Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 59: Apartemen


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


β€’


β€’


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Wulan dan santi tidak juga bangkit dari duduk nya, bokong keduanya begitu nyaman berada di atas ranjang empuk.


Tumpukan sampah cemilan berserakan di mana-mana, dan semua itu karena wulan mulut nya tak henti mengunyah.


"San, cemilan ku habis beli lagi dong," pinta Wulan.


"Malas kamu minta saja sama yayang beb kamu panji," tolak Santi.


"Santi ayolah kamu gak kasihan apa sama ponakan mu? ini dia yang pengen loh bukan aku," bujuk Wulan sambil mengelus perut rata nya.


"Gak usah alasan deh Lan, aku tau itu akal-akalan kamu kan?"


"Aku serius San gak bohong. Kehamilan ku yang kemarin juga sama kayak gini bawaan nya mau makan mulu, kalau kamu gak percaya tanya aja sama kak dinda," kata Wulan memang tak bohong mengatakan sebenarnya.


"Ish, kamu nyebelin deh Lan," kesal Santi beranjak dari tempat tidur pergi meninggalkan wulan.


Wulan melihat sahabat nya itu pergi bersorak senang.


"Sayang meski kita hanya berdua, tapi masih ada orang baik yang sayang sama kamu, bunda janji apapun yang terjadi bunda akan selalu menjaga kamu," ucap Wulan sambil mengelus perut nya.


Risma kini sudah mendapat alamat kakak ipar cantik nya itu, dia sekarang sedang bersiap-siap segera ke sana.


Wanita itu tidak ingin memberitahu kakak nya, dia ingin mengecek dan berbicara berdua dulu secara pribadi, jika mengajak kakak nya itu bukan lagi aman tapi berantakan.


"Risma kamu mau kemana?" tanya Mama melihat putri nya sudah bersih cantik.


Risma bukan menjawab dia melihat kiri kanan seperti mencari sesuatu, setelah merasa cukup aman dia mendekati mama nya.


"Kamu kenapa sih Nak?" tanya lagi Mama bingung dengan sikap aneh Risma seperti tidak biasa.

__ADS_1


"Waspada Ma, takutnya papa ada dan dengar nanti papa bakal marah lagi," jawab Risma.


"Apa ini ada kaitannya dengan wulan?" tebak Mama.


Risma mengangguk kecil." Iya Ma. Makanya Mama dengar baik-baik sekarang aku ingin temui kak wulan bicara berdua agar tidak bercerai sama kak rizal, bagaimana juga aku dapat melihat cinta di mata kak rizal untuk kak wulan. Aku juga merasa ada sesuatu yang aneh dengan kehamilan wanita penggoda itu setelah mendengar cerita kak rizal padaku tempoh hari," jelas Risma.


"Maksud kamu apa? aneh bagaimana? apa anak di kandungan wanita itu bukan anak kakak mu?" tanya Mama.


"Untuk itu aku belum bisa memastikan Ma, tapi menurut dugaan ku dan kak rizal itu sih memang bukan, tapi aku janji secepatnya akak mencari bukti."


"Jika seperti itu Mama dukung kamu, tunggu sini jangan kemana," kata Mama lalu pergi begitu saja.


Risma menuruti Mama nya menunggu di ruang tamu.


"Ayo kita pergi," ajak Mama tiba di ruang tamu.


"Kemana Ma?" tanya Risma.


"Ke tempat Wulan, emangnya kemana lagi?"


"Kenapa? tidak boleh?" tanya balik Mama.


"Bukan seperti itu Ma, aku kan hanya tanya kalau Mama mau ikut silakan gak ada masalah aku malah senang kok."


"Bagus, tunggu apalagi ayo kita pergi keburu Papa kamu pulang nanti," ajak Mama tidak ingin membuang waktu lagi.


Risma dan Mama pergi tanpa di sopiri sopir yang biasa mengantar mereka, karena itu hanya akan menghambat kepergian mereka.


Satu jam perjalanan akhirnya kedua tiba di sebuah gedung besar.


Kedua wanita tersebut langsung masuk ke dalam, tanpa bertanya ke resepsionis.


Orang suruhan risma memberi alamat lengkap tempat tinggal wulan hingga mereka tidak perlu kesusahan bertanya lagi.


Kedua memasuki lift bersamaan dengan santi yang baru tiba berbelanja cemilan bumil nya itu.


"Awas saja kalau masih minta yang aneh-aneh, pak rizal bapak nya akan aku kasih pelajaran, mau nya masukin pas udah jadi malah di tinggal urus selingkuhan gak bermutu. Syukur aku cepat sadar mengetahui asli dosen itu kalau gak aku bakal ketipu selama nya," gumam Santi kesal tanpa di sadari ucapan nya itu masih bisa di dengar oleh kedua wanita tersebut.

__ADS_1


Mama dan risma mendengar nama rizal yang di caci oleh gadis yang berada di samping mereka menjadi saling pandang.


Keduanya masih ragu jika rizal yang gadis itu katakan adalah rizal alberto, karena nama rizal begitu banyak bukan hanya satu.


Ponsel santi berdering dan ternyata panggilan telepon tersebut dari wulan.


πŸ“ž:"Hallo, Lan ada apa? aku sudah di lift sekarang sebentar lagi akan tiba, jika kamu masih ingin sesuatu dengan membawa nama bayi dalam kandungan mu itu sono minta sama bapak nya, bila perlu tuh pak rizal alberto aku lempar ke kandang macan biar tau rasa, aku gedek banget sama pria seperti itu tau nya hamili orang tapi tidak tau tanggung jawab. Tapi syukur kamu mau cerai sama pak rizal kalau kagak aku gak tau bagaimana nasib hidup mu ke depan pasti bakal sengsara punya suami tukang selingkuh udah gitu selingkuhannya lagi hamil yang pasti tiap hari kamu makan hati lihat kedua orang itu," ucap Santi panjang lebar menjelekkan rizal tanpa sadar ada keluarganya berada di dekatnya.


"Apa aku gak salah dengar ini? wulan hamil anak rizal?" batin Mama kaget mendengar pernyataan gadis di samping nya ini.


"Apa kak wulan hamil? apa kak rizal udah tau tentang ini? dan ini juga bocah ingusan main asal jelekin kakak ku saja gak tau apa di sini ada adik dan mama nya," monolog Risma kesal.


πŸ“ž:" Udah dulu yah Lan, sebentar baru lanjut lagi," ucap Santi mengakhiri panggilan keduanya.


Setelah panggilan terputus tak lama kemudian lift terbuka dan santi segera keluar begitu pun dengan kedua wanita tersebut.


Mereka mengikuti santi dari belakang karena tujuan mereka sama saat ini.


Dan santi tidak menyadari hal itu, dia terus berjalan dengan santai. Dan saat langkah kaki nya terhenti di depan pintu apartemen baru dia menyadari ada kedua perempuan yang bersamanya di lift tadi berdiri di belakang nya.


"Maaf, Bu, Mbak, kenapa mengikuti saya?" tanya Santi menatap kedua wanita yang balik menatap nya.


"Kami ingin menemui kak wulan, kak wulan ada di dalam bukan?" tanya Risma bukan menjawab malah balik bertanya.


"Maaf tapi kalian siapa nya wulan? kenapa ingin menemuinya, dan dari mana tau wulan berada di sini?" tanya Santi beruntun.


"Saya adik ipar nya, dan ini mama saya mama mertua wulan, apa bisa kami menemui nya sekarang?" tanya Risma.


"Apa?" kaget Santi.


Wanita itu seketika terdiam dia memikirkan kejadian di lift semua perkataan nya menjelekkan rizal.


"Oh tidak mereka mendengar semua umpatan ku tentang pak rizal, bagaimana ini mampus sudah riwayat ku kenapa selalu ceroboh, kenapa tidak pernah menjaga mulut agar tidak berbicara aneh-aneh. Oh Tuhan sekarang aku hanya bisa berdoa di beri perlindungan," monolog Santi cemas mulut lemes nya membuat nya dalam masalah.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2