Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 80: Lepas kendali


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu di mana panji salah paham, wulan tak juga berani mengatakan sebenarnya pada panji.


Wulan tak mau panji kecewa, kebaikan yang pria itu berikan tidak bisa di hitung lagi, dan jika bisa pun wulan tidak bisa membalas semua.


Hari ini tepat sudah usia anak nya memasuki sembilan bulan setelah melahirkan, yang berarti sudah satu setengah tahun wulan tinggal di Korsel.


Wulan melahirkan anak cowok, sesuai keinginan yang sangat menginginkan anak cowok dan aneh nya anak nya tak mirip dengan Rizal atau pun dia.


Wajah anak nya lebih mirip dengan almarhum ayah nya.


Wulan mengurus baby nya di bantu baby sitter. Dan panji selalu berada di sisi nya.


"Sayang, bunda harus pergi sekarang, kamu sama suster dulu jangan nakal, jangan repotin harus jadi anak baik anak yang penurut selama bunda pergi," pesan Wulan mengusap kepala putra nya.


"Sus, saya pergi dulu tolong jaga Askar jika nanti ada apa-apa cepat kabari saya," ucap Wulan.


"Baik Bu," sahut Suster.


Bayi Wulan bernama Askari Kang-Dae.


Askari adalah prajurit. Dan Kang-Dae adalah perkasa. Yang Artinya seorang prajurit yang perkasa.


"Nji, apa kamu gak sibuk harus mengantar jemput ku seperti ini?" tanya Wulan merasa tak enak harus merepotkan panji.


"No, apapun untuk mu akan aku lakukan, jadi jangan khawatir aku sibuk atau tidak, karena menurutku kamu yang terpenting," jawab Panji serius menatap wulan.


"Tapi tidak begitu juga Nji, aku tidak ingin kamu memprioritaskan aku dari apapun, aku merasa enggak enak saja," kata Wulan balas menatap panji.


Panji yang sedang mengendarai mobil dengan kesempatan pelan, seketika menepikan mobil.


"Sayang, kamu adalah kekasih ku sekarang, kita sudah menjalin hubungan selama satu lebih, semua yang berkaitan dengan mu itu adalah prioritas ku, aku mencintai mu melebihi diri ku sendiri," ungkap Panji romantis lalu mencium kedua punggung tangan wulan.


"Kamu terlalu baik Nji, tapi kenapa hingga sekarang aku belum bisa mencintai mu, makin kesini aku makin merasa bersalah padamu, apa yang harus ku lakukan sekarang? apa aku harus berkata jujur mengenai perasaan ku?" monolog Wulan sedih merasa bersalah.

__ADS_1


"Panji kamu mau apa?" tanya Wulan gugup saat wajah panji mendekati wajah nya.


"Kenapa apa aku tidak boleh melihat wajah kekasih ku secara dekat seperti ini?" tanya balik Panji merasa gemas melihat wajah Wulan seperti ini.


"Tidak, tapi.... "


Panji mendaratkan bibir nya di kening wulan, lalu kedua mata saling pandang, hidung kedua nya pun saling menempel, panji dapat melihat kedua bola cantik dari wanita yang sangat di cintai itu.


"Kamu sangat cantik, aku beruntung bisa memiliki kamu, setelah aku lulus nanti aku akan menikahi kamu," janji Panji serius.


Deg....


"Apa ini gak terlalu buru-buru?" tanya Wulan dengan perasaan gugup dan mencoba berani.


"Tidak, aku sudah memikirkan ini sejak lama, bahkan aku sempat berpikir untuk menikahi mu bulan ini," jawab Panji.


"Kamu sudah bercerai dengan pak rizal jadi tidak ada alasan lagi untuk aku tidak segera menikahi kamu."


"Aku ta-" ucapan Wulan seketika terhenti.


Bibir panji sudah mendarat membungkam bibir wulan.


Panji tidak pandai berciuman, ini adalah pertama untuk nya, wulan adalah cinta pertama dan terakhir.


Panji menekan tengkuk wulan dengan kuat, agar sedikit lebih leluasa.


Kali ini wulan tak bisa diam lagi, saat dirinya ingin menjauh bukan menjauh malah tubuh panji menyentuh bukit kembar nya.


Seketika tubuh panji merasa panas padahal ac hidup.


Entah dorongan dari mana panji memperdalam ciuman yang perlahan menurun ke bawah leher.


Wulan tak bisa menahan suara nya lagi, meski ini pertama untuk panji, tapi panji sudah seperti orang berbakat dan ahli dalam ciuman.


"Ahhhhk, pa-n-ji," suara Wulan terputus-putus dengan ******* indah menurut panji sangat merdu.


Panji tidak bisa mengontrol dirinya lagi, hasrat pria begitu besar jika sudah di goda pasti tidak mampu menahan lagi.


Wulan mencoba untuk tidak mengeluarkan suara lagi, dia takut jika suara nya ini membangkitkan gairah panji, sekarang saja panji sudah mengunci pergerakan nya hingga tidak bisa bergerak.


"Please panji jangan lakukan ini, jangan melewati batas mu," batin Wulan penuh

__ADS_1


harap.


"Ahhhhk ... Pa-n-ji he-n-t-i ahhhhk .... "


Panji meremas bukit kembar nya begitu kuat, dan wulan tidak bisa menahan suara nya lagi, pay**ara nya terasa aneh seperti sengatan listrik yang menusuk ke dalam.


Panji terus meremas benda kenyal tersebut, entah kenapa dia begitu menyukai. Wulan tak henti mengeluarkan suara dari bibir nya.


"Panji henti kan aku mohon kendali kan dirimu, jangan lakukan ini," tangis Wulan sedih dalam batin tidak bisa menghentikan perbuatan panji yang di rasa sudah terbawa suasana.


Air mata wulan jatuh, dia tidak mampu menampung lagi.


Panji merasa ada tetesan air jatuh di tangan nya seketika tersadar dengan apa yang di lakukan.


"Maaf," Panji menghentikan dan menatap wulan yang menangis.


"Maaf, aku tidak bermaksud melakukan ini, jangan menangis wulan aku benar-benar minta maaf," ucap Panji khawatir melihat wulan tak henti menangis dalam isakan nya.


"Aku akan berbicara pada keluarga ku untuk segera menikahi mu, jangan khawatir, tenang lah aku benar-benar minta maaf, aku khilaf," sambung Panji binggung wulan tak berhenti menangis.


"Aku ingin pulang sekarang," ucap Wulan tanpa menoleh.


"Baiklah kita pulang, tapi sebelum itu tenang lah aku benar-benar minta maaf," balas Panji tak bosan mengucap kan kata maaf.


"Aku sudah tenang."


Melihat masih ada sisa air mata di wajah wulan, tangan panji mengusap, lalu kembali merapikan pakaian wulan yang berantakan karena ulah nya.


Dalam perjalanan balik ke apartment, wulan tak berbicara, wanita itu terus terdiam.


Pandangan wulan terus mengarah pada luar jendela.


Entah kenapa dia merasa tak nyaman berada di dekat panji sekarang.


Panji melirik wulan yang terus diam, perasaan nya sedikit sedih dan menyesal sudah lepas kendali, dia binggung kenapa saat mendengar suara ******* wulan gairah nya meningkat.


Tadi hampir saja panji melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan, jika saja tidak sadar dengan tetesan air mata wulan.


"Aku benar-benar bodoh kenapa bisa melakukan hal serendah ini? apa yang di pikirkan wulan tentang ku sekarang? akkkkkh sial, sial, sial, kenapa semua jadi begini? kenapa aku tidak bisa mengontrol diri ku?" monolog Panji menyesal dan marah pada dirinya sendiri.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2