal.


"Beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua, aku janji akan membahagiakan mu," lanjut Rizal.


Tak mendapat balasan dari wulan, Rizal memberanikan diri mendaratkan bibir nya pada bibir wulan.


Rizal mel**at bibir wulan dengan lembut, bibir yang di rindukan dari wanita nya, wulan tak memberi penolakan hingga rizal kembali melakukan lebih dalam lagi.


Cukup lama bibir nya meny**ap isi rongga dari wanita nya itu, kini bibir nya sudah berpindah ke leher.


Seorang wanita yang masih diam mendengar suara aneh dari sebrang sana menjadi merinding tapi juga penasaran.

__ADS_1


Dan betapa terkejut nya saat wanita di sebrang sana mendengar suara ******* seorang wanita.


Wulan selalu dan selalu tidak bisa menahan suara nya jika sudah merasa aneh yang menjalar di tubuh.


Seketika itu dia tersadar dengan apa yang terjadi tapi, aneh tubuh nya seakan tidak bisa menolak sentuhan pria tersebut.


Rizal senang wulan menikmati sentuhan nya, tanpa memberi penolakan.


"Terimakasih sudah menerima ku, aku tidak akan menyiakan kesempatan ini," ucap pelan rizal.


Lagi dan lagi wanita di sebrang sana menggeleng kepala tapi masih juga enggan mematikan panggilan.


Tangan wulan masih setia memengang ponsel rizal, dia pun sama dengan rizal tidak mengingat panggilan yang masih terhubung saking menikmati suasana.


Rizal sudah memikirkan semua sebelum bertemu wulan, jika suatu saat takdir mempertemukan mereka kembali dia akan segera menikahi wulan, tanpa memberitahu keluarga nya, karena dia sangat yakin papa akan menentang kuat hubungan nya dengan wulan.


Rizal perlahan meniduri tubuh wulan di sofa, dan bibir nya masih menempel di bibir wulan.


Semua perlakukan Rizal di sadari wulan, tapi tubuh nya seperti terhipnotis membiarkan. Menolak rasakan berat dan wulan sendiri binggung, tapi satu hal yang kini di pikir kan apa perkataan santi saat itu benar jika dia memang ada rasa sama rizal, hingga sentuhan rizal saja sulit untuk nya menolak, bahkan tubuh nya begitu menikmati.


Tangan rizal perlahan membuka kancing baju wulan, satu persatu di buka hingga kini baju yang di kenakan terlepas dari tubuh.


Rizal membuang baju itu asal, melihat tubuh mulus bersih masih sama seperti awal mendadak gairah nya menjadi meningkat.


Susah payah dia menelan saliva, mata nya kini jatuh pada pay**ara wanita yang berada di bawah tubuh nya.


Wulan melihat tatapan lapar Rizal pada gunung kembar nya menjadi salah tingkah.


Rizal meng**ap pay**ara wulan dan dia merasa aneh saat ada sesuatu yang mengalir masuk ke dalam mulut nya.


Pria itu melepaskan pangutan nya lalu menatap lekat wulan bertanya sebenarnya ada apa, kenapa mendadak pay**ara wanita nya ini mengeluarkan air yang tak ada rasa.


"Sayang, kenapa pay**ara mu mengeluarkan air hambar yang tak ada rasa? apa ada yang salah? apa kamu sakit?" tanya Rizal polos binggung.


Di sebrang sana perempuan yang mendengar jelas pertanyaan bodoh rekan kerja nya itu tak bisa menahan tawa nya lagi, hingga akhir tertawa terbahak-bahak.


πŸ“ž:"Hahahahha ... hahahaha, Pak Rizal ada apa dengan bapak, kenapa begitu bodoh? oiya Pak lain kali jika ingin olahraga ranjang ada baik nya matikan dulu sambungan telpon agar saya tidak merasa hawa panas dingin yang bapak lakukan. Satu lagi sebelum saya mematikan telpon saya ingin menjawab pertanyaan bodoh bapak, pay**ara istri bapak bisa mengeluarkan air tepat itu adalah asi karena saat ini istri bapak sedang menyusui anak bapak," jelas perempuan di sebrang telpon bernama nina, dia adalah partner kerja Rizal.


Tut ... tut ... tut ....


Panggilan terputus di matikan sepihak dari sebrang sana.

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2