
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Wulan menikmati rujak dengan nikmat, dan Santi melihat Wulan makan dengan lahap jadi ingin mencoba seenak apa rujak buatan art nya hingga Wulan begitu lahap tak mempedulikan nya.
"Apa begitu lezat ya?" tanya Santi ingin mencoba dan saat tangan ingin menyentuh buah itu, Wulan mengetuk dengan sendok.
"Siapa yang mengizinkan mu mengambil rujak ku?" kata Wulan menjauh rujak nya dari Santi.
"Kau ini pelit sekali aku hanya ingin mencoba satu," jawab Santi kesal.
"No, jika kau ingin sana beli jangan mengambil milik ku," ketus Wulan tetap tak ingin berbagi.
"Dasar pelit, aku baru tau selain wajah mu datar kau juga pelit,"
"Biarin," ucap Wulan bodoh amat dan bangkit berpindah duduk sedikit jauh dari Santi takut rujak nya di ambil.
Santi yang sebal dengan sikap Wulan yang pelit menjadi kesal.
Dia tidak menyangka sahabatnya ini ternyata bisa pelit juga, selama mengenal Wulan, wanita itu selalu berbagi sekecil apapun yang di miliki tapi kali ini berbeda pelit sampai ke akar-akar.
Santi tidak tau harus berkata apa? rasanya Wulan yang sekarang sedikit berubah entah sejak kapan ia tak tau itu.
Tak lama kemudian pintu kosan kembali di ketuk dari luar.
"Lan, kamu ajak siapa ke sini?" tanya Santi mendengar ketukan pintu, tapi kedua nya masih duduk tidak berniat untuk bangun melihat.
"Tidak perasaan hanya kamu itu pun sudah aku lupa tadi," jawab Wulan santai kembali mengunyah tidak peduli dengan ketukan pintu.
Santi yang merasa terganggu dengan ketukan pintu akhirnya bangkit untuk melihat siapa orang tidak punya pekerjaan itu sepagi ini asal nyelonong ketuk saja, bagaimana jika tuan nya masih tidur? apa itu tidak nama nya menganggu.
Dia tidak habis pikir Wulan masih bisa makan dengan nikmat mendengar ketukan makin kesini makin kencang.
"Sumpah Lan, loh makin kesini bikin kesal tau, kenapa berubah drastis seperti ini sih?" ucap Santi yang tidak di tanggap Wulan sama sekali.
__ADS_1
Wulan belum puas makan rujak, rujak buatan art Santi begitu lezat pedas nya dapat membuat ia ingin tambah.
"Santi nambah," ucap Wulan santai meletakkan kotak makan itu ke lantai.
"Nambah apa?" tanya Santi tidak paham nambah apa yang di maksud Wulan.
"Rujak."
"Sudah habis?" tanya Santi berhenti tidak jadi membuka pintu dan berbalik menatap Wulan tidak percaya rujak sebanyak itu di habis kan Wulan sendiri tanpa ia cicipi sedikit.
"Iya, kalau tidak mana mungkin minta nambah lo gimana sih," sewot Wulan sedikit kesal.
"Lo sakit ya Lan?" tanya Santi mendadak melihat sahabat ini berbeda.
Sejak tadi mood Wulan berubah-ubah tadi baik, mendadak kesal, marah dan semua itu membuat Santi bingung dan cemas.
"Gak usah alihkan pembicaraan deh, aku mau nambah cepat belikan lagi," rezeki Wulan.
Hal itu seketika membuat Santi mengerutkan kening, apalagi ini? perasaan tadi wanita tersebut marah kenapa mendadak berubah.
"Astaga sebenarnya apa yang terjadi dengan Wulan? kenapa aku merasa ada yang aneh hormon nya naik turun seperti ibu hamil saja," batin Santi tanpa sadar.
Santi pernah browsing di google tentang ibu hamil dan masih ada lintasan bacaan yang terekam di otak nya hingga ia sedikit paham gejala ibu hamil dan sekarang gejala itu sama persis dengan yang di alami Wulan.
"Oh Tuhan, bagaimana ini? siapa ayah dari anak Wulan? apa panji? tapi kapan mereka melakukan nya?" batin Santi.
Tok ... tok ... tok ....
Ketukan pintu terus berbunyi hingga Santi memutuskan untuk membuka melihat siapa kah orang itu, baru kembali memikirkan.
Ceklek ....
"Panji," kaget Santi ternyata orang yang sejak tadi mengetuk pintu adalah panji sahabat mereka.
"Lo di sini juga San?" tanya Panji tidak terlalu menampakkan wajah kaget nya seperti santi melihat kehadiran nya.
"Iya, lo ngapain di sini? apa ada urusan?" tanya Santi kepo.
Otaknya sudah traveling memikirkan yang buruk-buruk mengenai kondisi wulan saat ini.
__ADS_1
"Apa panji ayah dari anak yang di kandung wulan? amazing hubungan mereka ternyata sudah sejauh ini aku jadi iri kapan ada pria seperti panji mengajak serius? kata orang permainan ranjang itu menyenangkan dan sehat apa itu benar? oh tidak kenapa pikiran ku jadi kotor begini sih." Santi menggeleng kepala merasa bodoh memikirkan hal menjijikkan yang tidak seharusnya ia pikirkan sekarang, pacar saja tidak punya malah pikir yang tidak-tidak.
Jika ketahuan sama orang tua nya bisa end dia saat itu.
Meski orang tua nya sangat sibuk tidak memiliki waktu 24 jam untuk nya, papa mama nya sudah menempatkan pengawal di sekeliling nya dan santi mengetahui itu.
"Saya kesini ingin mengantar rujak pesanan Wulan," jawab Panji.
Wulan mendengar kata rujak langsung bangkit dan meraih rujak tersebut dari tangan Panji.
"Makasih Panji sejak tadi aku menginginkan rujak tapi santi tak memberi itu padaku, ayo masuk." Ajak Wulan mempersilahkan panji untuk masuk.
Dan ketiga nya duduk di lantai tanpa alas, kosan Wulan tidak banyak perabotan karena belum sempat beli, ia juga baru pindah semalam.
"Lan kamu belum mengisi perabotan kosan?" tanya panji yang melihat kosan mungil wulan hanya ada kamar tidur dan kamar mandi di belakang.
"Aku belum sempat pindahan juga dadakan," jawab Wulan.
"Emangnya kenapa kamu pindah? kosan ini terlalu kecil, apa kamu nyaman?" Panji ragu dan tidak tega melihat wanita yang di cinta tinggal di tempat seperti ini.
"Kalau boleh jujur sebenarnya sih aku tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi aku harus menerima semua ini" jawab Wulan.
"Ya sudah kalau begitu kamu tinggal saja di apartemen ku di sana ada dua kamar kamu bisa pakai kamar itu," tawar Panji serius.
"Tidak perlu aku tidak ingin merepotkan mu, lagian aku tidak masalah tinggal di sini nanti juga terbiasa jadi jangan khawatir," balas Wulan menyakinkan Panji.
Santi yang diam menyimak obrolan mereka menjadi bingung, karena semua obrolan kedua orang tersebut tidak ada yang mengarah pada dugaan nya lalu apa yang terjadi pada Wulan?
"Sudah hentikan obrolan kalian ada yang ingin aku tanyakan serius aku harap kalian berdua menjawab ini dengan jujur tidak boleh bohong," kata Santi dengan wajah serius nya tidak sedang bercanda.
Panji dan Wulan melihat wajah serius Santi menjadi penasaran.
Wulan tak selera makan sekarang semua mendadak hilang melihat wajah serius Santi, pertanyaan yang ingin di tanyakan sahabat nya itu kini membuat Wulan lapar akan kepo.
"Katakan pertanyaan apa?" serius Wulan.
"Apa hubungan kalian sudah sedalam pasangan suami istri?" tanya Santi menautkan kedua jari telunjuk memberi petunjuk hubungan panas ranjang.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...