Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 61: Mencari Wulan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Keempat wanita tersebut masih sama-sama diam tidak ada pembicaraan dari mereka, Mama Alma hanya bisa menatap sedih memandang wulan, sama hal dengan Risma.


Wulan tidak bisa menyalahkan santi karena tidak mengatakan ini sebelumnya, karena dia sadar santi sudah ingin mengatakan nya, tapi dia nya saja terlalu fokus pada drama tontonan nya hingga tidak menganggap penting hal yang ingin di katakan santi.


"Mama tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, ini bukan kehamilan pertama ku lagi jadi aku sudah terbiasa. Hamil dengan pria yang sama, dan hamil untuk kedua kalinya tanpa pendamping, bukannya itu terdengar aneh, ya itulah kehidupan yang harus aku lalui, tapi aku tak masalah aku menerima dengan lapang dada," ucap Wulan dengan senyum yang di paksa.


"Lupakan saja tidak perlu di ingat perkataan ku tadi, aku hanya becanda. Mama dan Risma ke sini mau ngapain dan tau dari mana aku tinggal di sini?" lanjut Wulan bertanya menatap Mama mertua dan adik iparnya yang sebentar lagi akan menjadi mantan keluarga.


Meski sebenarnya tidak ada namanya mantan keluarga, yang ada hanya mantan suami dan mantan pacar.


"Maaf Kak aku lancang, tapi aku tak punya pilihan lain lagi selain meminta orang suruhan mas davin mencari keberadaan kakak dan hingga akhirnya aku menemui," jelas Risma.


"Jangan salah risma Nak, salah kan Mama karena ini mau nya Mama," ucap Mama.


Melihat diam nya wulan tak membalas perkataan anaknya Mama alma berpikir jika wulan marah.


"Tidak ini memang salah ku, Mama tidak tau tentang aku mencari keberadaan kakak," terang Risma.


"Sudah tak penting siapa yang salah, aku tidak permasalahkan, tapi sekarang apa tujuan Mama dan Risma kesini? dan aku mohon semua perkataan ku yang Mama dan Risma dengar cukup sampai di sini aku tidak ingin Mas rizal tau," ucap Wulan tegas.


"Iya Nak Mama paham itu, Mama tidak akan memberitahu dia," balas Mama.


"Aku juga Kak, aku tidak akan memberitahu kakak."

__ADS_1


"Terimakasih, Mama dan Risma mau minum apa? maaf jadi lupa sajikan minum."


"Gapapa, apa saja boleh asal gak repotin kamu," balas Mama tidak ingin mantu nya kerepotan.


"Iya kak, Aku dan Mama gak mau repotin kakak, nanti bukan hanya kakak yang kerepotan tapi ponakan ku yang ada di perut kakak juga," sambung Risma menatap perut rata wulan.


"Tenang gak bakal repot kok, aku di sini bersama santi jadi semua keperluan ku bakal di bantu santi," balas Wulan dengan senyum kecil penuh arti menoleh pada santi.


Bukan hal baru lagi bumil ini sehari tidak merepotkan nya, wulan selalu membuat nya bolak balik membeli makanan kesukaan entah itu makanan ringan ataupun makanan berat.


Dan santi tak memiliki alasan apapun untuk menolak sahabatnya itu.


"Iya, aku selalu ada untuk membantu mu kapan pun di butuhkan," balas Santi.


Sedangkan di sisi lain Rizal yang mengendarai mobil menuju mansion dinda kini telah tiba.


Pria itu tidak bertele-tele lagi, langsung memencet bel dia tidak sabar ingin bertemu wulan.


Dua kali membunyikan bel belum ada yang membuka kan pintu.


Dinda dan Alvaro yang lagi menikmati teh hangat di ruang keluarga menjadi terganggu dengan bel yang tidak ada putus berbunyi.


"Siapa sih yang siang-siang menganggu deh, gak tau apa orang lagi nyantai," ucap Alvaro kesal.


"Sabar Mas, biar aku bukain saja, mungkin bibi gak dengar makanya gak di bukain," balas Dinda menenangkan suaminya.


"Aku ikut, aku ingin tau makhluk apa yang sangat menganggu itu," bangkit Alvaro bersamaan dengan dinda.


"Ya sudah ayo, aku juga penasaran siapa orang itu kenapa memencet bel seperti orang yang gak sabaran," ucap Dinda.


Cekrek...

__ADS_1


Pintu terbuka dan orang pertama yang di lihat dinda di depan nya adalah rizal, orang yang sangat menganggu waktu santai dia dan suami.


Belum juga ingin memarahi rizal karena terus membunyikan bel, suara seseorang sudah lebih dulu memarahi rizal.


"Kau mau apa kesini? kenapa memencet bel berkali-kali, apa kau tidak sadar tindakan mu sangat menganggu kami yang berada di dalam? mendingan kau pergi jangan pernah menginjakkan kaki mu di sini lagi," marah Alvaro tidak sudih melihat tampang pria seperti rizal.


"Saya akan pergi jika sudah bertemu Wulan, di mana wulan jangan menyembunyikan nya dari saya, bagaimana juga sekarang wulan masih istri saya, pengadilan belum memutuskan perceraian kita, jadi saya masih punya hak atas wulan," ucap Rizal tidak kalah tegas bahkan nada suara nya di tinggikan agar kedua orang di depan nya dapat mendengar dan tidak menghalangi nya.


Dinda dan Alvaro yang tidak paham dengan maksud perkataan rizal masih terdiam, kedua mencoba mencerna dengan seksama hingga akhirnya mereka sadar.


"Maksud mu ke sini mencari wulan, dan kalian ingin bercerai? apa sebenarnya yang terjadi? kenapa mendapat, dan di mana wulan adik ku berada?" tanya Dinda dengan tajam menatap rizal.


"Kenapa bertanya pada saya? bukan nya kalian sudah tau semua dari wulan, wulan berada di sini bersama kalian kan?" tanya balik Rizal.


"Hey bodoh, jika istri saya sudah berkata seperti tadi itu berarti kami tidak tau wulan di mana, lagian wulan tak pernah kesini lagi dan terakhir kali itu menginap bersama kamu satu bulan yang lalu setelah itu tidak ada," marah Alvaro.


"Dan apa kamu bilang tadi, menceritakan semua? menceritakan semua apa? sebenarnya apa yang terjadi? apa kau menyakiti wulan lagi hingga wulan muak dan pergi?" lanjut Alvaro yakin pria di depan nya ini menyakiti wulan.


"Apa jadi wulan tidak di sini lalu di mana wulan? sudah beberapa hari dia tak masuk kampus, apa terjadi sesuatu pada nya setelah kejadian itu?" gumam Rizal bertanya cemas terjadi sesuatu pada wulan.


Dan ucapan rizal tersebut masih bisa di dengar Dinda dan Alvaro.


Kedua orang tersebut menjadi khawatir, terutama Dinda mengingat awal pertemuan dengan wulan dulu wanita itu begitu nekat hampir bunuh diri.


"Mas bagaimana jika wulan nekat seperti dulu mengakhiri hidupnya? lakukan sesuatu Mas cari wulan, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada wulan, cepat Mas," desak Dinda khawatir cemas.


"Tenang sayang, jangan khawatir aku akan kerahkan semua orang suruhan ku mencari wulan," ucap Alvaro menenangkan dinda.


"Kau, saya peringatkan jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada wulan, saya akan memberi mu pelajaran yang tidak akan kau lupakan, sejak awal saya sudah menduga jika kau menikahi wulan bukan karena cinta tapi kau ingin balas dendam pada saya, bukan? jangan pikir saya bodoh dan setelah saya menemui wulan kau tidak akan saya biarkan sedetik pun untuk melihat nya. Pejamkan baik-baik kata-kata saya ini." ucap Alvaro dengan lantang, lalu mengajak istrinya masuk meninggalkan rizal.


Rizal berdiri mematung melihat pintu yang di tutup keras oleh Alvaro, entah kenapa dia menjadi khawatir mengingat perkataan dinda tadi jika sebelum nya wulan pernah berniat mengakhiri hidup nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2