Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 92: Butuh sandaran


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Mendengar semua itu, rizal pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan wulan dan Jun masih terdiam kedua saling pandang penuh tanda tanya di mana binggung harus mencari paman shin karena keberadaan mereka begitu di sembunyikan.


"Won apa rencana mu ke depan nya? apa kamu akan kembali ke Indo menyelidiki semua ini?" tanya Jun penasaran.


"Sepertinya begitu saya akan kembali tapi tidak sekarang," jawab Wulan.


"Lalu kapan? maaf aku tidak bisa ikut semenjak kematian keluarga kita, aku harus bekerja keras untuk bertahan hidup dan saat ini kerjaan ku benar-benar tidak bisa di tinggal," terang Jun tidak bisa membantu lebih selain informasi yang di ketahui.


"Iya saya mengerti tidak perlu sungkan seperti ini, oiya mana no rekening kamu?" pinta Wulan.


"Untuk apa?" tanya Jun belum berniat memberikan nya.


"Berikan saja nanti juga tau setelah itu," jawab Wulan santai kembali mendesak.


"Cepat berikan Jun Chang!" ucap Wulan sedikit teriak.


"Ya, baiklah Won Chang," balas Jun lalu mengambil ponsel membuka sesuatu aplikasi di dalam dan menunjukkan no rekening nya.


Setelah mencatat nomor rekening di ponsel, wulan segera transfer uang ke rekening tersebut.


Ting....


Dan seketika itu pula ponsel Jun berdering menandakan satu notifikasi masuk, ternyata itu pesan pemberitahuan atau biasa di sebut sms banking.


Jun melihat ponsel nya terkejut karena jumlah uang yang masuk ke rekening tidak main-main bahkan uang tersebut sudah seperti gaji nya selama 5 bulan bekerja.


"Won apa yang kamu lakukan, uang ini terlalu banyak," ucap Jun menatap serius wulan.


"Sudah jangan mengajak saya berbicara hal itu, ayo kita kembali masih ada tugas yang harus saya selesai kan," ajak Wulan enggan membahas masalah saldo rekening yang masuk.

__ADS_1


"Won, tapi in-"


"Jun, kita adalah keluarga selagi saya bisa monolog kenapa tidak saya bantu, jadi stop protes, ayo pergi," ucap Wulan cepat memotong perkataan Jun.


"Oiya panggil saya Wulan jangan won," lanjut Wulan.


Lalu kedua nya pun kembali berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Wulan kembali ke perpustakaan sedangkan Jun segera pulang.


Namun keberadaan nya sekarang tidak membuat nya bisa fokus mengerjakan tugas, otak pikiran terus memikirkan paman shin.


"Otak ku benar-benar tidak bisa fokus jika terus seperti ini aku bisa gila," gumam Wulan kesal dengan keadaan yang membuat nya tidak konsentrasi.


Tanpa wulan sadari sejak kedatangan nya tadi, sudah ada seorang pria duduk membelakangi nya dan dia mendengar perkataan wulan itu.


"Ikut lah dengan ku," ajak pria tersebut tidak lain adalah Rizal.


Setelah dari tempat itu, rizal buru-buru ke perpustakaan karena dia yakin wulan akan kembali lagi dan fokus nya akan buyar memikirkan kebenaran yang selama ini di cari.


"Mas, kenapa kamu bisa ada di sini? apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Wulan kaget dengan keberadaan rizal.


"Itu tidak penting, cepat bangun ikut dengan ku," ajak Rizal lagi.


Rizal menunggu Wulan yang sedang beberes buku di meja lalu mengambil alih buku tersebut untuk di pikul dan satu tangan nya di gunakan untuk mengandeng wulan pergi.


"Mas jangan seperti ini, kita di kampus banyak yang lihatin," tegur Wulan.


"Tidak usah pedulikan orang lain, pendapat mereka tidak penting," balas Rizal.


"Ya, kamu selalu saja berkata seperti itu, tapi aku nya Mas," ucap Wulan sedikit kesal.


"Wulan hidup jika selalu mengikuti pendapat orang lain itu tidak akan bertahan lama, lakukan apa yang kita ingin kan tanpa peduli penilaian orang. Bahagia kita bukan tentang penilaian yang mereka berikan, tapi apa yang kita lakukan di mana dapat membuat senyuman terukir karena itu memang bahagia kita," kata Rizal bijak panjang lebar.


Mendengar itu wulan sedikit tabjuk ternyata rizal bisa bijak juga, pikir nya pria itu hanya bisa memaksa dan bersikap kasar tapi, tidak.


Wulan tak lagi protes, karena memang saat ini dia butuh sosok pria yang dapat membuat nya tenang.


Meski belum bisa menerima sepenuh nya rizal kembali dalam hidup nya, tapi dia sudah memaafkan rizal.

__ADS_1


Rizal pria pertama yang membuat jatuh cinta, aneh bukan padahal pernikahan kedua tidak ada sekecil kebaikan yang di berikan pria itu pada nya, tapi cinta bisa tubuh.


Aneh, tapi itu lah nama nya cinta, datang tanpa di minta atau pun di undang.


Rizal membawa wulan ke ruangan nya.


"Duduk lah aku akan membantu mu mengerjakan tugas, jangan memikirkan apapun konsentrasi lah pada tugas mu masalah lain nanti baru di pikirkan," ujar Rizal tidak ingin wulan pusing, cukup dirinya saja yang pusing wulan jangan.


"Maksud Mas apa? jangan bilang Mas," curiga Wulan menyipitkan mata curiga.


Mata yang sudah sipit malah di buat sipit membuat rizal melihat itu menjadi gemas.


"Jangan seperti itu, kasihan mata nya," ledek Rizal mencubit gemas Wulan.


"Mas, sakit. Aku lagi serius sekarang, cepat katakan apa Mas mengetahui sesuatu tentang ku?"


"Kenapa? apa aku tidak berhak tau tentang Ibu dari anak ku?" tanya balik Rizal.


"Ya tentu karena kita tak memiliki hubungan apapun lagi, jadi urusan ku tak perlu di ketahui Mas," jawab Wulan.


"Tapi itu tidak lah benar kita masih memiliki hubungan karena baby askar adalah buah cinta kita, jika kamu ingin benar tidak ada hubungan antara kita tidak mungkin kamu melahirkan baby askar karena bagaimana juga ada nya baby askar karena aku," balas Rizal yang mana membuat wulan terdiam.


"Wulan, aku ingin kamu fokus pada kuliah mu, jangan memikirkan dendam mu dulu, dan yang terpenting tetap lah stay di korea," lanjut Rizal.


Mendengar itu wulan mengerut kening merasa aneh dengan semua yang di katakan rizal tidak mungkin tidak mengetahui sesuatu tentang nya.


Kebetulan? tidak mungkin kebetulan hingga mengetahui banyak dan arah pembicaraan nya juga tepat.


"Stop berbelit-belit lagi Mas, katakan jujur padaku, Mas mengetahui sesuatu tentang ku kan? jika tidak, tidak mungkin perkataan Mas seperti itu, apa Mas mengikuti ku? tidak mungkin juga bukan mendadak Mas ada di perpustakaan?" ucap Wulan muak rizal yang tidak mengakui.


"Oke, aku jujur, ya aku mengetahui semua, tadi saat melewati perpustakaan aku tidak sengaja melihat kamu dengan seorang pria, awal nya ku pikir ada sesuatu antara kalian, tapi aku tidak ingin berprasangka buruk hingga akhir nya memutuskan mengikuti kalian, dan mendengar semua yang di kata pria itu pada mu," ungkap Rizal jujur.


"Jadi sekarang Mas sudah tau, aku bukan lah wulan."


"Ya, aku tau kamu adalah Won, dan sebenarnya aku sudah mengetahui tentang keluarga mu yang di bunuh itu sejak lama saat kita masih bersama."


"Bagaimana bisa? kamu tau dari siapa?"


"Kamu ingat saat pertama kali aku tiba di penthouse, kita minum bersama dan di situ lah aku mengetahui."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2