Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 48: Terluka tapi tak berdarah


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Satu bulan telah berlalu ....


Hubungan Rizal dan Wulan semakin memburuk. Lestari sih wanita penggoda itu sudah tak memiliki urat lagi, bagaimana tidak? setelah kejadian penyatuan mereka di kamar Lestari memilih tinggal di mansion Rizal.


Padahal Rizal sudah menolak nya, tapi Lestari ular berbisa untuk memberi banyak kebohongan hingga Rizal menyetujui dan itu membuat hati Wulan semakin perih.


Terluka tapi tak berdarah, tak di sentuh tapi dapat merasakan sakit.


Itu lah perasaan yang Wulan rasakan sekarang.


Dua hari kemarin, Lestari mengatakan jika dia hamil dan itu adalah anak Rizal.


Pria itu sedikit kaget karena kejadian yang tak ia ingat sedikit pun dapat membuat Lestari hamil, sama hal dengan Wulan.


Rizal sedih ternyata semburan nya saat itu pada wulan tidak berhasil malah Lestari yang berhasil.


Wulan yang sudah mengurus surat gugat cerai selama satu bulan kemarin setelah kejadian hari itu ragu memberikan itu pada Rizal, tapi setelah mengetahui Lestari hamil tidak ada alasan lagi untuk ia mempertahankan pernikahan mereka.


"Sudah cukup, aku lelah, aku pantas bahagia. Berada satu atap dengan mereka hanya akan membuat ku lebih terluka lebih dalam," putus Wulan lagi dan lagi harus menyaksikan kemesraan Rizal dan Lestari.


Semenjak mengatakan dirinya hamil Lestari semakin menjadi-jadi, wanita itu menuntut Rizal untuk segera menikahi nya.


Padahal sejauh hubungan mereka keluarga Rizal belum tau mengenai ini.

__ADS_1


Wulan semakin yakin dengan keputusan nya setelah mendengar perkataan Rizal yang mengatakan akan menikahi Lestari dalam waktu satu bulan ini.


Dia merasa menjadi wanita bodoh kenapa tidak dari kemarin memberi surat cerai ini kenapa baru sekarang? padahal ia sudah menyiapkan ini dari lama kenapa baru sekarang keberanian nya ada.


"Perempuan bodoh, kenapa aku harus seperti ini? kenapa?" batin Wulan menangis hancur sudah hati nya saat ini, sakit nya melebih sakit yang kemarin.


Wulan menghapus air matanya, tegar itulah yang harus ia tunjukkan tidak boleh menjadi wanita lemah karena cinta.


Berjalan mendekati kedua orang tersebut, meski sangat berat tetap ia usahakan.


"Aku ingin pisah dari mu Mas." Menyerahkan sebuah kertas panjang yang berisi gugatan cerai.


Rizal kaget mendadak Wulan meminta cerai, tapi ia paham tidak ada lagi yang harus ia pertahankan, Wulan pantas bahagia.


Menahan Wulan tetap berada di sisiNya akan membuat wanita itu terluka lebih dalam.


"Apa kamu serius ingin cerai?" tanya Rizal memastikan.


"Sangat serius, aku pantas bahagia untuk apa terus menyiksa diri jika aku masih bisa bahagia di luar sana dengan pria yang mencintai ku dengan tulus. Jangan pernah berpikir selama ini aku tidak meminta cerai karena masih ingin mempertahankan pernikahan ini. Kamu salah jika berpikir seperti itu, aku hanya menundanya karena ingin melihat sejauh apa para pria dan wanita tak bermoral bercinta tanpa ada hubungan yang jelas," jelas Wulan menatap Rizal yang juga menatap nya tak kalah lekat.


"Silakan tanda tangan aku akan segera menyerah ke pengadilan agar perceraian kita dapat di urus lalu kau bisa menjadikan wanita malam mu tepatnya wanita penghibur yang memberi kepuasan tidak ada dua nya menjadi istri satu-satu nya, karena aku tidak sudih menyandang gelar istri dari pria berwujud Iblis," ucap Wulan, yang mana memancing Lestari bersuara.


Wanita itu sejak tadi diam dan bersorak penuh kemenangan di hati nya, sejauh ini rencananya berjalan lancar istri gembel itu meminta cerai juga kenapa tidak dari dulu saja pikir Lestari.


"Jaga ucapan mu itu gembel."


Plak ....


Lestari menampar Wulan merasa kesal dengan sebutan Wulan yang tidak sopan mengatai nya.


"Kau lah wanita penghibur itu, kau lebih murahan dari ku, kau melakukan banyak pelayanan di negara mu bukan? apa itu namanya jika bukan murahan? kau wanita yang tidak pantas untuk di hargai karena kau hanyalah sampah yang di sentuh banyak orang lalu di buang," hina Lestari marah.

__ADS_1


Rizal melihat tindakan Lestari keterlaluan hingga menampar Wulan marah.


Namun sebelum Rizal berbicara, Wulan lebih cepat bersuara.


"Kau tidak salah bicara? kau pikir saya itu kau yang mau di sentuh banyak pria? tidak saya adalah saya dan kau adalah kau, kita sangat berbeda saya memang pernah melakukan hal menjijikkan tapi tubuh saya hanya di sentuh satu pria tidak lebih, lah kau apa? di sentuh banyak pria dan bahkan saya melakukan itu bukan atas kemauan saya, seperti kau yang menginginkan dan menikmati, karena saya tidak seperti itu saya menolak karena merasa jijik dengan sentuh gila itu, kau paham," balas Wulan tak kalah keras dan sengaja meninggikan oktaf suaranya.


"Jika Mas sudah tanda tangan letakan saja di atas meja aku akan mengambil nya nanti," kata Wulan lalu pergi meninggalkan kedua orang tersebut.


Entah kenapa mood nya sedang tidak baik sekarang.


Setiba di kamar Wulan langsung mengunci pintu, ia bingung dengan perubahan nya kenapa cepat marah, padahal biasanya tidak seperti ini.


"Kenapa dengan ku akhir ini? kenapa mudah marah dan juga menangis karena hal kecil? apa ini efek dari jatuh cinta? ternyata rasanya seperti ini? kenapa tidak enak seperti apa yang di katakan orang di luar sana?" Bingung Wulan dengan yang di rasakan.


"Sebaiknya aku harus membuang jauh perasaan ini sebelum semakin dalam dan membuat ku gila, pria seperti nya tidak pantas yang pantas adalah panji karena dia yang selalu ada di sisi ku dalam keadaan terpuruk atau apapun itu," lanjut Wulan.


Wulan bangkit mengambil koper dan mengemasi semua barang-barang nya, setelah Rizal menandatangani surat gugatan itu ia akan langsung pergi.


Dan Wulan sudah memikirkan kemana ia akan tinggal setelah pergi dari mansion Rizal.


Satu persatu pakaian ia masukkan ke dalam koper, Wulan tak membawa barang pemberian Rizal sekecil apapun itu untuk nya.


Dia tak sudih menyentuh atau membawa, bagi nya itu adalah hadiah terburuk yang pernah ia terima.


Sedangkan Rizal di luar sana benar-benar sedih harus melakukan ini, namun apa yang bisa ia perbuat lagi.


Semua sudah hancur berantakan dan itu karena rizal, jika saja ia tidak menghamili Lestari semua tidak akan seperti ini.


"Sayang tunggu apalagi cepat tanda tangan, sudah seharusnya kamu melakukan ini dari awal bukan pertahanan. Ingat di sini ada anak kita yang membutuhkan kasih sayang mommy dan juga daddy nya lakukan ini demi baby kita please jika kamu tidak ingin demi aku," desak Lestari tidak sabaran.


"Cepat tanda tangan sayang aku tidak sabar menjadi satu-satu nya wanita milik mu dan aku tidak akan membiarkan wanita mana pun mengambil kamu dari ku," batin Lestari ular berbisa Iblis wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di ingin kan.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2