
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Rizal duduk di kursi kerja, otak nya tak henti memikirkan tujuan kedatangan papa dan mama yang mendadak seperti ini.
Hari sudah sore menunjukkan pukul 16:45 sore, tapi rizal masih setia menunggu wulan yang kini masih berada di ruang komputer.
Pria itu tidak ingin wulan pulang sendiri, lagian hari ini dia akan main ke apartment wulan menemui baby askar.
Tak berselang lama akhir nya wulan keluar dan benar saja pria itu masih menunggu, wulan tersenyum bahagia untuk pertama kali nya.
"Terima kasih sudah menunggu, aku pikir kamu sekedar janji, tapi aku salah kamu benar tepati," ucap Wulan.
"Jangan takut, mulai hari ini aku akan selalu menepati janji ku padamu, maaf selama ini sudah bersikap kekanakan, seharusnya aku bersikap dewasa bukan kamu," kata Rizal merasa bersalah dengan sikap dulu yang di lakukan.
"Tidak apa-apa, yang berlalu biarkan berlalu terpenting sekarang kamu sudah berubah itu jauh lebih penting bagi ku," balas Wulan tak memperdulikan masa lalu.
Sikap rizal yang seperti ini sudah sangat membuat nya bahagia, sosok seperti ini lah yang di cari wulan.
Pria dewasa yang bisa membimbing dan menuntun nya ke jalan yang lebih baik, meski terlambat tapi setidak nya rizal ingin berubah.
"Ya sudah sekarang kita langsung pulang, kasihan baby askar di tinggal bunda nya begitu lama," ajak Rizal seraya mengandeng tangan wulan.
"Baby askar juga tak sabar bertemu ayah nya."
"Kamu benar, sama seperti bunda nya selalu merindukan ayah nya yang tampan," narsis Rizal.
"Pede kamu Mas."
"Gapapa dari pada minder," kata Rizal, kedua terus berjalan hingga tiba di parkiran.
Rizal membuka kan pintu untuk wulan, lalu kemudian baru dia membuka kan pintu untuk diri nya sendiri.
"Mas, gimana keadaan lestari sekarang? apa dia baik-baik saja?" Wulan menoleh menatap rizal yang baru ingin menghidupkan mesin mobil.
"Kenapa mendadak bertanya kabar nya? kamu penasaran dengan kehidupan nya sekarang?" tanya balik Rizal.
"Hmmm, aku ingin tau apa kehidupan nya sebebas kemarin atau dia masih sama seperti dulu banyak tingkah," terang Wulan.
__ADS_1
"Seperti nya itu tidak akan mungkin dia saat ini pasti sedang bekerja keras untuk bertahan hidup, entah sudah berubah atau belum, aku tidak tau dan tidak peduli itu bukan urusan ku."
"Aku tau dia bukan urusan mu lagi, tapi setidak nya cari tau keadaan nya di sana? aku ingin tau kabar nya, baik kah, bahagia, sedih atau menderita."
"Baiklah tiba nanti aku akan menghubungi orang ku untuk mengecek kabar nya," ucap Rizal, jujur dia sebenarnya juga penasaran karena sudah lama tak mendengar kabar wanita itu.
"Terima kasih."
"Oh iya Mas, tadi aku sudah kirim alamat ku pada Mama Alma, dan mungkin dua jam lagi mereka akan ke apartment," sambung Wulan lagi melihat jam di layar ponsel.
"Maksud kamu, tiba di korea Papa dan Mama akan menemui kamu?" kaget Rizal.
"Iya, Mas kenapa kaget begitu? apa ada yang salah?" bingung Wulan melihat emang rizal yang aneh.
"Tidak semua itu tidak salah," balas Rizal, lalu mengendarai mobil.
Dalam perjalanan otak nya tak bisa berhenti memikirkan maksud Papa yusuf datang berkunjung ke apartment wulan.
Entah kenapa dia yakin ada sesuatu yang di rencana Papa yusuf untuk mencelakai wulan.
"Jika Papa benar ingin mencelakai wulan, aku tidak akan tinggal diam. Tiba nanti aku harus bicara dengan Papa," batin Rizal tidak mau semua semakin runyam.
Kedua keluar bersamaan dan masuk ke dalam. Rizal mengandeng lekat tangan wulan.
Tiba di depan pintu, wulan menekan bel tak menunggu lama pintu terbuka dan di bukakan oleh suster.
"Assalamualaikum, Sus," salam Wulan sopan.
"Walaikumsalam Bu," balas Suster.
"Oh iya Sus, ini Mas Rizal ayah dari baby askar. Baby askar nya mana?" tanya Wulan tidak melihat putra nya di dekat suster.
"Baby askar nya barusan tidur Bu, tadi sempat rewel padahal sudah di kasih susu tidak juga diam, tapi alhamdulilah sekarang sudah tenang dan tidur," jawab Suster menjelaskan yang terjadi.
"Oh, begitu terima kasih ya Sus, maaf jadi ngerepotin lain kali langsung hubungi saya saja jangan di buat repot sendiri," kata Wulan merasa tidak enak.
"Sama-sama ini sudah menjadi tugas saya. Ibu tidak perlu merasa di repotin. Oh iya tadi Bu dinda telpon kata nya besok tuan dan nyonya akan datang, ada hal penting yang di bicarakan," ucap Suster menyampaikan pesan.
"Iya Sus terima kasih, Suster bisa kembali istirahat."
__ADS_1
Setelah kepergian suster, wulan mengajak rizal untuk duduk dan otak nya masih bertanya-tanya memikirkan hal penting apa yang ingin di bicarakan papa dan mama hingga mendadak datang.
Rizal yang bingung melihat wulan terus diam membuka suara bertanya.
"Sayang kamu kenapa? memikirkan apa sih, coba cerita?" kata Rizal bertanya seraya menggenggam tangan wulan.
"Itu lho Mas, aku aneh saja kenapa mendadak papa dan mama datang, mana kebetulan pula dengan datang nya papa mama kamu, apa itu bukan aneh, jika kebetulan apa iya seperti ini?" ucap Wulan menjelaskan apa yang di pikirkan.
"Ya, yang kamu bilang ada benar nya juga, lalu apa yang kamu pikirkan mengenai ini?" tanya Rizal, dan entah kenapa juga merasa hal yang di rasakan wulan.
"Entahlah Mas, aku tidak tau tapi ku harap semua ini tidak ada kaitan dengan kedatangan papa mama kamu."
"Hmmm, sekarang lupakan semua itu, apa kamu lapar?"
"Sedikit. Astaga aku lupa jika Mas belum makan setelah siang tadi. Tunggu biar aku pesan online dulu, maaf aku benar-benar tidak mengingat nya," ucap Wulan, mengeluarkan ponsel ingin memesan makan tapi ponsel nya langsung di rampas Rizal.
"Tidak perlu."
"Kenapa? Mas tidak ingin makan makanan luar? lalu aku harus apa, aku tidak tau masak, bagaimana cara menghidangkan pada Mas."
"Hingga sekarang? apa selama ini kamu selalu memesan jadi?"
"Ya, bisa di kata seperti itu, tapi tidak setiap hari juga, karena suster kadang memasak kalau ada waktu luang," jawab Wulan santai.
"Sayang, kamu dari dulu hingga sekarang tidak juga berubah masih kekanakan," gemas Rizal mencubit kedua pipi wulan.
"Sakit Mas, lagian aku gak ada waktu untuk belajar masak, selama kehamilan aku begitu malas dan setelah melahirkan pun aku di sibukan dengan kuliah jadi semua itu bukan salah ku, tapi waktu nya saja yang salah," bantah Wulan malah menyalahkan waktu.
"Bagaimana bisa waktu kamu salah kan?"
"Tentu bisa dong Mas, kenapa tidak. Apa Mas ingin masak, hitung-hitung untuk jamuan makan malam papa dan mama yang mungkin bentar lagi akan tiba di sini."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Maaf ya semua author baru sempat up lagi, kemarin lagi sibuk jadi gak sempat nulis.
Tapi hari ini author akan up lebih biar gak pada kecewa😁
__ADS_1