
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Alvaro melihat jam di pergelangan tangan waktu yang di berikan sudah habis segera ingin menyusul, tapi belum juga bergerak dari tempat wulan dan rizal kelihatan dari sebrang sana.
Kedua berjalan berdampingan, hingga tiba di dekat mereka.
"Bicara apa saja kalian? kenapa lama?" tanya Alvaro sambil menatap wulan dan rizal bergantian.
"Gak ada yang penting kak dari pembicaraan kita, mending kita langsung masuk saja," ajak Wulan.
"Kamu serius gak sedang menutupi sesuatu dari kita lagi kan?" ragu Alvaro tidak percaya begitu saja pasalnya wulan pandai menyembunyikan penderitaan nya.
"Iya serius aku gak nutupi apapun, pembicaraan aku dan Mas Rizal gak ada yang serius dan gak ada yang penting jadi untuk apa aku bicarakan lagi."
Rizal diam memandang wulan, semua perkataan nya panjang lebar di anggap tidak penting bagi wulan membuat nya sedih.
Padahal semua yang di katakan itu serius. Sedang kan lestari melihat raut wajah lesuh rizal terus memandang wulan sejak tiba tadi jadi kesal.
Penasaran? ya lestari sangat penasaran saat ini dengan apa yang di bicarakan rizal pada wulan.
Lestari ingin bertanya tapi niatnya itu di urungkan kembali, karena tidak mungkin dia bertanya terus terang nanti yang ada akan menimbulkan keributan.
Santi yang terus memperhatikan lestari nampak kesal melihat sahabat nya wulan menjadi kepikiran sesuatu.
"Dasar pelakor belum juga jadi istri udah cemburuan, memang nya kalau udah jadi pelakor gak punya urat malu," monolog Santi jijik dan kasihan melihat tingkah lestari sangat menyedihkan.
__ADS_1
Lestari yang semakin kesal melihat tatapan rizal tak henti menatap wulan akhir pergi.
"Sayang aku ke toilet dulu kamu duluan saja aku akan menyusul nanti," ucap Lestari lalu pergi membawa perasaan kesal nya itu.
"Lan, Kak Dinda, Kak Al, saya ke toilet dulu mendadak perut saya mulas," bohong Santi.
"Kok mendadak?" curiga Wulan yakin Ada sesuatu yang di rencana sahabat nya ini.
"Dek sudah gapapa, biarkan saja Santi ke toilet," ucap. Dinda.
"Benar tuh kata kak Dinda, nama nya juga panggilan alam emang nya ada yang mau nolak? enggak kan?"
"Iya, iya, sana pergi kita tunggu di dalam nanti," usir Wulan.
Setelah kepergian santi sahabat nya itu mereka beranjak pergi begitu saja melewati rizal. Dinda dan Alvaro begitu ketat menjaga wulan, kedua tidak ingin rizal menyakiti wulan lagi.
Jujur rizal sangat kesal melihat tangan wulan di gandeng Alvaro, meski pria itu adalah kakak ipar wulan tetap saja tidak terima karena wulan tak ada hubungan darah dengan keluarga dinda.
Santi mengikuti lestari hingga toilet, dia berdiri di pintu masuk tanpa berniat untuk masuk ke dalam.
Alasan nya tadi mulas hanya sebuah kebohongan karena dia nyata nya tak kenapa-napa.
Santi hanya ingin memberi pelakor tersebut sedikit pelajaran, hitung-hitung terapi tubuh, dari pada mendapat sengatan aneh dari sentuhan pria yang belum halal mending dari yang lain.
"Rasain kau pelakor sebentar lagi kau akan terima karma mu. Siapa suruh jadi perempuan gak benar godain suami orang lagi, gak bisa apa cari pria yang single?" monolog Santi.
Santi mengeluarkan sesuatu dari tas selempang, tangan nya kini sudah memengang satu kotak kecil.
"Rasa nya gak sabar memalukan pelakor di depan umum pasti akan sangat seru dan jadi trending," monolog Santi bahagia tidak sabar melakukan aksi nya itu.
Beberapa menit kemudian lestari keluar dari toilet.
__ADS_1
"Ternyata di sini ada pelakor, pantas saja mendadak saya jadi malas masuk ternyata benar ya kata orang aura pelakor itu sangat kuat. Apa perlu panggil kyai ngusir aura jahat? kayak gak perlu deh, gak bakal mempan aura nya sangat kuat, tapi jika di beri sengatan sentuhan aneh yang memabukkan pasti aura nya langsung hilang," sindir Santi menatap rendah lestari.
"Maksud mu apa? kenapa sejak tadi kau terus cari masalah, apa kau iri dengan kecantikan saya? apa kau menginginkan banyak pria? atau kau ingin merasakan sentuhan dari banyak pria, lebih tepat nya?" balas Lestari tidak mau kalah.
"Cuih, dasar pelakor kau pikir saya itu kau yang mau banyak pria? di sentuh sana sini mau? oh, atau jangan-jangan anak di dalam kandungan mu itu bukan anak pak rizal, tapi anak dari pria lain dan mungkin juga kau tidak tau siapa bapak nya saking pusing nya memastikan siapa bapak nya karena banyak pria yang kau nikmati sentuhan nya?"
"Dasar bocah!" marah Lestari tangan nya ingin menampar perempuan tersebut.
Namun tidak segampang itu karena santi sudah menahan lebih dulu.
"Tidak semudah itu pelakor, jangan harap tangan kuman mu itu menampar wajah cantik alami ku. Kita tidak selevel, tidak sebanding. Oiya satu hal lagi, sejauh yang saya lihat tadi seperti nya pak rizal begitu amat sangat mencintai wulan, kau menyadari itu bukan? lalu sekarang apa yang akan kau perbuat? ke dukun? main pelet? seperti nya tidak buruk juga, silakan lakukan sesuka mu, karena nama nya cinta jika mau di lakukan apapun itu ujung nya akan kembali pada sang pemilik. Dan kau itu hanya lah tempat singgahan tak memiliki arti apapun di mata pak rizal," ucap Santi yang cukup puas menghina pelakor tersebut.
Santi mendekati lestari dan membisik kan sesuatu.
"Jika pak rizal mengetahui kebusukan mu itu siap-siap menerima amarah nya, kau masih ingat bukan apa saja yang bisa di lakukan pak rizal, wulan saja dulu di siksa habis-habisan oleh pak rizal padahal saat itu status nya istri, lalu bagaimana dengan mu yang tidak memiliki status apa-apa? mungkin saja pak rizal akan mencengkik leher mu hingga kau tak bisa bernafas lagi."
Lestari terdiam, perkataan santi mendadak membuat nya keringat dingin takut jika benar terjadi.
Dia tak bisa membayangkan jika semua terungkap nyawa nya akan dalam bahaya, dan dia yakin rizal tidak akan membiarkan nya lolos begitu mudah.
Santi melihat diam lestari kepikiran dengan perkataan nya menyungging senyum.
"Rasain emang nya enak di takuti, siapa suruh jahat," batin Santi sambil memandang lestari dan juga beberapa tawon yang sudah berada di atas rambut lestari.
Santi berbalik pergi meninggalkan lestari, jika dia masih berada di dekat lestari dia akan kena getah dari perbuatan nya sendiri.
Lebih baik mencari aman dan melihat semua dari jauh.
"Selamat menikmati sentuhan dari para tawon pelakor, aku rasa bibir mu itu akan tambah seksi dan tubuh mu akan tambah indah setelah mendapat sedikit sentuhan cinta dari para tawon yang baik hati," monolog Santi sambil senyum-senyum sendiri selama perjalanan meninggalkan lestari.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...