
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Lima bulan kemudian...
Tanpa terasa sudah lima bulan wulan berada di korea, wulan menjalani hari-hari dengan damai dan entah kenapa dia tak pernah mengalami hal aneh semasa hamil nya.
Bayi dalam kandungan seolah paham dengan situasi kondisi bunda nya, sehingga tidak menyulitkan bunda nya.
Namun terlepas dari itu rizal lah yang mengalami semua, pria tersebut selalu saja mual-mual, dan juga ngidam sesuatu yang aneh tidak pernah dia lakukan.
Lestari si ular berbisa itu sudah rizal beri pelajaran yang mungkin akan membuat nya kapok untuk berulah kembali.
Dan setelah satu hari kepergian wulan ke korsel, rizal baru mengetahui kebenaran yang yang selama ini di tutupi lestari, dan itu adalah hal sangat dia sesali karena terlambat mengetahui karena terlalu mempercayai lestari tanpa berniat menyelidiki.
"Kamu di mana Wulan? aku sangat merindukan mu? maaf aku telat menyadari semua ini, aku terlalu bodoh hingga percaya begitu mudah pada lestari," ucap Rizal penuh penyesalan teramat dalam yang di rasa kan.
"Kakak kenapa belum berangkat kerja, apa mual lagi?" tanya Risma yang tau akhir-akhir ini kakaknya sering mual dan ngidam.
"Tidak," Rizal menggeleng kepala.
"Kenapa? masih kepikiran sama kak wulan?" tanya Risma lagi yang sama kepikiran pada kakak ipar nya.
Setelah terbongkar semua kebusukan lestari, Rizal langsung menemui wulan di mansion dinda, tapi tidak ada, dinda mengatakan wulan sudah pergi dan entah kemana mereka tidak tau.
Hal tersebut tidak di percayai Rizal karena dia yakin mereka lah yang menyembunyikan wulan.
Dan seketika saat itu terlintas di benak nya orang yang besar kemungkinan mengetahui keberadaan wulan.
Rizal mendatangi dan memaksa kedua sahabat wulan yaitu santi dan dito mengatakan keberadaan wulan di mana, tapi jawaban mereka sama dengan dinda tidak tau.
Bahkan Rizal sudah mengancam dengan memberi nilai C, tapi semua tidak berpengaruh, santi malah mengancam balik akan melapor kan Rizal pada petinggi kampus jika salah satu dosen sudah mengancam mereka karena masalah internal.
"Selalu dan selalu, otak kakak tidak pernah absen memikirkan wulan, Lima bulan orang-orang kakak belum juga memberi informasi keberadaan wulan. Apa yang harus kakak lakukan jika terus begini?" frustasi Rizal keadaan nya benar-benar kacau.
"Orang-orang ku dan mas davin juga belum mengabari informasi apapun mengenai keberadaan kak wulan. Kenapa tidak kakak coba lagi mendatangi keluarga kak wulan, siapa tau kali mereka akan mengatakan," ujar Risma.
__ADS_1
"Itu tidak akan mungkin Dek, kakak setiap hari ke rumah dinda memohon memberitahu keberadaan wulan tapi tidak pernah ingin mereka katakan, yang ada kakak selalu di usir seperti hewan secara tidak hormat," kata Rizal mengingat sikap keluarga angkat wulan pada nya.
"Huft, jika sudah seperti ini akan sangat sulit untuk kakak menemukan kak wulan."
"Tidak, sampai kapan pun kakak tidak akan menyerah, meski keluarga wulan kekeh tidak memberitahu, kakak akan lebih kekeh," ucap Rizal penuh tekad.
"Aku akan selalu berdoa agar kakak cepat menemukan kak wulan."
"Iya Dek, terimakasih sudah selalu ada di sisi kakak."
"Itu sudah kewajiban aku sebagai adik."
...****************...
Di sisi lain wanita cantik dengan perut sedikit membesar sedang duduk menikmati cemilan sambil menonton drama serial kesukaan nya.
Tak lama kemudian bel apartment berbunyi, wulan bangkit dan segera membuka pintu.
"Panji, kamu gak kuliah?" tanya Wulan kaget melihat kedatangan panji di depan pintu apartment nya.
"Hari ini kelas berakhir lebih cepat dari jadwal yang di tentu kan, karena aku tak ingin kamu sendiri dengan kehamilan yang sudah membesar ini," jawab Panji lalu masuk melewati wulan yang masih berdiri.
"Oh," ucap Wulan singkat lalu mengikuti panji dari belakang.
"Sudah, tadi aku delivery tunggu kamu kelamaan," jawab Wulan lalu menjatuhkan bokong di sofa.
"Oh, semua ini cemilan kamu Lan?"
"Iya, maaf aku gak bisa gak ngemil, rasa nya aneh gitu kalau gak ngemil, lagian ini mau bayi nya," kata Wulan lalu meraih cemilan dan memasukkan ke dalam mulut.
"Oke hari ini kamu boleh ngemil tapi besok kurangi, aku ngelarang bukan tanpa alasan, aku khawatir jika kamu terus ngemil itu akan berakibat pada perkembangan bayi di dalam kandungan mu," perhatian Panji yang khawatir dengan wulan.
Panji hingga sekarang masih belum mendapat jawaban dari wulan, entah apa yang di pikirkan wulan pria itu tidak tau.
Panji tidak ingin terlalu memaksa wulan karena bagi nya dengan selalu berada di sisi wulan dan melindungi wanita yang di cintai itu sudah jauh lebih membahagiakan.
Kehidupan Indonesia dan korsel begitu berbeda.
Di korea semua pekerjaan di lakukan dengan cepat, tapi tidak dengan Indonesia.
Korsel memiliki adat tersendiri dan tentu menarik hingga penduduk Indonesia yang menyukai drakor sangat ingin mengunjungi korsel, salah satu nya ingin bertemu idola mereka.
__ADS_1
Wulan kembali fokus menonton drama serial nya di layar televisi, mulut nya tak henti mengunyah cemilan yang masih banyak di atas meja.
Panji terus memandang wajah cantik wulan yang mana semakin hari membuat nya terpesona.
"Wulan," panggil Panji menatap lekat wajah wanita yang di cintai itu.
"Iya," jawab Wulan singkat tanpa menoleh.
"Apa sekarang sudah iya?" tanya panji.
"Iya," jawab Wulan masih fokus pada layar televisi, lagian dia juga tak paham maksud pertanyaan panji iya apaan.
"Kamu serius Lan?"
"Iya, aku serius iya, masa bohong sih," lagi dan lagi Wulan menjawab tanpa tau apa maksud pertanyaan panji.
Kedua tangan panji meraih wajah wulan hingga menatap wajah nya, dan tentu tindakan pria tersebut membuat wulan kaget.
"Ada apa?" tanya Wulan binggung sambil menaikan alis.
"Aku mencintai mu Lan, aku janji tidak akan mengecewakan mu, tidak akan aku biarkan setetes air mata jatuh dari mata mu," ucap Panji yang mana semakin membuat wulan binggung.
"Terimakasih, tapi ini ada apa?" tanya Wulan lagi yang makin kesini makin binggung seperti orang bodoh.
"Kamu sudah menerima ku bukan? barusan kamu menjawab iya saat aku bertanya."
Glek...
"Astaga, kenapa semua jadi seperti ini, mana aku tau jika pertanyaan tadi mengarah ke situ, sekarang apa yang harus aku jelaskan," monolog Wulan binggung.
"Panj-"
"Sudah sekarang kamu lanjutkan makan mu aku akan memasak makanan yang enak. Hari ini hari yang sangat membahagiakan jadi harus di rayakan," ucap Panji sekilas mencium kening wulan lalu beranjak pergi.
Wulan memandang kepergian panji menuju dapur menjadi binggung harus mengatakan apa pada panji, jika pria tersebut salah paham maksud perkataan iya nya.
Huft...
"Apa lagi ini, bagaimana cara ku menjelaskan pada panji agar dia tidak tersinggung, aku tak mau menyakiti perasaan nya, panji sudah sangat baik padaku," gumam wulan pusing.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...