
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Wulan kini sudah berada di parkiran, mata nya mencari-cari sopir yang di katakan rizal sudah menunggu, tapi hingga saat ini ia tak melihat keberadaan sopir tersebut.
"Ck, apa dia membohongi ku? kenapa hingga sekarang aku tidak melihat nya, awas saja jika dia benar mengerjai ku akan ku balas dua kali lipat dari apa yang dia perbuat pada ku sekarang," gumam Wulan kesal sudah 15 menunggu.
Sedangkan rizal di kantor sedang enak-enak kan bersama lestari, kedua saling berbelit lidah melepas kerinduan.
Rizal melupakan wulan yang saat ini pasti sedang kesal padanya, karena menunggu sopir yang di janji kan belum datang.
Rizal lupa mengabari bawahan nya untuk menjemput wulan di airport, rencananya setelah tiga jam berada di pesawat ia akan baru memerintah bawahannya untuk menunggu wulan.
Namun semua itu seketika ia lupakan, lestari begitu semangat dalam memberi kepuasan.
Rizal di kenal pria casanova yang selalu menginginkan kepuasan pada banyak wanita.
Dia menyukai sentuhan wanita yang begitu agresif ingin memiliki nya penuh, meski seperti itu ia tak pernah melepas adik kecilnya sembarang sarang karena adik kecil tak menyukai sarang mana pun kecuali milik wulan.
"Sayang, aku ingin bekerja menjadi sekretaris mu, apa itu boleh? aku ingin lebih dekat dengan mu menghabiskan banyak waktu," pinta lestari di sela panas nya luma*an keduanya.
"Apa kamu yakin? atau uang yang ku berikan padamu kurang?" tanya Rizal.
"Tidak sayang, uang yang kamu berikan sudah lebih dari cukup, tapi yang ku inginkan sekarang lebih dekat mu," lestari menatap lekat wajah rizal yang sedang berpikir.
Lestari sengaja meminta kerjaan bukan hanya untuk lebih dekat dengan rizal, tapi ia khawatir dengan rizal yang akan menyewa perempuan ja*ang di luar sana, entah kenapa mendadak lestari tak ingin ada perempuan menyentuh rizal selain nya.
Dan juga mengingat nafsu rizal terlalu tinggi tidak puas dengan satu sentuhan membuat ketakutan lestari bertambah, tiap hari selalu memikirkan rizal.
"Kamu yakin hanya itu?" ragu Rizal menaikan alis.
__ADS_1
"Kamu tidak percaya pada ku?" lestari balik bertanya menatap rizal yang juga menatap nya.
"Baiklah akan aku tepat kan kamu menjadi sekretaris pribadi ku."
"Serius? kamu tidak membohongi ku kan?" lestari begitu bahagia hingga tidak tau harus berkata apa.
"Serius, apa kamu senang sekarang?"
"Sangat senang, terimakasih sayang. Aku akan memberi servis lebih dari yang ku berikan sekarang sebagai hadiah."
"Tunjukkan aku ingin melihat nya sekarang," tantang Rizal.
Dia sangat menyukai permainan gila lestari, lestari perempuan yang di beli mahal di sebuah klub selalu mampu membuat nya melayang dengan gaya baru yang berbeda-beda.
Lestari membuka dua kancing kemeja rizal dan tangan genit nya menyentuh nakal semua.
"Aku akan membuat mu melakukan itu padaku sayang, untuk apa satu setengah tahun bersama jika kau tidak melakukan apapun. Aku ingin mengandung anak mu, sekali kau masuk sarang ku, saat itu juga status ku akan berubah menjadi istri mu sayang," batin Lestari yang sudah memikirkan banyak cara memiliki rizal seutuhnya.
Cara apapun akan ia lakukan demi mendapatkan rizal.
"Henti kan les," ucap Rizal pria itu tidak bisa melakukan lebih dari ini.
"Kenapa sayang? kenapa kamu selalu menolak ku? aku ingin merasakan nikmat sesungguhnya bukan sekedar sentuhan main-main," ungkap Lestari sedikit kesal.
"Aku sudah pernah bilang pada mu jika aku tidak bisa melakukan lebih dari kebiasaan ku, kamu tau bukan aku tidak sembarang memasukkan burung ku pada sarang mana pun, kenapa kamu terus memaksa ku!" balas Rizal dengan nada lebih tinggi bingung sudah berapa kali lestari terus meminta lebih dari permainan mereka yang jelas hal tersebut tidak akan pernah bisa terjadi.
Lestari terdiam, ia bingung harus menjawab apa dengan kondisi rizal yang sekarang sudah marah seperti ini pikir nya akan sedikit sulit, mengingat rizal bukan lah pria yang mudah di bujuk jika sedang marah.
"Kenapa semua berantakan, tenang dan pikirkan cara lain rendam kan amarah rizal lalu baru aku pikirkan cara membuat nya menyetujui meski harus dengan cara kotor akan aku perbuat," batin Lestari mencari akal agar rizal tak meledak.
"Aku minta maaf, aku hanya ingin merasakan sentuhan mu sayang, kamu tau bukan hidup ku di klub seperti apa, tapi setelah bersama mu aku tidak mendapatkan nya lagi, apa aku salah ingin merasakan?" lestari memasang wajah sedih seperti wanita malang.
"Maaf, aku tidak bisa melakukan nya. Jika kamu ingin merasakan silakan, tapi setelah itu jangan harap bisa bersama ku lagi kamu tau itu bukan aku tak menyukai milik ku di sentuh orang dan aku tidak suka berbagi," kata Rizal dengan keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat.
"Tidak, kenapa rizal menanggapi ini dengan serius, bagaimana aku bisa melepaskan nya setelah dia berhasil membuat ku jatuh cinta begitu besar padanya aku tidak akan melepaskan mu begitu muda."
__ADS_1
"Jangan berkata seperti itu sayang aku tidak mampu melakukan dengan pria lain, maaf aku terlalu egois memaksakan kehendak ku, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi."
"Ya karena kamu sendiri lah yang meminta padaku untuk melakukan nya. Dan dengan senang hati aku memberi kan nya," batin Lestari tertawa tidak sabar menunggu waktu itu tiba.
Wulan yang masih setia menunggu di parkiran rasa kesal nya kini bertambah berlipat-lipat, bagaimana tidak? satu jam menunggu dan ia juga belum melihat tanda-tanda kedatangan sopir tersebut.
"Baiklah akan ku putus kan sekarang tidak usah menunggu sopir tak jelas itu, dan kamu mas lihat saja pembalasan ku nanti," gumam Wulan mengambil ponsel di dalam tas selempang.
Tiba tadi wulan belum mengabari rizal, dan ia tak memiliki niat menghubungi rizal.
Mematikan mode pesawat yang di hidup kan tadi, wulan segera memesan taksi online.
Beberapa menit kemudian taksi pesanan nya tiba.
"Dengan nona wulan?" tanya pak sopir sopan.
"Iya saya wulan, apa ini taksi yang saya pesan?" wulan menatap pak sopir mengangguk iya dengan pertanyaan nya.
"Iya nona."
Taksi online tersebut membawa wulan pada tempat tujuan yang ingin wulan tuju saat ini.
"Ayah, bunda, kak, aku datang maaf baru bisa sekarang," batin Wulan sedih.
satu jam kemudian.
"Pak tunggu di sini sebentar ya, nanti ongkos nya saya bayar lebih," kata Wulan pada pak sopir tersebut.
"Baik Nona," sahut sopir tersebut.
Sebelum masuk ke dalam pemakaman wulan bergumam. "Assalamualaikum ya ahlal kubur."
Lalu wanita tersebut berjalan masuk mencari kuburan keluarga nya sudah lama tak kemari membuat wulan kewalahan karena banyak kuburan di sini berbeda saat itu masih sedikit dan sekarang sudah berlipat ganda.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...