
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Rizal yang baru tiba di taman belakang begitu terkejut melihat wulan menjambak rambut lestari, bahkan lestari yang sudah minta di lepaskan wulan tetap tidak menuruti malah semakin menjadi.
Lestari yang melihat kedatangan rizal langsung mengambil kesempatan mendapatkan simpati.
"Sakit Lan, lepaskan apa salah ku padamu? aku tidak merebut rizal dari mu, tapi kamu sendiri yang melepaskan nya, apa salah ku sekarang jika ingin bersama rizal? lagian sekarang aku hamil anak nya, dan kamu apa? meski sudah melakukan berulang kali tetap tidak bisa hamil," ucap Lestari meringis kesakitan dan juga mengarang cerita bohong.
"Kau bilang Wulan apa tadi? tidak bisa hamil? asal kau tau wu-" ucapan Santi mendadak terputus karena wulan.
"Biarkan dia berkata apa yang di suka San, lagian saya tidak sudi hamil dari pria iblis yang tidak saya cintai," kata Wulan cepat.
"Lalu untuk apa kau kemari? kenapa melakukan ini padaku? lepaskan rambut ku benar-benar sakit, auwh perut ku," Lestari meringis kesakitan sambil memengang perut nya.
"Benar kah? tapi aku tidak percaya itu, palingan kau hanya akting seperti biasa yang kau lakukan dan aku sungguh sudah muak," kata Wulan tidak percaya dengan tangisan kesakitan lestari.
"Hentikan semua ini Wulan!" teriak Rizal benar-benar kecewa tidak menyangka wanita yang di pikir baik dan tidak tega melakukan hal sekejam ini ternyata tega padahal saat ini lestari sedang mengandung.
Rizal mendekati wulan dan melepaskan genggaman tangan nya pada rambut lestari.
"Kamu kenapa Wulan? kenapa sangat berubah sekali kita baru dua hari pisah tapi sifat mu sudah seperti orang asing, sehingga aku tidak bisa mengenali kamu lagi," lanjut Rizal marah dan juga kecewa.
"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan sekarang? ini dapat membunuh bayi di dalam kandungan lestari?"
Wulan terdiam mendengar amarah rizal yang menuduhnya sembarangan, hati nya terasa sakit entah kenapa padahal ini sudah biasa yang rizal lakukan tidak ada kelembutan yang di rasakan secara tulus jika ada itu hanya sandiwara.
__ADS_1
Namun sekarang bukan waktu nya wulan untuk sedih, sekarang dia harus kuat demi anak dalam kandungan nya.
"Kamu bilang apa Mas? dapat membunuh bayi lestari. Lalu aku apa Mas di saat itu, apa pernah kamu berpikir sekali saja tentang kejadian saat itu? bagaimana dengan keadaan gadis yang kamu pe**osa? apakah dia hamil? apakah keadaan nya baik-baik saja? bagaimana dengan masa depan nya setelah kamu merenggut paksa? apa itu pernah terlintas di benak mu Mas? tidak kan?" tanya Wulan marah karena rizal mengungkit mengenai anak.
"Ya, aku akui aku salah saat itu, tapi bukan nya semua sudah berakhir, apakah semua bisa di putar lagi? tidak bukan, jadi please tidak usah dibahas sesuatu yang tidak akan bisa kembali lagi," balas Rizal.
Pria itu tidak lagi memperdulikan wulan.
"Les, perut kamu masih sakit?" tanya Rizal khawatir.
"Perut aku sakit sayang, wulan mendorong ku begitu kuat, dia juga menjambak rambut ku, bahkan dia juga menyiram ku dengan sisa cucian piring kotor," aduh Lestari berakting seperti menjadi wanita yang di aniaya.
Rizal menatap tidak percaya pada wulan padahal masih ada hal yang lebih tega di lakukan wulan tanpa dia saksikan sendiri.
"Kenapa menatap ku seperti itu? aku pikir dia pantas mendapat kan itu," ucap Wulan tidak peduli dengan tatapan kecewa rizal.
Lagian hubungan nya dengan rizal sudah berakhir tidak ada yang bisa di perbaiki lagi.
Kepergian rizal melewati nya tanpa merasa bersalah, membuat wulan benar-benar hancur.
Air mata yang sejak tadi di tahan akhirnya tumpah juga, wulan tidak bisa menahan lebih lama lagi.
Rasanya melihat rizal begitu perhatian dan khawatir pada lestari membuat dada nya sesak.
"Kamu yang kuat Lan, pria seperti Pak rizal tidak pantas kamu tangis kan," ucap Santi menguatkan wulan.
"Aku mau nya gitu San, tapi aku tidak tau kenapa air mata ini mengalir begitu saja, aku sangat membenci mereka San, aku tidak ingin menemui mereka lagi, bawa aku pergi dari sini," tangis Wulan memeluk santi.
Panji menyaksikan sikap rizal pada Wulan tadi menjadi marah, dia berjanji akan membuat wulan bahagia.
"Kamu pantas bahagia Lan, aku sadar sekarang kenapa kamu belum bisa menjawab perasaan ku selama ini, ternyata semua karena pak rizal. Aku akan membuat mu melupakan pria yang tidak pantas kamu cintai itu dari hidup mu dan tidak akan aku biarkan kamu menangis lagi, air mata ini adalah air mata terakhir, jika ada air mata yang jatuh kedepannya itu adalah air mata kebahagiaan," batin Panji berjanji tidak akan membiarkan wulan menangis lagi.
__ADS_1
Melihat wulan menangis seperti ini membuat nya tersiksa.
"Mari kita pergi Lan," ajak Panji menggandeng wulan meninggal tempat ini.
Wulan tak menjawab dia masih menangis, membiarkan panji membawa nya pergi dari tempat yang memiliki banyak kenangan pahit.
"Aku paham sekarang Lan, kenapa kamu begitu ketus dan dingin pada pria di luar sana, ternyata semua karena masa lalu mu begitu buruk dan itu karena pak rizal. Aku tidak ingin menganggumi pria seperti itu, tampan wajah belum tentu akan tampan hati," batin Santi menyesal telah menganggumi pria jahat seperti rizal.
Di dalam mobil wulan terus diam, dia tak lagi menangis melainkan menatap kosong ke arah pemandangan luar jalanan yang mereka lintasi.
Santi yang melihat sahabat nya terus diam menjadi sedih, dia binggung harus melakukan apa untuk menghibur wulan agar tidak sedih.
Bagaimana juga keadaan wulan seperti sekarang ini tidak baik untuk bayi dalam kandungan nya.
"Lan, kita singgah makan dulu ya, kamu sejak pagi tadi belum makan hanya minum susu, kasihan anak di dalam kandungan mu pasti sangat lapar," ucap Santi cemas melihat wulan diam tak berkata satu kata pun sejak masuk mobil.
Bahkan perkataan santi barusan tidak di respon, wulan masing tetap diam enggan membuka mulut untuk berbicara.
Panji yang sadar jika santi cemas dengan keadaan wulan saat ini pun sama merasa hal itu, tapi melihat wulan seperti ini rasanya percuma jika kita memaksa, karena wulan bukan tipe wanita yang bisa di paksa, semakin di paksa wanita itu akan semakin keras.
Sekarang biarkan saja wulan diam, nanti jika sudah waktu nya baru kita coba bujuk.
"Kamu benar-benar pria bodoh pak rizal, kamu menyiakan berlian hanya demi batu kerikil. Aku tidak akan membiarkan mu mendekati wulan lagi, keberadaan bapak di dekat wulan hanya membuat nya semakin menderita," batin Panji melirik wulan yang setia melihat diluar jendela.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Yang mau join di grup author yuk klik link di bawah ini. Author barusan buat grup biar kita bisa lebih dekat dalam berinteraksi, kalau gak bisa di klik bisa langsung WA Author di nomor: 082340991885
https://chat.whatsapp.com/C30KfqK9Q4qGEL9VKkGNuQ.
__ADS_1